Burari in Kamakura and Enoshima


こんばんちわ♪

Sabtu lalu, gue kembali jalan-jalan gejeh. Kali ini tempatnya nggak gitu jauh dari rumah, yaitu ke Kamakura. Ngapain aja? Nyari makanan enak lah~ Di mana ada kuil besar, di situ ada jajanan. Ingat-ingat kalimat tersebut bagi siapapun yang hendak berpergian ke Jepang.

Tujuan utama adalah Kuil Tsurugaoka Hachimangu yang sudah menjadi identitas kota Kamakura. Pas gue ke sana itu, Jepang masih dalam suasana tahun baru. Jadi masih sangat ramai sekali dengan orang-orang yang ingin Hatsumode (berdoa awal tahun) di kuil tersebut.

Sepanjang perjalanan dari stasiun Kamakura menuju kuil Tsurugaoka Hachimangu, berderet toko-toko jajanan khas Jepang. Nah, yang pertama kali menarik perhatian gue adalah gyuman alias bakpao isi daging sapi.


Di Jepang, yang namanya bakpao daging itu udah pasti daging babi yang disebut dengan nama nikuman atau butaman. Sulit menemukan bakpao yang isinya bukan daging babi. Adapun di konbini, isinya seperti coklat atau kacang merah. Itu pun dikukusnya barengan dengan yang isian daging babi. Di China Town, Yokohama pun ada yang isian udang, tapi ya seperti yang sudah gue jelaskan di atas, dikukusnya barengan dengan yang isian daging babi.

Apalagi yang isinya daging sapi. Lebih sulit lagi nyarinya. Sejauh ini gue pernah nemu gyuman hanya di daerah sekitar Fushimi Inari (Kyoto) dan di Kamakura ini. Udah gitu dagingnya wagyu pula. Maknyos!! Rasa dagingnya ga usah ditanyain lagi, ENAK BANGET. Selain itu yang membedakan dengan bakpao yang selama ini gue makan adalah, rotinya lembut banget. Hampir mirip bolu kukus saking lembutnya.

Selanjutnya gue memutuskan untuk jalan dulu ke kuil. Kalau jajan muluk yang ada kaga nyampe-nyampe ke kuilnya karena dikit-dikit berenti karena jajan. Selain itu karena biar kata bakpaonya kecil, tapi mayan bikin kenyang euy. Isian daginya tuh lumayan banyak dan padat. Jadi harus ada jeda biar bisa jajan yang banyak nantinya XD

Semakin mendekati kuil. jalanan semakin padat dengan pengunjung. Di trotoar utama aja, penuh manusia doang. Padahal jalanannya itu bagus banget. Letaknya bukan di sisi kanan-kiri jalan raya, tapi di tengah-tengahnya. Sesungguhnya udah niatin pengen poto trotoarnya, tapi ya sudahlah.


Penampakan kuil dari gerbang. Asa jauh yak dari gerbang. Sepanjang jalan dari gerbang ke kuilnya itu pun banyak jajanan lho. Area kuil ini pun luaaass banget. Di sisi kanannya ada kolam yang cukup besar. Terus masih ada kuil-kuil yang entah terpisah entah berbeda dari kuil utama di poto di atas. Selain itu ada taman-tamannya juga. Jadi tempatnya enak buat bersantai-santai.


Dari kuil Tsurugaoka Hachimangu, gue dan temen gue memutuskan untuk muter-muter di daerah sekitaran kuil. Pas tengok Google, emang banyak banget kuil-kuil di Kamakura. Akhirnya kita ke salah satu kuil terdekat, yaitu kuil Jufuku. Tempatnya sepi banget. Berada di dekat pemukiman. Beda dengan Tsurugaoka Hachimangu yang selalu ramai.

Kuilnya ini dikelilingi banyak pepohonan tinggi yang gue nggak tau itu pohon apa. /plak Jadinya tuh kuil ini adem banget. Di area kuil ada taman yang nampaknya sih cukup luas, tapi karena nggak boleh masuk, jadi harus cukup puas dengan halaman depan kuil.


Setelah dari kuil Jufuku, baru deh jajan-jajan sekalian balik ke stasiun. Yah, walaupun ujung-ujungnya cuma jajan sedikit sih karena perut masih terasa penuh. Cuma jajan warabi mochi, sedangkan temen gue beli es krim dengan madu jeruk yuzu. Semacam yang kebingungan juga mau jajan apa saking banyaknya.


Btw madu yuzunya enak banget. Gue ampe beli sebotol. Tumben-tumbenan sih beli ginian karena harganya mahal u_u

Abis itu niatnya pengen ke kuil Hokoku yang terkenal dengan hutan bambunya. Namun karena jaraknya nggak bisa ditempuh dengan jalan kaki, atau mungkin lebih tepatnya males banget jalan kaki, kita malah jadi nyasar ke Enoshima. Alasannya simpel, karena gue pengen naik Enoden.

DAN GUE LUPA POTO ENODEN-NYA wOAO)w

Enoden adalah kereta lokal di sekitaran Kamakura dan Enoshima. Ada yang pernah nonton film Enoshima Prism? Nah, kereta yang dipakai tiga bersahabat ke sekolah itu lah kereta Enoden. Kereta ini tuh relnya deket banget dengan pemukiman. Bahkan ada yang kayak masuk gang senggol. Bener-bener mepet banget ke rumah-rumah penduduk. Selain itu juga bisa menikmati keindahan pantai Shonan. Apa pantai Yuigahama? Entah lah /plak

Seperti biasa, kalau ke Enoshima gue pasti jajan shirasupan. Bedanya, biasanya kan cuma jajan-jajan doang tuh kalau ke Enoshima. Kali ini gue naik ke atas! Bukan cuma di pertokoannya doang. Tujuan utamanya adalah Enoshima Samuel Cocking Garden, karena antara bulan Desember sampai Januari adalah saat-saat di mana bunga tulip mekar.


Puas poto-poto bunga tulip, menggejeh aja deh nunggu sunset dan nunggu waktu illumination dimulai. Salah satu alasan ngotot anteng di sana biar kata kedinginan, karena pengen liat illumination. Asa pasti keren aja poto bunga tulip dengan illumination. Dan ternyata memang sebuah keputusan yang tepat menunggu illumination sekalipun kedinginan.


Illumination-nya tuh indaaaaaah banget. Seluruh area taman dipenuhi kerlap-kerlip lampu dengan berbagai warna. Berasa kayak lagi di dunia dongeng. Ampe bingung mau poto yang mana dulu karena sekeliling tuh lampu-lampu semua. Sialnya nggak dapet poto tulip yang bagus dengan illumination. Saya amatir sih u_u

Di antara semua poto yang gue ambil, paling suka poto-poto lampion? Lilin? yang ada di pinggir-pinggir jalan. Karena rerumputannya pun dipasangi lampu, jadinya tuh bener-bener kayak poto dari negeri dongeng.


Dari sini gue bertekad untuk meningkatkan kemampuan fotografi! Buat apa coba beli kamera mahal-mahal kalau hasil jepretannya ampas-ampas? ==a

Di tulisan gue yang lalu-lalu, gue pernah bilang kalau Enoshima ini terkenal dengan ikan teri aka shirasu. Kali ini kesampean nih makan shirasudon. Gue pesen shirasudon dengan tarabagani tamago toji (?). Jadi bukan cuma shirasu doang. disekeliling ikan terinya ada telor yang dimasak dicampur dengan daging kepiting. Satu kata, manis. Dua kata deh, manis banget. Buru-buru tabur shichimi biar ada rasa pedes-pedesnya.


Selain itu juga makan sushi. Bagi orang Indonesia mungkin agak aneh yak. Ikan teri doangan aja dibikin jadi sushi XD Ya atuh lah, di Jepang mah ikan teri masuknya ke golongan ikan yang agak mahal. Pizza ikan teri aja ada. Enak juga pastinya =))


Sekian kisah perjalanan hari Sabtu kemarin ini. Setelah ini udah nggak ada long weekend lagi sih. Masih belum kepikiran juga mau main ke mana lagi. Kemungkinan terbesar sih, ke Tsukiji. Masih belum kesampean juga mau jajan-jajan di Tsukiji =))

0 Comments