ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

こんばんちわ♪

Kemarin pas lagi cari-cari tontonan buat temen kerja, kemudian menemukan drama ini. Drama NHK taun lalu. Sempat tertarik padahal dengan drama ini, tapi entah kenapa taun lalu itu nggak ngikutin. Ya tipi lu stand by Nitere muluk sih!

Drama berjudul Daisy Luck ini bercerita mengenai kehidupan menuju kepala tiga dari empat orang wanita yang bersahabat sejak kecil. Percintaan, pernikahan, karir. Memang ceritanya biasa sekali. Bahkan mungkin benar-benar ada yang kisah hidupnya seperti di drama ini. Hanya saja yang bikin menarik, drama ini dikemas dengan rapih? Ceritanya mengalir sewajarnya, jadi nggak ada kesan dibuat-buatnya.

Yah, walau tetap aja sih, mana ada hidup yang seindah di drama-drama.

Haha~

Tapi ya! Bagi wanita-wanita berumur pertengahan akhir 20-an, sekiranya bisa menonton drama ini. Ceritanya relatable sekali u_u

Empat orang sahabat, Kaede Yamashiro (Nozomi Sasaki), Kaoru Suou (Natsuna Watanabe), Michiru Sanuki (Shoko Nakagawa), Emi Iwashiro (Eri Tokunaga), kembali berkumpul di resepsi pernikahan Emi. Sial menimpa Kaede di hari yang membahagiakan tersebut, di tengah-tengah upacara pernikahan, ia dihubungi toko perhiasan tempatnya bekerja. Segera saja Kaede pergi menuju tempat kerjanya, meninggalkan acara pernikahan Emi. Di sana ia mendapatkan info bahwa toko perhiasan tersebut bangkrut, yang berarti Kaede kehilangan pekerjaan.


Seakan belum lengkap kesialannya di hari itu, sepulangnya dari pesta pernikahan Emi, Kaede diputuskan oleh pacarnya di rumahnya sendiri. Tidak ada pekerjaan, kekasihpun tidak ada. Di tengah-tengah kebingungan bagaimana menjalankan kehidupan setelah banyak hal yang menimpanya, akhirnya Kaede memutuskan untuk melakukan hal yang dia suka, yaitu menjadi pembuat roti. Kaede sangan menyukai roti, namun hanya dengan alasan tersebut belum tentu membuatnya bisa mendapatkan pekerjaan di toko roti. Berbagai toko roti yang didatanginya kebanyakan menolak lamarannya, terutama karena umurnya yang dinilai sudah cukup tua, yaitu 29 tahun. Umur segitu baru mau mulai belajar menjadi pembuat roti? Telat mbak.


Masalah lain dihadapi oleh Emi, yang seharusnya sedang bahagia-bahagianya karena baru saja menikah. Ibu mertuanya terus saja mengirimi berbagai macam sayur-mayur hasil ladang di kampung halaman suaminya. Emi yang sangat mengutamakan keseimbangan gizi dari makanan yang akan dimasaknya untuk sang suami tercinta, merasa terbebani oleh sayur-mayur kiriman ibu mertuanya. Belum lagi, Emi mencurigai suaminya berselingkuh.


Kaoru pun tidak lepas dari masalah. Kaoru adalah seorang Kyaria-wuman (career woman, tolong dibaca dengan meniru Bulzon Chiemi) yang sukses. Secara finansial, Kaoru tidak kekurangan sedikitpun. Apalagi perjalanan karirnya terus saja menuju ke arah yang lebih cerah. Bagaimana dengan kehidupan percintaannya? Kaede memiliki seorang pacar yang berumur lebih muda dibandingnya. Dari luar nampak seperti Kaede hanya menjadi tante girang si pemuda. Kenyataannya? Memang Kaede hanya dijadikan sebagai tante girang oleh pacarnya. Ketahuan berselingkuh, Kaede segera memutuskan pacarnya itu. Tak butuh waktu lama bagi Kaede menemukan kekasih baru. Masalahnya, kekasih barunya ini adalah seorang pria batsu ichi aka sudah pernah punya istri. Sudah begitu, kekasihnya ini seperti tidak serius berhubungan dengannya.


Beda lagi dengan masalah yang dihadapi oleh Michiru. Michiru adalah seorang pengrajin tas. Ia memiliki butik sendiri, yang juga merupakan tempat tinggalnya. Tapi yah, masa-masa indahnya sebagai pengrajin tas hanya bertahan di awal-awal ia membuka tokonya sendiri. Entah karena tas buatannya memiliki desain yang terlalu unik, atau ada alasan lainnya, Michiru sudah tidak pernah menerima order, bahkan tidak ada yang datang untuk membeli tasnya di toko. Penghasilannya sudah mendekati angka nol. Beruntung masih ada Takahiro Suou, adik Kaoru, yang selalu siap membantu Michiru.

Saat mereka masih SD, Michiru selalu menolong Takahiro ketika ia dirundung oleh teman-temannya. Takahiro merasa sudah sewajarnya kalau kali ini gilirannya lah yang membantu Michiru, tapi Michiru justru merasa tidak enakan dengan bantuan Takahiro. Selain itu, Michiru memang sudah seharusnya berpikir, mencari cara agar ia bisa tetap bertahan hidup dengan pekerjaan pilihannya, yaitu pengrajin tas.

Bisa dilihat dari penjelasan di atas, pekerjaan, karir, percintaan, pernikahan, keluarga. Seperti yang sudah gue tulis di awal post, dari drama ini kita bisa melihat berbagai masalah yang dihadapi oleh wanita di ambang usia 30 tahun. Beberapa hal yang pasti akan menimpa semua wanita. Bagaimana kita akan menjalani hidup, pastinya berbeda satu sama lain. Saat menonton drama ini, kemungkinan besar penonton akan merasakan kesamaan kisah dengan Kaede, Kaoru, Emi atau Michiru. Ada beberapa dialog yang bikin gue sadar juga, apa yang sekiranya harus gue persiapkan guna menuju step selanjutnya dalam kehidupan. Salah satu yang paling membekas adalah dialog berikut,

30になったとき「手に入れた物はある」と言えるかと考えるときに何もないんだよ。
"Ada pencapaian yang sudah kudapatkan!" Saat membayangkan apa bisa berkata seperti itu ketika berumur 30, tidak ada satu pun pencapaian yang terlintas.

JLEB

うちもじゃん

Chika, 28 tahun, mendadak jadi mulai membenahi kehidupannya. Telat banget tapi yaaaaaa. 30 tahun itu dua tahun lagi!

Drama ini jadi pengingat yang cukup bagus kalau hidup ternyata nggak bisa lempeng gitu-gitu aja. Bukan berarti harus ambisius harus bisa mencapai apa yang diinginkan. Hanya saja, apa yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun berada di dunia ini. Jadi kalau kalian menonton drama ini, mungkin aja bisa menemukan jalan seperti apa yang ingin ditempuh selanjutnya dalam hidup.

Recommended!!


こんばんちわ♪

Selama di Depok jadi jarang banget nge-blog astagaaaaa. Mualesnya parah banget deh. Udah gitu nggak ngerti kenapa kalau udah akhir minggu sekalipun nyalain laptop cuma fokus nonton doang orz. Ampe udah puasa udah mau kelar gini ya haha. Eh, tapi gue puasa di kampung halaman euy! Bisa buka puasa dengan kolak biji salak tertjinta hehe.

Lanjoooot~

Kemaren sih ya! Gue iseng jalan-jalan ke Kota Tua. Pasti banyak yang mikir ngapain coba puasa-puasa gini ke Kota Tua. Panas banget pula kan ya. Eh, tapi justru cukup menyenangkan lho. Soalnya nggak ada orang. Bener-bener sepi pengunjung. Jadi malah bisa poto-poto dengan leluasa.

Tujuan gue ke sana sih, penasaran dengan spot instagramable yang lagi terkenal. Poto-poto sebentar di sana, sebelum ke tujuan utamanya. Apa tujuan utamanya? Pokoknya gue bosen di rumah, pengen maen, ya udah sekalian aja buka puasa di luar. Kebetulan lagi pengen banget makan pasta di Pancious.


Tapi memang karena panas banget, dan sepupu gue itu anti banget ama panas, sebentar banget deh di sana. Diburu waktu ngantri buka puasa di restoran huhu. Lumayan sih hasilnya~ Well, kapan-kapan coba ke sana lagi dan mencari angle yang lebih bagus!

Udah?

Iya, udah gitu doang.

/krik

Karena memang tidak ada hal yang menarik seputar keseharian. Bahkan mungkin nggak ada yang mau tau juga tentang keseharian gue......

Ada sebuah pertanyaan menarik di Quora, yaitu Apa kira-kira reaksi dari dirimu sepuluh tahun yang lalu apabila bertemu dengan dirimu saat ini? Pengen jawab di sana, tapi kok ya males banget setelah mengetahui di Quora teh sebegitu pentingnya memakai nama asli. Gue kan punya aturan hidup di mana jangan memakai nama asli di internet. Quora sekalipun. Haha~

Jadi coba posting di sini aja deh!

Sepuluh tahun yang lalu, berarti umur gue 18 tahun. Wow muda sekali! Mahasiswi desain grafis tahun kedua. Tahun 2009 sih saat-saat di mana akhirnya gue nyentuh Facebook. Dulu tuh gue bener-bener cuma main Friendster doang ama blog. Sampai akhirnya nyerah, bikin akun Facebook. Setahun kemudian baru nyentuh Twitter. Lagi sibuk-sibuknya pengirling Daiki. Bucin banget deh pokoknya ampe beli uchiwa haha. Uchiwa dari spring concert 2009. Jaman-jaman uchiwa masih diisi penuh ama muka. Inget banget dulu pas uchiwa sudah di tangan, wajah daiki tampak sangat berkilauan.

Dipersilakan untuk memuntahkan pelangi.

Lalu, bagaimana reaksi seorang Chika 10 tahun yang lalu kalau bertemu dengan dirinya di tahun 2019?

IDIH GUE BISA GEMUK JUGA HAHAHAHAHAHAHAHHA

Reaksi gue pun kemungkinan seperti ini,

IDIH GUE DULU BENERAN TULANG DOANG HAHAHAHAHHAHAHAHA
KUMEL BANGET PULA

Begitulah.

Sebenernya udah ngetik cukup panjang mengenai perjalanan hidup selama sepuluh tahun terakhir, tapi setelah dipikir-pikir, kemungkinan gue nggak mau cerita itu semua. Kenapa? Karena yang paling kenal diri sendiri itu adalah diri sendiri. Kalau gue kasih tau, gue jamin Chika sepuluh tahun yang lalu nggak akan berusaha. Ada satu kejadian penting yang sedang gue alami di tahun itu. Kalau gue yang sekarang ikut campur, kemungkinan perjalanan hidup gue akan seperti yang sekarang gue alami. Persis seperti potongan lirik lagu Jiyoung yang berjudul Suki na Hito ga Iru Koto,

でも人生は奇跡の組み合わせ
一つでも違えば何もかも変わっちゃうの
demo jinsei wa kiseki no kumiawase
hitotsu demo chigaeba nanimo kamo kawacchau no

karena kehidupan merupakan perpaduan dari berbagai keajaiban
satu saja ada yang berbeda, akan mengubah segala-galanya

Jadi kalaupun bertemu, yang paling terlihat ya penampilan luar. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika berhasil menambah berat badannya. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika memiliki rambut yang setidaknya sedikit lebih mudah diatur dibanding sepuluh tahun yang lalu. Sepuluh tahun kemudian, kulitnya lebih terurus. Sepuluh tahun kemudian, gaya berpakaiannya pun berubah.

Satu-satunya yang mungkin akan gue kasih tau, kemungkinan besar adalah, "kita berhasil bertemu Airi lho". Gue jamin, Chika sepuluh tahun yang lalu akan histeris dengernya.

APAAAAAAAA????? GUE BERHASIL KETEMU AIRI???? AIRI?? AIRI YANG ITU KAN?? SUZUKI AIRI? SERIUS BUKAN NONTON KONSER DOANGAN TAPI KETEMU?? BENERAN YANG TATAP MUKA? WADEFAK!!!!!!!!

Pasti bakal kayak gitu. Bagaimana cara gue bisa ketemu? Nggak akan gue kasih tau =)) Well, dari satu fakta tersebut aja, udah bisa menjelaskan banyak hal, terutama cita-cita luhur jaman SMP. Oh, sepuluh taun kemudian, entah tepatnya kapan, gue berhasil ke Jepang. Sekolah kah? Kerja kah? Jalan-jalan kah? Tapi yang pasti gue berhasil ke tanah suci para otaku.

Kemudian untuk masalah yang sedang gue hadapi sepuluh tahun yang lalu, gue cuma bisa bilang, "sesekali egois nggak masalah kok". Tetap lakukan segala hal yang disuka seperti biasa. Download berbagai konten fandom, begadang demi bikin layout blog yang sesuai selera, dateng ke berbagai event. Nggak ada yang menyangka, hobi-hobi nggak penting yang selalu gue lakukan dulu itu sangat berguna di kehidupan gue sekarang.

Ah, ada satu wejangan penting. "Lunasi hutangmu sesegera mungkin. Kalau nggak, lo akan menyesal seumur hidup."

Kehidupan lo selama sepuluh tahun kedepan, sangat menyenangkan kok. Walapun penuh drama juga. Masalah yang sedang lo hadapi saat ini akan selesai kok. Walau memang hampir menghancurkan hidup lo. Setelah itu pun bukannya hidup lo lempeng-lempeng aja. Masalah akan terus datang silih berganti. Jalani aja. Hadapi aja. Tetap jadi diri lo yang biasa. Lo akan bertemu dengan teman yang sangat baik sekali yang sanggup bikin hidup lo penuh warna. Oh, bahkan mungkin sekarang ini sudah bertemu dengan mereka. Mereka baik banget. Dijaga baik-baik ya. Hubungan lo dengan teman-teman SMA pun baik-baik aja. Kalian hebat, udah jadi ibu-ibu pun tetap kumpul dan tertawa bersama. Dari sudut pandang gue, lo kuat juga ternyata. Walaupun gue saat ini masih menyangsikan kalau diri ini kuat. Tapi setelah dipikir-pikir, merupakan sebuah keajaiban saat ini lo, gue, kita bisa berdiri tegak.

Kenapa malah jadi nangis ngetik ginian......

Pertama-tama izinkan saya untuk curhat sedikit,

UDAH NGETIK PANJANG PANJANG EH NGGAK SENGAJA KEAPUS, DOSA APA HAMBA YA TUHAAAAAAANNN

Asli, begok banget bisa ampe kehapus =((

こんばんちわ♪

Remake dari kartun Fruits Basktet akhirnya tayang juga! Sepertinya karena itu lah, jumlah akses post Fruits Basket di blog ini bertambah dengan sangat cepat. Bahkan merupakan post dengan jumlah akses terbanyak. Pada kepo ya ama sekumpulan ikemen di Furuba? Fufufu~

Kalau begitu, apa itu Fruits Basket Another? Sequel-nya Furuba kah?

Dibilang sequel, ya nggak salah juga sih. Menurut gue agak kurang cocok aja Furuba Another disebut sebagai sequel dari Furuba, meskipun memang karakter-karakter yang ada di komik ini merupakan keturunan dari karakter-karakter Furuba. Cerita Furuba Another ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita Furuba. Karakter-karakter di Furuba pun tidak ada yang muncul kecuali adiknya Momiji, Momo.

Eh, spoiler nggak sih itu?

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Sawa Mitoma, yang baru saja menjadi murid SMA. Trauma masa kecilnya membuat ia menjadi pribadi yang kelewat minder. Hidupnya hanya terfokus agar tidak berinteraksi dengan orang lain, karena tidak mau jadi beban dan menyusahkan orang lain. Dengan sifatnya yang seperti itu, suatu hari Sawa justru diajak bergabung ke OSIS oleh Mutsuki Soma, wakil ketua OSIS. Lebih tepatnya dipaksa sih, err--lebih tepatnya tau-tau namanya dimasukan ke daftar anggota OSIS secara sepihak oleh Mutsuki.

Mutsuki main bareng Shigure mulu kali ya.....

Kebayang kan, orang seperti Sawa tau-tau menjadi anggota OSIS. Parahnya lagi, di sekolah tersebut ada yang namanya klub penggemar Soma. Anggota klub penggemar ini seperti harus tau siapa-siapa saja yang bergabung dengan OSIS. Apakah dia pantas bergabung dan dinilai sanggup membantu dan tidak akan mengganggu kinerja Soma. Hampir setiap hari klub penggemar Soma ini datang ke kelas Sawa dan menginterogasinya.

Bagi yang sudah membaca Furuba sampai selesai, yesh! Ketua klub penggemar Soma adalah anak dari ketua klub Puriyuki. Nggak emak, nggak anak, nyusahin dua-duanya. DNA-nya bisa nurun gitu ye....

Hari-hari Sawa mendadak jadi ramai sekali. Terutama dengan kehadiran para Soma yang memiliki karakter unik. Cenderung aneh sih dibanding unik. Mungkin karena itu lah, perlahan Sawa mulai berubah. Ia mulai membuka dirinya ke orang lain.

Udah? Gitu doang ceritanya?

Oooooh, tentu tidak. Seperti biasa, konfliknya ini berhubungan dengan hal-hal gelap yang suka dilakukan oleh orang dewasa. Nggak bisa diceritakan di sini, karena sepoiler banget euy~ Komiknya cuma tiga jilid sih. Kalau gue ceritain si inti ceritanya itu, ya udah. Sama aja nyeritain keseluruhan cerita.


Overall, komik ini tetap menarik untuk dibaca. Hanya saja kalau dari kacamata penggemar Furuba, KURANG BANGET HAUUUUNG MAU LEBIH HUHU. Konfliknya sendiri terselesaikan dengan baik. Terselesaikan? Tercerahkan? Diceritakan dengan baik? Tapi ya.... Pengen lebih aja. Fangirl ini masih kurang bahan pengirlingannya.

GIMME MORE HAJIME AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Beneran deh, anaknya Kyo JAUH lebih ganteng daripada Kyo. Udah gitu lebih kalem, walau tetap ada temperamen bapaknya nurun. Astaga Hajime kenapa cakep banget...

Gimana kisahnya pula anaknya Yuki tingkahnya kayak Shigure? Yuki kagak stress apa anaknya kayak begitu? Udah mana anaknya Shigure dan you-know-who malah mirip Hatori. HOW CAAAAAAANN???

-edited-
Mendapat pencerahan kalau anak Yuki kelakuannya 11-12 dengan, siapa lagi kalau bukan pamannya yang sangat absurd, yaitu Ayame!! Ya astaga, lah iya ya... Gue nggak kepikiran Ayame masa hahahahaha. Walaupun tetap aja sih, Yuki nggak stress apa anaknya kayak begitu?

Mari hentikan di sini sebelum nggak sengaja gue spoiler.

Jadi!! Bagi penggemar Furuba, mari baca Furuba Another. Menggila membayangkan karakter Furuba menjadi orangtua. Menggila lihat anak-anak mereka yang nggak kalah anehnya dengan mereka. Sangat menyenangkan =w=b

Sedangkan bagi yang belum pernah baca Furuba, BACA FURUBA ASTAGA KOMIK BAGUS BANGET INI!!! Masih bisa ngerti jalan ceritanya tanpa baca Furuba sekalipun, tapi mungkin bakal ada beberapa lelucon yang nggak dimengerti karena berhubungan dengan karakter Furuba.


こんばんちわ♪

Liburan kali ini gue jalan-jalan ke Bandung naik kereta. Untuk pertama kalinya nih naik kereta ke luar kota. Padahal kerjanya juga tiap hari ke luar kota. KRL tidak dianggap kereta luar kota haha. Berhubung masih rada kurang pede kalau jalan sendirian di Indonesia (Bandung doang padahal), gue ajak adek sepupu buat jalan bareng. Perjalanan pun dimulai!

Bagaimana pengalaman pertama kali naik kereta Argo Parahyangan? Dingin banget najis. Keretanya sendiri nyaman. Tempat duduk empuk, ruang kaki memadai, tapi dingin banget najis. Lebih dingin dibanding naik pesawat. Tapi di Jakarta dan sekitarnya ini memang nggak tau diri sih dengan temperatur AC. Kebanyakan manusianya nggak bisa membedakan seperti apa yang dinamakan dingin, dan seperti apa yang dinamakan sejuk. Udah mana itu teh masih musim hujan yaaaaaa. Di luar hujan, makin tambah dingin aja di dalam gerbong. Alhasil, srat-srot srat-srot deh hidung gue.

Sesampainya di Bandung, kita segera mencari tempat makan. Selain karena sudah jam makan siang, lumayan broh tiga jam perjalanan. Dingin pula kan. Bikin laper. Gugling-gugling, menemukan satu rumah makan dekat sekali dari stasiun. Namanya Kandang Ayam. Kayaknya ini termasuk franchise di sekitaran kota Bandung. Gue sangat berharap mereka mau buka di Depok. Kenapa? Karena murah dan enak wooooy!!


Sesuai dengan namanya, restoran ini menjual berbagai makanan olahan daging ayam. Lebih tepatnya ayam goreng krispi. Gue pesan ayam goreng biasa gitu, dengan pilihan saus. Gue lupa waktu itu pilih saus apa. Nah, berhubung di bayangan gue teh kayaknya masih sanggup kalau ditambah Mac and Cheese, karena gue pikir porsinya bakalan sedikit. Ternyata porsinya cukup besaaaaar. Untuk ayamnya gue udah kebayang sih, kayak steak ayam goreng gitu. Karena itu restoran menu utamanya teh ayam goreng ini, jadi gue pikir menu lainnya semacam selingan, jadi porsinya sedikit. Ternyata banyak. Begak bego deh abis makan itu semua.


Abis makan, diputuskan untuk ke hotel dulu, check-in. Sekalian naro beberapa barang biar tas nggak berat-berat amat. Nginepnya di hotel Airy Eco Kebon Jati, di sekitaran belakang stasiun Bandung. Hotelnya cukup nyaman. Buat gue yang nggak enak cuma lampunya bukan putih =(( Yang lampu kuning oranye rada temaram itu lho. Untung furniturnya yang ala-ala modern clean gitu. Kalau ala tradisional, udah bikin merinding =((

Setelah check-in, baru deh jalan-jalaaaaann. Tujuan pertama adalah Jalan Braga. Niatnya pengen tabearuki-an, tapi hujan. Beneran deh, dikit-dikit gerimis, dikit-dikit ujan =(( Selain itu perut masih agak penuh gara-gara Mac and Cheese. Jadi hanya sekadar poto-poto dan mampir ke suatu kafe bernama Kopi Toko Djawa. Cek di internet sih review-nya lumayan oke.


Berhubung gue nggak minum kopi, jadi pesan coklat. Chika, 27 tahun, setiap ke warung kopi selalu memesan coklat.

Malamnya mampir sebentar ke Surabi Enhaii sebelum balik ke hotel.


Itu saus yang warna karamel apaan sih? Rasanya aneh beneran deh. Surabinya sendiri sih enak. Tapi sausnya itu bikin rada eneg.

Keesokan harinya, hari terakhir liburan di Bandung. Menghabiskan waktu di sekitaran Alun-Alun Bandung.


Bener-bener yang cuma jalan-jalan gejeh sekitaran Alun-alun.  Poto-poto pemandangan kota, jajan cemilan semacam kue pancong dan cuanki. Pokoknya di hari kedua tuh cuma menghabiskan waktu dengan bersantai-santai. Selain karena hari Jumat, si sepupu kan harus solat Jumat, juga rada mendung. Jadi ya, mending jangan jauh-jauh dari masjid.


Selesai solat Jumat, segera ke stasiun. Belanja titipan mamake berupa kue bolen dan cari makan siang murah di sekitaran stasiun. Santai-santai di kafe yang ada di dalam stasiun. Pulang deh ke Depok.

Nggak jelas banget yak? Haha. Kekurangan budget dan waktu, jadi cuma bisa menggejeh di pusat kota Bandung doang. Sebenernya sih pengen bisa melipir ampe ke Lembang juga. Lain waktu lagi kali ya~ Yang penting menjauh dari rumah dan kantor dulu deh =))

こんばんちわ♪

Untuk pertama kalinya nih gue ikutan nobar di Jakarta. Rame banget dah sumpah yaaaaa hahahahah. Kalian kenapa ekspresif sekali sih? Untung gue udah nonton duluan ya di Jepang. Jadi nggak gitu masalah ramai teriak-teriak. Andai kata itu baru pertama kali nonton, ada kemungkinan gue nggak bisa menikmati karena dialognya nggak kedengeran woy!! Tapi tetap menarik sih...

Asal ada adegan yang wah, penonton akan berdecak kagum, kemudian tepuk tangan riuh memenuhi studio. Apalagi pas Ryoutaro muncul, buset dah... Rame bener. Kalau nggak mengganggu, udah pada standing ovation kali saking bahagianya Ryoutaro balik lagi. Berbeda dengan pas gue nonton di Jepang, penonton hanya menarik napas takjub melihat Ryotaro. Selain itu pas ada yang lawak juga, iya lawakan Kazumin dan Otoya itu tuh, beuh, ketawa ngakak satu studio. Di Jepang? Yang kedengeran suara nahan ketawa. Itu pun hanya beberapa orang doang. Maklumi lah~ Penontonnya banyak anak kecil beserta orangtuanya. Kagak tau menau siapa itu Otoya.

Overall, cukup menyenangkan. Bisa ketemu temen-temen THI (Tokusatsu Heroine Indonesia), yang cuma gue tau namanya doang dari grup. Haha~

Tapi, bagaimanapun juga, yang paling menyebalkan adalah, MASA PAS PENAYANGAN REGULER PUN UJUNG-UJUNGNYA BISA DAPET GUDIS YANG SAMA DENGAN SPECIAL SCREENING DENGAN HARGA YANG JAUH LEBIH MURAH!!!!

Yesh, mari ngegas~

Tau gitu mah gue nggak usah ngeluarin duit special screening... Nonton kayak biasa aja, ambil paketan yang ada gudisnya. Jauh banget itu perbedaan harganya yaaaaaaa.

Dih.

Begitu selesai nonton film, poto-poto sebentar ama bocah-bocah THI. Kemudian? Langsung balik, berburu rekaman Hinafes 2019!!

Ada apa dengan Hinafes 2019?

ADA DABURUYU DEEEEEESU!!!!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Sepanjang nunggu jam nonton Kamen Rider aja ya, gue udah berkeliling Twitter demi mencari orang-orang yang berbaik hati merekam tayangan Hinafes huhu. Astaga, air mata ini tidak bisa kubendung setelah menonton full. Udah mana W teh tampilnya paling awal dong. Mereka pembuka konser asdfghjkl. Baru dimulai udah ngajak nangis anak orang ya Haropuro ini.

Terharu banget sumpah ya akhirnya W bisa balik berdua lagi. Emang udah curiga sih pas Aibon akhirnya diundang sebagai bintang tamu OG di konser musim panas tahun lalu. Itu pasti kalau Non nggak lagi hamil, pasti W tampil bareng. Eh, bener aja kaaaan tahun berikutnya, di Hinafes ternyata baliknya. Cuma ya cuma ya cuma yaaaaaaaa GUE KEBURU DI DEPOK wOAO)w NGGAK BISA NONTON LANGSUNG wOAO)w

Well, kalau nonton langsung pun pasti bareng temen kantor sih. Gilak, muka nangis jelek gue bakal kebongkar ama orang kantor itu agak mengerikan ngebayanginnya.

Begitu sampai rumah, langsung cek tracker, langsung donlod! Udah up aja lho haha. Yah, semua orang pengen nonton lah yaaaaaaa.

Dan begitu disetel videonya, SURPRISE!! DABURUYU TAMPIL PALING PERTAMA TOLONG AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Teriak-teriak deh gue pas denger intro Robo Kiss dimainkan, terus Tsuji Kago naik ke atas panggung. Air mata ini sudah tidak dapat dibendung lagi~~ Matta! Matteta yooooo!! Penantian dari jaman SMA akhirnya kejadian juga.


リーダの辻希美とサブリーダの加護亜依。
二人合わせて、ダブルユーでーす!

Bisa lihat mereka berdua tampil bareng lagi AAAAAAAAAAAAA!!! Udah gitu selain membawakan lagu-lagu W, mereka juga menyanyikan lagi Minimoni. Lengkap banget deh nostalgiaannya. Dan berterima kasih sekali kepada Non karena dia sampai niat banget bikin kostumnya huhu.

Setelah itu Hinafes berjalan seperti biasa. BEYOOOOONDS makin ramai aja ditambah tiga orang. Country Girls tanpa Yanamin, asa kuraaaaaaang =(( Tolong dong lagunya dirilis CD, jangan cuma digital u_u Setelah BEYOOOOONDS, Country Girls, Factory Groups tampil, masuk ke segment peringatan 20 tahun Haropuro. Di sini lah W tampil membawakan lagu-lagu Minimoni bersama Kamiko dan Funakki. Yang mengejutkan adalah, setelah Minimoni, mereka membawakan I Wish bersama Momusu.

Tangisan membanjiri wajah jelek bocah panda.

Tolong.... Tsuji Kago dengan I Wish itu, sangat identik sekali dengan konser kelulusan mereka. Apalagi di sini Aibon nangis dooooong. Ya makin tambah parah aja gue nangisnya.


Tapi penonton masih belom diajak istirahat. Tepat setelah penampilan Momusu, bintang tamu yang lain pun tampil. Ini juga salah satu OG yang nggak ada kabar. Menghilang gitu aja setelah lulus. Udah gitu, dia teh mantan ace.


Begitu intro Only You terdengar, penonton loses their mind. Apalagi pas Riho mulai nyanyi, "ITOOSHII KIIMIIIII HEEEEEEEE". Yang bikin heboh bukan hanya Riho, tapi formasi member yang tampil bersama Riho adalah member generasi 9, 10 dan 11. Uwaaaaaauu, generasi colorful era. Teriakan penonton makin kencang. Total, Riho membawakan tiga lagu. Only You, One・Two・Three dan Fantasy ga Hajimaru, yang dibawakan tidak hanya dengan Momusu, tapi juga bersama bintang tamu OG yang lain, yaitu Gaki-san dan Sayumi.

Gilak emang Hinafes taun ini. Bisa-bisanya duo legendaris dan ace masa kini yang udah nggak ada kabarnya tampil di satu panggung. Temen di Jepang sempet numpang ballot FC pakai akun gue, tapi nggak dapet haha. Pasti banyak banget lah ya yang mau nonton. Dan meskipun gue nggak bisa nonton langsung, gue tetap bahagia banget bisa liat W balik manggung berdua lagi.

Hinafes sendiri ditutup dengan lagu YEAH YEAH YEAH. Hinafes terakhirnya Ayacho T_________T Chotto samishii~♪
Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Apabila Bertemu Diri Sendiri Sepuluh Tahun yang Lalu
  • Libur Paskah: Bandung

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates