ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

こんばんちわ♪

Maapkan mamak saya ngeksis mwehe...

Kemaren gue main ke teamLab Jakarta yang ada di Gandaria City. Mahal euy. Pokoknya total dengan biaya admin dan lain lain, sekitar 200 ribuan Rupiah. Worth it sih, tapi mahal ya mahal aja. Ngerti nggak maksud gue? /plak

Masuk ke teamLab-nya ini terbagi beberapa kloter. Biar puas kali ya, jadi dibatasi jumlah pengunjung dan waktu di dalamnya pun ada durasinya. Nggak asyik. Gue pikir kayak di Odaiba, kagak ada durasi haha. Gue ambil yang jam satu siang. Jadi ke Gancitnya sebelum Zuhur, sekalian brunch di sana.

Pas gue menuju lokasi, masih nggak ada orang hahahahaha. Gue antrian paling depan =))


Selamat datang di dunia teamLab!

Setelah sekian lama, kembali merasakan betapa takjubnya gue dengan karya teamLab. Memang keren sekali uuugh... Kekesalan terhadap harga tiket yang mahal hilang seketika. Tapi begitu pulang, di rumah tengok saldo tetep aja meringis. Cukup menyenangkan~

Begitu masuk, kita disambut arak-arakan beberapa hewan yang dibentuk dari bunga-bunga. Nah lho, deskripsi gue susah amat dibayanginnya yak. Langsung pakai potonya aja deh.


Arak-arakan terebut menemani pengunjung menelusuri lorong menuju ke ruangan utama dari teamLab Jakarta kali ini. Nggak tau sih nama ruangannya apa /plak Ruangan yang cukup luas. Sentuh dindingnya, maka akan tumbuh bunga-bunga di tempat yang kita sentuh. Di lantainya ada kadal-kadal besar berkeliaran. Injak mereka, maka mereka akan gepeng (nb: tidak ada kekerasan terhadap hewan yang terjadi di sini). Selain itu ada pula seekor paus besar yang berenang ke sana ke mari.

Dari sana, ada tiga ruangan lain yang bisa kita kunjungi. Pertama-tama mari bahas salah satu ruangan yang paling sering dipakai pengunjung untuk poto-poto cantik. Ruangannya balon? Bola? Gitu deh pokoknya. Awalnya gue pikir bakal kayak yang di Jepang. Banyak balon-balon besar seukuran manusia yang terpasang di sana. Juga ada satu balon berbentuk bola besaaaaaar banget yang enak disundul. Tapi ternyata nggak seperti itu.


Langit-langit ruangan dipenuhi oleh balon-balon. Dindingnya adalah cermin. Ada beberapa balon yang berserakan di lantainya. Kurang asik sesungguhnya kalau mau dipakai poto-poto cantik, kecuali lo memonopoli banyak sekali balon bola biar hasil potonya estetik.

Ruangan selanjutnya, merupakan salah satu instalasi yang menjadi kebanggaan teamLab. Akuarium! Warnai lembar mewarnai yang sudah disediakan, kemudian scan gambar tersebut. Voila! Gambar tersebut akan bergerak lincah di dinding. Belajar dari kegagalan yang gue lakukan di Jepang, gue memilih mewarnai gambar ubur-ubur. Biar gampang dipotonya haha.


Ruangan terakhir adalah perosotan. Aduh ini seru banget. Sayangnya nggak ada poto karena gue teh asik aja bolak-balik ngantri buat main perosotan. Begitu lo meluncur dari atas, kayak ada cahaya yanng berpendar-pendar di perosotannya. Udah gitu menluncurnya tuh kenceng banget! Seru deh!! Ini nggak bisa cuma main sekali doang mah. Kudu meluncur sampai puas.

Begitu lah kira-kira teamLab Jakarta yang berada di Gandaria City. Seperti yang udah gue tulis di atas, kalau dibanding Jepang sih memang HTM jauh lebih murah, tapi ya tetap aja mahal. Termasuk tempat main kalangan atas sih kalau menurut gue.

Bukan berarti gue kalangan atas sih. Kan mumpung ulang taun, nggak ada salahnya membahagiakan diri sendiri sekali-kali.

Bagi yang mungkin agak berat dengan harga HTM-nya, bisa lho nabung dari sekarang. teamLab ini masih berlangsung sampai Desember tahun ini. Well, tergantung keadaan keuangan, worth it nggak worth it sih =))

こんばんちわ♪

Berita mengejutkan, tapi nggak bikin kaget juga sih, datang dari agensi idol pria terbesar di Jepang. Johnny Kitawaga meninggal dunia. Sebelumnya udah ada berita dia pingsan dan dibawa ke rumah sakit, setelah itu pun dia dirawat sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Ngerti kan, kalau meninggalnya si kakek teh sesungguhnya sudah bisa diprediksi, nggak akan bikin kaget, tapi ya tetep aja ada perasaan sulit mempercayai kalau di kakek sudah meninggal.

Aseli, gue masih bisa bayangin dia tetap hidup sampai 100 tahun mendatang dan mendapat gelar sebagai produser paling sukses seantero jagat raya.

Pertemuan gue dengan Johnny's kemungkinan besar saat SMP. Awal jadi otaku haha. Gue nggak gitu inget pastinya sejak kapan kosakata Johnny's bisa tersimpan di otak, tapi ketika SMP dulu, sekitar tahun 2002-2003 kayaknya, pas liat majalah tuh kayak udah tau kalau V6, Kimura Takuya, Kinki Kids dan TakkiTsuba adalah Johnny's.

Awal tau V6? Jelas lah dari Ultraman hahahahaha. Lagunya itu khas sekali. Dulu kayaknya di majalah teh pernah baca infonya kalau pemeran Daigo teh tergabung dalam grup bernama V6 yang membawakan lagu opening serial tersebut. Apalagi setelah Inuyasha ya... Nama V6 makin melejit.


Kimura Takuya? Bocah seumuran gue mana yang nggak tau seorang Kimura Takuya? Dramanya dulu rajin banget ditayangkan di Indonesia. Remaja di tahun-tahun itu juga mungkin banyak yang kenal Kimura Takuya.

TakkiTsuba? Dem! Takki muda itu kakak-kakak yang sangat cakep sekali buat gue saat itu. Sama seperti Kimutaku, drama Takki pernah ditayangkan di Indonesia. Remaja seganteng Takki tidak mungkin lah tidak populer haha. Tau kalau Takki itu adalah member dari grup duet, dari salah satu majalah.

Nowadays kids can not relate to, MAGAZINE. We got a lot of information from magazine and tabloid.

Kinki Kids? Nah, ini yang rada rancu... Entah dari mana gue bisa tau Kinki Kids. Ingatan paling lama mengenai Kinki Kids adalah, ketika sedang membaca suatu artikel di majalah. Ada yang membahas Kinki Kids, tapi ya saat itu gue udah tau kalau Kinki Kids teh Jyaniz. Fushigi......

Pas SMA, DVD bajakan mulai mudah didapatkan. Gue suka dikasih pinjem temen berbagai macam DVD drama Jepang. Jadi lah tontonan gue bukan hanya kartun Jepang, tapi juga serial drama televisinya. Selain itu, uang saku mulai bertambah banyak jadi bisa dipakai beli Animonster tiap bulan! Yeay! Mulai dari sini, gue sukses jadi Jyaniwota =))

Apa yang bikin gue jadi Jyaniwota? Tegoshi Yuya di drama My Boss My Hero. Jaman-jamannya Tegoshi masih nampak polos, anak baik-baik menggemaskan. Dari situ gue cari-cari infonya. Oh! Anak NEWS! Tau ini sih gue, ada Yamapi kan. Udah deh, kenceng pengirlingan NEWS. Hingga suatu ketika, Animonster membahas Hey! Say! JUMP.

Pas baca ulasan debut Hey! Say! JUMP di Animonster, jujur saat gue kaget karena ada nama Yabu dan Hikaru tertulis sebagai salah dua member. Hn? Ya-ya-yah?

Sebelum gue jadi Jyaniwota, terkadang gue suka nonton Ya-ya-yah di Youtube. Salah satu videonya pernah nyasar di kolom rekomendasi ketika gue lagi nonton acara tv Momusu. Karena seru, kadang-kadang suka gue intip-intip acara Ya-ya-yah.

Mengetahui Ya-ya-yah bubar, Taiyou dan Shoon tidak jelas nasibnya, mendadak gue jadi bete ama Hey! Say! JUMP.

Bete sih bete, tapi tetep aja ditonton acara-acara mereka. Tetap denger lagu-lagu mereka. Ujung-ujungnya jadi suka banget ama Daiki sampai sekarang muhahahahahha. Di saat-saat ini nih, gue aktif kebangetan sebagai Jyaniwota. Dari gabung forum, dateng ke event, bikin fangraphic dan fanfic, aktif di berbagai komunitas internasional, niat banget deh. Gue bahkan beli CD dan uchiwa mereka hahahahahaha.

Bagaimana sekarang? Udah nggak gitu lagi =))

Setelah mengenal torrent, jarang banget download-download Johnny's. Udah nggak serajin dulu untuk ngubek-ngubek Livejournal. Bahkan untuk single, album, DVD yang masih mudah dicari aja, udah males nyarinya. Kalau Haropuro kan enak tuh, ada di satu tracker lengkap. Dulu pun bisa se-aptudet itu ama Johnny's karena ada situs bernama Johnny's Index. Kumpulan link download perjonisan. Ada keterangannya pula post-nya itu friend lock atau nggak, ada sub atau nggak. Sekarang situsnya udah nggak pernah update.

Selain masalah donlod-donlod, di fandom ini lah gue belajar bikin fangraphic dan belajar bahasa pemrograman sederhana guna memperindah layout blog.


Comot dari Livejournal.

Sayangnya komputer jadul gue udah keburu nggak ada pas balik dari Jepang. Di sana tersimpan berbagai file PSD hasil gue bermain-main adjust warna, tekstur-tekstur indah, koding-koding layout blog, terjemahan komik-komik. Dulu saya produktif sekali :"D Jadi nggak ada contoh gambar yang bisa gue pamerin di sini selain yang pernah gue post di Livejournal.

Koding-kodingnya sih yang sayang banget =((

Tekstur dan brush juga sih. Gila, itu gue ngumpulinnya udah buanyaaaaaaakk banget...

Dan sesungguhnya yang jauh lebih disayangkan lagi, kemampuan gue untuk bikin itu semua seakan lenyap tak berbekas. Pengen maen-maen lagi, tapi nggak ada waktu huhu.

Luar biasa ya, dari satu fandom doang bisa banyak belajar. Bukan hanya sekedar kyaa-ing cowok-cowok ganteng.

Fandom Johnny's cukup besar pengaruhnya dalam hidup gue. Kalau dari kartun dan Haropuro gue jadi mengenal Jepang, dari Johnny's gue belajar menulis, berkreasi dengan photoshop, juga ngoding. Bahkan gue mengalami gimana rasanya hasil karya gue dicomot orang. Dari yang remeh, di-crop sesuka hati buat dipakai jadi banner blog, sampai dipakai orang lain buat ikut kontes, dan orang itu menang pula. Yang paling parah? Pernah juga dipakai ama majalah Jejepangan Indonesia. Sekalipun upload gambar di free hosting file itu berarti gambarnya bebas untuk dipakai semua orang, lebih baik jangan asal comot ya. Apalagi untuk tujuan komersial. Nggak etis.

Sekarang sih memang udah anteng fangirling-annya. Tapi tetap aja, sedikitnya tuh masih suka nengok-nengok juga beritanya. Terutama TV show sih. Lo nggak bisa lepas dari Johnny's selama masih suka nonton acara TV Jepang. Lah TV Jepang isinya didominasi artis agensi besar ini. Entah bagaimana nasibnya sepeninggalan Johnny. Apa masih tetap bisa mendominasi dunia entertainment Jepang? SMAP bubar, Arashi mau hiatus. Cukup berat sih sepertinya. Di satu sisi, gue pengen liat ada grup idola pria lain yang bisa sehebat Johnny's, tapi di satu sisi, gue juga nggak mau kalau sampai pangkat Johnny's turun.

Selamat jalan kakek Johnny! Terlepas dari kasus pedofil, menjijikan sih tetep aja, harus diakui Johnny's adalah produser yang sangat hebat. Semoga Johnny's bisa tetap berjaya meskipun ditinggal bapaknya.

こんばんちわ♪

Kemarin pas lagi cari-cari tontonan buat temen kerja, kemudian menemukan drama ini. Drama NHK taun lalu. Sempat tertarik padahal dengan drama ini, tapi entah kenapa taun lalu itu nggak ngikutin. Ya tipi lu stand by Nitere muluk sih!

Drama berjudul Daisy Luck ini bercerita mengenai kehidupan menuju kepala tiga dari empat orang wanita yang bersahabat sejak kecil. Percintaan, pernikahan, karir. Memang ceritanya biasa sekali. Bahkan mungkin benar-benar ada yang kisah hidupnya seperti di drama ini. Hanya saja yang bikin menarik, drama ini dikemas dengan rapih? Ceritanya mengalir sewajarnya, jadi nggak ada kesan dibuat-buatnya.

Yah, walau tetap aja sih, mana ada hidup yang seindah di drama-drama.

Haha~

Tapi ya! Bagi wanita-wanita berumur pertengahan akhir 20-an, sekiranya bisa menonton drama ini. Ceritanya relatable sekali u_u

Empat orang sahabat, Kaede Yamashiro (Nozomi Sasaki), Kaoru Suou (Natsuna Watanabe), Michiru Sanuki (Shoko Nakagawa), Emi Iwashiro (Eri Tokunaga), kembali berkumpul di resepsi pernikahan Emi. Sial menimpa Kaede di hari yang membahagiakan tersebut, di tengah-tengah upacara pernikahan, ia dihubungi toko perhiasan tempatnya bekerja. Segera saja Kaede pergi menuju tempat kerjanya, meninggalkan acara pernikahan Emi. Di sana ia mendapatkan info bahwa toko perhiasan tersebut bangkrut, yang berarti Kaede kehilangan pekerjaan.


Seakan belum lengkap kesialannya di hari itu, sepulangnya dari pesta pernikahan Emi, Kaede diputuskan oleh pacarnya di rumahnya sendiri. Tidak ada pekerjaan, kekasihpun tidak ada. Di tengah-tengah kebingungan bagaimana menjalankan kehidupan setelah banyak hal yang menimpanya, akhirnya Kaede memutuskan untuk melakukan hal yang dia suka, yaitu menjadi pembuat roti. Kaede sangan menyukai roti, namun hanya dengan alasan tersebut belum tentu membuatnya bisa mendapatkan pekerjaan di toko roti. Berbagai toko roti yang didatanginya kebanyakan menolak lamarannya, terutama karena umurnya yang dinilai sudah cukup tua, yaitu 29 tahun. Umur segitu baru mau mulai belajar menjadi pembuat roti? Telat mbak.


Masalah lain dihadapi oleh Emi, yang seharusnya sedang bahagia-bahagianya karena baru saja menikah. Ibu mertuanya terus saja mengirimi berbagai macam sayur-mayur hasil ladang di kampung halaman suaminya. Emi yang sangat mengutamakan keseimbangan gizi dari makanan yang akan dimasaknya untuk sang suami tercinta, merasa terbebani oleh sayur-mayur kiriman ibu mertuanya. Belum lagi, Emi mencurigai suaminya berselingkuh.


Kaoru pun tidak lepas dari masalah. Kaoru adalah seorang Kyaria-wuman (career woman, tolong dibaca dengan meniru Bulzon Chiemi) yang sukses. Secara finansial, Kaoru tidak kekurangan sedikitpun. Apalagi perjalanan karirnya terus saja menuju ke arah yang lebih cerah. Bagaimana dengan kehidupan percintaannya? Kaede memiliki seorang pacar yang berumur lebih muda dibandingnya. Dari luar nampak seperti Kaede hanya menjadi tante girang si pemuda. Kenyataannya? Memang Kaede hanya dijadikan sebagai tante girang oleh pacarnya. Ketahuan berselingkuh, Kaede segera memutuskan pacarnya itu. Tak butuh waktu lama bagi Kaede menemukan kekasih baru. Masalahnya, kekasih barunya ini adalah seorang pria batsu ichi aka sudah pernah punya istri. Sudah begitu, kekasihnya ini seperti tidak serius berhubungan dengannya.


Beda lagi dengan masalah yang dihadapi oleh Michiru. Michiru adalah seorang pengrajin tas. Ia memiliki butik sendiri, yang juga merupakan tempat tinggalnya. Tapi yah, masa-masa indahnya sebagai pengrajin tas hanya bertahan di awal-awal ia membuka tokonya sendiri. Entah karena tas buatannya memiliki desain yang terlalu unik, atau ada alasan lainnya, Michiru sudah tidak pernah menerima order, bahkan tidak ada yang datang untuk membeli tasnya di toko. Penghasilannya sudah mendekati angka nol. Beruntung masih ada Takahiro Suou, adik Kaoru, yang selalu siap membantu Michiru.

Saat mereka masih SD, Michiru selalu menolong Takahiro ketika ia dirundung oleh teman-temannya. Takahiro merasa sudah sewajarnya kalau kali ini gilirannya lah yang membantu Michiru, tapi Michiru justru merasa tidak enakan dengan bantuan Takahiro. Selain itu, Michiru memang sudah seharusnya berpikir, mencari cara agar ia bisa tetap bertahan hidup dengan pekerjaan pilihannya, yaitu pengrajin tas.

Bisa dilihat dari penjelasan di atas, pekerjaan, karir, percintaan, pernikahan, keluarga. Seperti yang sudah gue tulis di awal post, dari drama ini kita bisa melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh wanita di ambang usia 30 tahun. Beberapa hal yang pasti akan menimpa semua wanita. Bagaimana kita akan menjalani hidup, pastinya berbeda satu sama lain. Saat menonton drama ini, kemungkinan besar penonton akan merasakan kesamaan kisah dengan Kaede, Kaoru, Emi atau Michiru. Ada beberapa dialog yang bikin gue sadar juga, apa yang sekiranya harus gue persiapkan guna menuju step selanjutnya dalam kehidupan. Salah satu yang paling membekas adalah dialog berikut,

30になったとき「手に入れた物はある」と言えるかと考えるときに何もないんだよ。
"Ada pencapaian yang sudah kudapatkan!" Saat membayangkan apa bisa berkata seperti itu ketika berumur 30, tidak ada satu pun pencapaian yang terlintas.

JLEB

うちもじゃん

Chika, 28 tahun, mendadak jadi mulai membenahi kehidupannya. Telat banget tapi yaaaaaa. 30 tahun itu dua tahun lagi!

Drama ini jadi pengingat yang cukup bagus kalau hidup ternyata nggak bisa lempeng gitu-gitu aja. Bukan berarti harus ambisius harus bisa mencapai apa yang diinginkan. Hanya saja, apa yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun berada di dunia ini. Jadi kalau kalian menonton drama ini, mungkin aja bisa menemukan jalan seperti apa yang ingin ditempuh selanjutnya dalam hidup.

Recommended!!


こんばんちわ♪

Selama di Depok jadi jarang banget nge-blog astagaaaaa. Mualesnya parah banget deh. Udah gitu nggak ngerti kenapa kalau udah akhir minggu sekalipun nyalain laptop cuma fokus nonton doang orz. Ampe udah puasa udah mau kelar gini ya haha. Eh, tapi gue puasa di kampung halaman euy! Bisa buka puasa dengan kolak biji salak tertjinta hehe.

Lanjoooot~

Kemaren sih ya! Gue iseng jalan-jalan ke Kota Tua. Pasti banyak yang mikir ngapain coba puasa-puasa gini ke Kota Tua. Panas banget pula kan ya. Eh, tapi justru cukup menyenangkan lho. Soalnya nggak ada orang. Bener-bener sepi pengunjung. Jadi malah bisa poto-poto dengan leluasa.

Tujuan gue ke sana sih, penasaran dengan spot instagramable yang lagi terkenal. Poto-poto sebentar di sana, sebelum ke tujuan utamanya. Apa tujuan utamanya? Pokoknya gue bosen di rumah, pengen maen, ya udah sekalian aja buka puasa di luar. Kebetulan lagi pengen banget makan pasta di Pancious.


Tapi memang karena panas banget, dan sepupu gue itu anti banget ama panas, sebentar banget deh di sana. Diburu waktu ngantri buka puasa di restoran huhu. Lumayan sih hasilnya~ Well, kapan-kapan coba ke sana lagi dan mencari angle yang lebih bagus!

Udah?

Iya, udah gitu doang.

/krik

Karena memang tidak ada hal yang menarik seputar keseharian. Bahkan mungkin nggak ada yang mau tau juga tentang keseharian gue......

Ada sebuah pertanyaan menarik di Quora, yaitu Apa kira-kira reaksi dari dirimu sepuluh tahun yang lalu apabila bertemu dengan dirimu saat ini? Pengen jawab di sana, tapi kok ya males banget setelah mengetahui di Quora teh sebegitu pentingnya memakai nama asli. Gue kan punya aturan hidup di mana jangan memakai nama asli di internet. Quora sekalipun. Haha~

Jadi coba posting di sini aja deh!

Sepuluh tahun yang lalu, berarti umur gue 18 tahun. Wow muda sekali! Mahasiswi desain grafis tahun kedua. Tahun 2009 sih saat-saat di mana akhirnya gue nyentuh Facebook. Dulu tuh gue bener-bener cuma main Friendster doang ama blog. Sampai akhirnya nyerah, bikin akun Facebook. Setahun kemudian baru nyentuh Twitter. Lagi sibuk-sibuknya pengirling Daiki. Bucin banget deh pokoknya ampe beli uchiwa haha. Uchiwa dari spring concert 2009. Jaman-jaman uchiwa masih diisi penuh ama muka. Inget banget dulu pas uchiwa sudah di tangan, wajah daiki tampak sangat berkilauan.

Dipersilakan untuk memuntahkan pelangi.

Lalu, bagaimana reaksi seorang Chika 10 tahun yang lalu kalau bertemu dengan dirinya di tahun 2019?

IDIH GUE BISA GEMUK JUGA HAHAHAHAHAHAHAHHA

Reaksi gue pun kemungkinan seperti ini,

IDIH GUE DULU BENERAN TULANG DOANG HAHAHAHAHHAHAHAHA
KUMEL BANGET PULA

Begitulah.

Sebenernya udah ngetik cukup panjang mengenai perjalanan hidup selama sepuluh tahun terakhir, tapi setelah dipikir-pikir, kemungkinan gue nggak mau cerita itu semua. Kenapa? Karena yang paling kenal diri sendiri itu adalah diri sendiri. Kalau gue kasih tau, gue jamin Chika sepuluh tahun yang lalu nggak akan berusaha. Ada satu kejadian penting yang sedang gue alami di tahun itu. Kalau gue yang sekarang ikut campur, kemungkinan perjalanan hidup gue akan seperti yang sekarang gue alami. Persis seperti potongan lirik lagu Jiyoung yang berjudul Suki na Hito ga Iru Koto,

でも人生は奇跡の組み合わせ
一つでも違えば何もかも変わっちゃうの
demo jinsei wa kiseki no kumiawase
hitotsu demo chigaeba nanimo kamo kawacchau no

karena kehidupan merupakan perpaduan dari berbagai keajaiban
satu saja ada yang berbeda, akan mengubah segala-galanya

Jadi kalaupun bertemu, yang paling terlihat ya penampilan luar. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika berhasil menambah berat badannya. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika memiliki rambut yang setidaknya sedikit lebih mudah diatur dibanding sepuluh tahun yang lalu. Sepuluh tahun kemudian, kulitnya lebih terurus. Sepuluh tahun kemudian, gaya berpakaiannya pun berubah.

Satu-satunya yang mungkin akan gue kasih tau, kemungkinan besar adalah, "kita berhasil bertemu Airi lho". Gue jamin, Chika sepuluh tahun yang lalu akan histeris dengernya.

APAAAAAAAA????? GUE BERHASIL KETEMU AIRI???? AIRI?? AIRI YANG ITU KAN?? SUZUKI AIRI? SERIUS BUKAN NONTON KONSER DOANGAN TAPI KETEMU?? BENERAN YANG TATAP MUKA? WADEFAK!!!!!!!!

Pasti bakal kayak gitu. Bagaimana cara gue bisa ketemu? Nggak akan gue kasih tau =)) Well, dari satu fakta tersebut aja, udah bisa menjelaskan banyak hal, terutama cita-cita luhur jaman SMP. Oh, sepuluh taun kemudian, entah tepatnya kapan, gue berhasil ke Jepang. Sekolah kah? Kerja kah? Jalan-jalan kah? Tapi yang pasti gue berhasil ke tanah suci para otaku.

Kemudian untuk masalah yang sedang gue hadapi sepuluh tahun yang lalu, gue cuma bisa bilang, "sesekali egois nggak masalah kok". Tetap lakukan segala hal yang disuka seperti biasa. Download berbagai konten fandom, begadang demi bikin layout blog yang sesuai selera, dateng ke berbagai event. Nggak ada yang menyangka, hobi-hobi nggak penting yang selalu gue lakukan dulu itu sangat berguna di kehidupan gue sekarang.

Ah, ada satu wejangan penting. "Lunasi hutangmu sesegera mungkin. Kalau nggak, lo akan menyesal seumur hidup."

Kehidupan lo selama sepuluh tahun kedepan, sangat menyenangkan kok. Walapun penuh drama juga. Masalah yang sedang lo hadapi saat ini akan selesai kok. Walau memang hampir menghancurkan hidup lo. Setelah itu pun bukannya hidup lo lempeng-lempeng aja. Masalah akan terus datang silih berganti. Jalani aja. Hadapi aja. Tetap jadi diri lo yang biasa. Lo akan bertemu dengan teman yang sangat baik sekali yang sanggup bikin hidup lo penuh warna. Oh, bahkan mungkin sekarang ini sudah bertemu dengan mereka. Mereka baik banget. Dijaga baik-baik ya. Hubungan lo dengan teman-teman SMA pun baik-baik aja. Kalian hebat, udah jadi ibu-ibu pun tetap kumpul dan tertawa bersama. Dari sudut pandang gue, lo kuat juga ternyata. Walaupun gue saat ini masih menyangsikan kalau diri ini kuat. Tapi setelah dipikir-pikir, merupakan sebuah keajaiban saat ini lo, gue, kita bisa berdiri tegak.

Kenapa malah jadi nangis ngetik ginian......

Pertama-tama izinkan saya untuk curhat sedikit,

UDAH NGETIK PANJANG PANJANG EH NGGAK SENGAJA KEAPUS, DOSA APA HAMBA YA TUHAAAAAAANNN

Asli, begok banget bisa ampe kehapus =((

こんばんちわ♪

Remake dari kartun Fruits Basktet akhirnya tayang juga! Sepertinya karena itu lah, jumlah akses post Fruits Basket di blog ini bertambah dengan sangat cepat. Bahkan merupakan post dengan jumlah akses terbanyak. Pada kepo ya ama sekumpulan ikemen di Furuba? Fufufu~

Kalau begitu, apa itu Fruits Basket Another? Sequel-nya Furuba kah?

Dibilang sequel, ya nggak salah juga sih. Menurut gue agak kurang cocok aja Furuba Another disebut sebagai sequel dari Furuba, meskipun memang karakter-karakter yang ada di komik ini merupakan keturunan dari karakter-karakter Furuba. Cerita Furuba Another ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita Furuba. Karakter-karakter di Furuba pun tidak ada yang muncul kecuali adiknya Momiji, Momo.

Eh, spoiler nggak sih itu?

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Sawa Mitoma, yang baru saja menjadi murid SMA. Trauma masa kecilnya membuat ia menjadi pribadi yang kelewat minder. Hidupnya hanya terfokus agar tidak berinteraksi dengan orang lain, karena tidak mau jadi beban dan menyusahkan orang lain. Dengan sifatnya yang seperti itu, suatu hari Sawa justru diajak bergabung ke OSIS oleh Mutsuki Soma, wakil ketua OSIS. Lebih tepatnya dipaksa sih, err--lebih tepatnya tau-tau namanya dimasukan ke daftar anggota OSIS secara sepihak oleh Mutsuki.

Mutsuki main bareng Shigure mulu kali ya.....

Kebayang kan, orang seperti Sawa tau-tau menjadi anggota OSIS. Parahnya lagi, di sekolah tersebut ada yang namanya klub penggemar Soma. Anggota klub penggemar ini seperti harus tau siapa-siapa saja yang bergabung dengan OSIS. Apakah dia pantas bergabung dan dinilai sanggup membantu dan tidak akan mengganggu kinerja Soma. Hampir setiap hari klub penggemar Soma ini datang ke kelas Sawa dan menginterogasinya.

Bagi yang sudah membaca Furuba sampai selesai, yesh! Ketua klub penggemar Soma adalah anak dari ketua klub Puriyuki. Nggak emak, nggak anak, nyusahin dua-duanya. DNA-nya bisa nurun gitu ye....

Hari-hari Sawa mendadak jadi ramai sekali. Terutama dengan kehadiran para Soma yang memiliki karakter unik. Cenderung aneh sih dibanding unik. Mungkin karena itu lah, perlahan Sawa mulai berubah. Ia mulai membuka dirinya ke orang lain.

Udah? Gitu doang ceritanya?

Oooooh, tentu tidak. Seperti biasa, konfliknya ini berhubungan dengan hal-hal gelap yang suka dilakukan oleh orang dewasa. Nggak bisa diceritakan di sini, karena sepoiler banget euy~ Komiknya cuma tiga jilid sih. Kalau gue ceritain si inti ceritanya itu, ya udah. Sama aja nyeritain keseluruhan cerita.


Overall, komik ini tetap menarik untuk dibaca. Hanya saja kalau dari kacamata penggemar Furuba, KURANG BANGET HAUUUUNG MAU LEBIH HUHU. Konfliknya sendiri terselesaikan dengan baik. Terselesaikan? Tercerahkan? Diceritakan dengan baik? Tapi ya.... Pengen lebih aja. Fangirl ini masih kurang bahan pengirlingannya.

GIMME MORE HAJIME AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Beneran deh, anaknya Kyo JAUH lebih ganteng daripada Kyo. Udah gitu lebih kalem, walau tetap ada temperamen bapaknya nurun. Astaga Hajime kenapa cakep banget...

Gimana kisahnya pula anaknya Yuki tingkahnya kayak Shigure? Yuki kagak stress apa anaknya kayak begitu? Udah mana anaknya Shigure dan you-know-who malah mirip Hatori. HOW CAAAAAAANN???

-edited-
Mendapat pencerahan kalau anak Yuki kelakuannya 11-12 dengan, siapa lagi kalau bukan pamannya yang sangat absurd, yaitu Ayame!! Ya astaga, lah iya ya... Gue nggak kepikiran Ayame masa hahahahaha. Walaupun tetap aja sih, Yuki nggak stress apa anaknya kayak begitu?

Mari hentikan di sini sebelum nggak sengaja gue spoiler.

Jadi!! Bagi penggemar Furuba, mari baca Furuba Another. Menggila membayangkan karakter Furuba menjadi orangtua. Menggila lihat anak-anak mereka yang nggak kalah anehnya dengan mereka. Sangat menyenangkan =w=b

Sedangkan bagi yang belum pernah baca Furuba, BACA FURUBA ASTAGA KOMIK BAGUS BANGET INI!!! Masih bisa ngerti jalan ceritanya tanpa baca Furuba sekalipun, tapi mungkin bakal ada beberapa lelucon yang nggak dimengerti karena berhubungan dengan karakter Furuba.

Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Apabila Bertemu Diri Sendiri Sepuluh Tahun yang Lalu
  • Libur Paskah: Bandung

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates