Jalan Depan? Jalan Belakang?


こんばんちわ♪

Kemarinan ini di base ada obrolan seru mengenai akses animanga legal. Akhir-akhir ini sudah banyak yang mulai melek untuk tidak membajak lewat download atau situs streaming ilegal. Sebenernya kalau untuk komik masih lebih mudah sih ya aksesnya, tinggal beli komiknya doang. Walau yang jadi masalah selain modal, adalah bahasa. Ada yang berkomentar, lebih sulit menemukan akses legal untuk komik dibanding animasi. Alasannya karena mereka mencari komik yang sudah diterjemahkan, setidaknya ke dalam bahasa Inggris. Yah, sebenernya untuk anime pun (dia udah nyerah pakai kosa kata animasi), ternyata cukup banyak yang mencari dengan subtitle bahasa Indonesia. Sehingga, akan muncul pembelaan, "mau nggak mau ya donlod".

Untuk anime udah pada tau lah ya, cukup banyak situs layanan streaming legal yang tersedia sekarang. Yang paling gampang diakses saat ini adalah channel Muse Asia dan Ani One di Youtube. Koleksinya cukup terkini walau sedikit, tapi lumayan banget kan bisa dinikmati tanpa biaya berlangganan.

Kalau versi berbayarnya, ada Crunchyroll yang memiliki buanyak banget koleksi dari judul-judul terkenal dan sangat up-to date. Walaupun layanan ini hanya berlaku di Amerika Serikat, namun aksesnya bisa diatasi dengan VPN. Tapi yang disayangkan adalah, layanan ini hanya menerima kartu kredit terbitan negara Paman Sam (CMIIW). KAN MALESIIIIIINNNN. Yah, seenggaknya buat gue mah malesin.

Karena itu sampai sekarang gue masih setia dengan Netflix. Selama ada VPN, kita bisa menikmati judul-judul yang hanya dapat diakses di Jepang. Biaya berlangganannya ada yang di bawah 100.000 Rupiah. Akhir-akhir ini berbagai judul anime pun mulai rutin masuk ke Indonesia, jadi nggak perlu ribet-ribet pakai VPN. Yang bermasalah dari layanan ini hanya..... Nggak mau urus pajak hahahaha. Agak riskan aksesnya ditutup dari pemerintah heu.


Yang terakhir sesungguhnya gue berharap Abema TV mau membuka aksesnya ke luar negeri. AYOLAAAAAAAHHH!! Satu channel Ani-live doang juga nggak masalah kok u_u Ya untuk saat ini tetap puas sih Yoasobi gratis bisa diakses... Beneran deh Abema, siapa deh yang iseng banget nonton channel Tsuri (mancing mania mantap ala Abema) di luar Jepang?? Buka juga akses full untuk channel Ani-live! Gue menerima kok nggak bisa langganan karena hanya menerima kartu kredit terbitan Jepang.

Yah, dalam lubuk hati terdalam mah, pengennya bisa langganan juga pakai kartu terbitan sini. Aksesnya pun yang full gitu. Biarkan gue menonton Yoasobi episode berapapun dengan nyaman. Juga acara TV lainnya seperti Kimetsu TV atau Ono Shimono no Doko demo Quest. Curiga banget dah, Dokokue pasti nggak bisa ditonton langsung kayak Yoasobi =(( Soalnya Seiyuu Pajama Kaigi juga nggak bisa ditonton huhu.

Balik ke topik!

Seperti yang udah gue jelaskan di awal post, ada yang berkata bahwa lebih susah mencari akses ke komik legal dibanding anime legal. Concern-nya adalah, mereka mencari komik yang sudah diterjemahkan. Komik kan bisa tinggal beli aja? Mahal cuy. Belum rate-nya, belum ongkirnya. Dan yang paling penting, BAHASANYA!

Yah, berhubung gue (betapa bersyukurnya diri ini) bisa bahasa Jepang, gue selalu baca lewat MangaPark atau Line Manga. Di MangaPark belum pernah coba beli koinnya sih, selalu mengandalkan jatah gratisan. Kalau Line Manga, dari sebelum Line Webtoon masuk Indonesia, gue udah sering baca komik dari sini tetap dengan bermodalkan jatah gratisan. Akhir-akhir ini sih udah mulai beli koin, karena ternyata cukup mudah juga beli koinnya karena terhubung dengan Google Play.


Tapi ya dua layanan tersebut pun beli komiknya per jilid. Bukan paket langganan seperti jasa streaming. Jadi ya, tetap aja masuknya ke kategori mahal. Kita-kita pengennya ada layanan berlangganan komik yang sudah diterjemahkan dengan sangat baik (kalau bisa bahasa Indonesia), dan koleksi yang lengkap selengkap-lengkapnya.

Yeeee, nggak tau diri ==a

/digampar sejuta umat

Gue pribadi untuk komik masih di kubu buku fisik. Mau sejelek apapun itu cetakannya menurut banyak orang, mau sejelek apapun terjemahannya, selama gue suka dengan komik tersebut, i'll buy it. Selain itu gue bisa bersabar mengikuti ceritanya dengan pace terbitan di Indonesia. Gue nggak ada keluhan yang aneh-aneh, kecuali ketika terbitannya stuck, kayak Kimitodo, Kanouso, Marmalade Boy Little.... INI MASIH BAKAL TETAP LANJUT KAN YAAAAA???


Dari yang gue liat di base, cukup banyak juga ya yang pengen ada layanan berlangganan berbahasa Indonesia, tapi ya.... TAPINYA BUANYAK BANGET. Selain masalah biaya, yang terjemahannya jelek lah, dubbing-nya jelek lah, cetakannya jelek lah, kertasnya jelek lah, koleksinya harus kudu wajib lengkap lah. Sejujurnya pas baca-baca utasnya tuh bikin kesel sendiri juga karena.... Banyak bacot ya kalian!

Gue melihatnya malah kayak tanpa sadar mencari pembelaan "mau nggak mau donlod". Gue masih mengerti kalau nggak bisa langganan Crunchyroll, tapi ya udah ada Netflix, Hulu, blahblahblah, alasannya koleksinya sedikit, nggak lengkap. Emang lu mau selengkap Abema TV dan se-up-to date TV Jepang? How about moving to Japan huh? Komik masih agak mending. Masih banyak yang mau beli. Meskipun begitu, tetap aja ada yang beralasan, nggak up-to date, pace-nya lama, cetakannya jelek. Buset dah...

Kalau masalah biaya, ya mau gimana lagi. Know your priorities! Nggak menyenangkan pastinya, tapi ya, tolong prioritaskan kebutuhan primer terlebih dulu sebelum kebutuhan tersier. Bahkan sebelum kebutuhan tersier masih ada kebutuhan sekunder.

Terkesan belagu gitu ya? Berarti gue nggak lewat jalan belakang?

Ya nggak juga.

Gue masih suka baca lewat aplikasi ilegal. Asa lebih praktis buat nyari judul baru. Abis itu kalau menarik, baru deh cek di Line Manga. Anime? Haha, ada nggak ada di Netflix, tayang nggak tayang di TV berlangganan, tetap gue donlod heu. Asa belum tenang kalau nggak punya copy-nya. Hal ini juga berlaku untuk lagu. Ada di Apple Music sekalipun, udah beli CD-nya sekalipun, tetap aja donlod. Gue pun nggak ngerti ini fenomena apa. Pokoknya gue harus punya copy-nya. Selain itu gue juga tetap berpikiran sama kok dengan kebanyakan orang;

Ngapain ngeluarin uang buat sesuatu yang kurang menarik?

Untuk saat ini menurut gue udah cukup banyak pilihan, walau mungkin masih terbatas juga bagi yang nggak bisa bahasa Jepang. Tapi yang udah ada, banyak aja alesannya yang bikin nggak mau langganan atau beli. Ya kalau memang lebih nyaman lewat jalan belakang, silakan. Jalan belakang tuh nggak akan hilang. Mati satu, tumbuh seribu. Hari gini siapa sih nggak pernah lewat jalan belakang?

Tapi gue akan tetap memprioritaskan jalan depan kalau ada yang minta rekomendasi. Jalan belakangnya cari sendiri.

Wokeh, gue merasa post ini nggak ada poinnya sama sekali.

0 Comments