ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

こんばんちわ♪

Selama di Depok jadi jarang banget nge-blog astagaaaaa. Mualesnya parah banget deh. Udah gitu nggak ngerti kenapa kalau udah akhir minggu sekalipun nyalain laptop cuma fokus nonton doang orz. Ampe udah puasa udah mau kelar gini ya haha. Eh, tapi gue puasa di kampung halaman euy! Bisa buka puasa dengan kolak biji salak tertjinta hehe.

Lanjoooot~

Kemaren sih ya! Gue iseng jalan-jalan ke Kota Tua. Pasti banyak yang mikir ngapain coba puasa-puasa gini ke Kota Tua. Panas banget pula kan ya. Eh, tapi justru cukup menyenangkan lho. Soalnya nggak ada orang. Bener-bener sepi pengunjung. Jadi malah bisa poto-poto dengan leluasa.

Tujuan gue ke sana sih, penasaran dengan spot instagramable yang lagi terkenal. Poto-poto sebentar di sana, sebelum ke tujuan utamanya. Apa tujuan utamanya? Pokoknya gue bosen di rumah, pengen maen, ya udah sekalian aja buka puasa di luar. Kebetulan lagi pengen banget makan pasta di Pancious.


Tapi memang karena panas banget, dan sepupu gue itu anti banget ama panas, sebentar banget deh di sana. Diburu waktu ngantri buka puasa di restoran huhu. Lumayan sih hasilnya~ Well, kapan-kapan coba ke sana lagi dan mencari angle yang lebih bagus!

Udah?

Iya, udah gitu doang.

/krik

Karena memang tidak ada hal yang menarik seputar keseharian. Bahkan mungkin nggak ada yang mau tau juga tentang keseharian gue......

Ada sebuah pertanyaan menarik di Quora, yaitu Apa kira-kira reaksi dari dirimu sepuluh tahun yang lalu apabila bertemu dengan dirimu saat ini? Pengen jawab di sana, tapi kok ya males banget setelah mengetahui di Quora teh sebegitu pentingnya memakai nama asli. Gue kan punya aturan hidup di mana jangan memakai nama asli di internet. Quora sekalipun. Haha~

Jadi coba posting di sini aja deh!

Sepuluh tahun yang lalu, berarti umur gue 18 tahun. Wow muda sekali! Mahasiswi desain grafis tahun kedua. Tahun 2009 sih saat-saat di mana akhirnya gue nyentuh Facebook. Dulu tuh gue bener-bener cuma main Friendster doang ama blog. Sampai akhirnya nyerah, bikin akun Facebook. Setahun kemudian baru nyentuh Twitter. Lagi sibuk-sibuknya pengirling Daiki. Bucin banget deh pokoknya ampe beli uchiwa haha. Uchiwa dari spring concert 2009. Jaman-jaman uchiwa masih diisi penuh ama muka. Inget banget dulu pas uchiwa sudah di tangan, wajah daiki tampak sangat berkilauan.

Dipersilakan untuk memuntahkan pelangi.

Lalu, bagaimana reaksi seorang Chika 10 tahun yang lalu kalau bertemu dengan dirinya di tahun 2019?

IDIH GUE BISA GEMUK JUGA HAHAHAHAHAHAHAHHA

Reaksi gue pun kemungkinan seperti ini,

IDIH GUE DULU BENERAN TULANG DOANG HAHAHAHAHHAHAHAHA
KUMEL BANGET PULA

Begitulah.

Sebenernya udah ngetik cukup panjang mengenai perjalanan hidup selama sepuluh tahun terakhir, tapi setelah dipikir-pikir, kemungkinan gue nggak mau cerita itu semua. Kenapa? Karena yang paling kenal diri sendiri itu adalah diri sendiri. Kalau gue kasih tau, gue jamin Chika sepuluh tahun yang lalu nggak akan berusaha. Ada satu kejadian penting yang sedang gue alami di tahun itu. Kalau gue yang sekarang ikut campur, kemungkinan perjalanan hidup gue akan seperti yang sekarang gue alami. Persis seperti potongan lirik lagu Jiyoung yang berjudul Suki na Hito ga Iru Koto,

でも人生は奇跡の組み合わせ
一つでも違えば何もかも変わっちゃうの
demo jinsei wa kiseki no kumiawase
hitotsu demo chigaeba nanimo kamo kawacchau no

karena kehidupan merupakan perpaduan dari berbagai keajaiban
satu saja ada yang berbeda, akan mengubah segala-galanya

Jadi kalaupun bertemu, yang paling terlihat ya penampilan luar. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika berhasil menambah berat badannya. Sepuluh tahun kemudian, seorang Chika memiliki rambut yang setidaknya sedikit lebih mudah diatur dibanding sepuluh tahun yang lalu. Sepuluh tahun kemudian, kulitnya lebih terurus. Sepuluh tahun kemudian, gaya berpakaiannya pun berubah.

Satu-satunya yang mungkin akan gue kasih tau, kemungkinan besar adalah, "kita berhasil bertemu Airi lho". Gue jamin, Chika sepuluh tahun yang lalu akan histeris dengernya.

APAAAAAAAA????? GUE BERHASIL KETEMU AIRI???? AIRI?? AIRI YANG ITU KAN?? SUZUKI AIRI? SERIUS BUKAN NONTON KONSER DOANGAN TAPI KETEMU?? BENERAN YANG TATAP MUKA? WADEFAK!!!!!!!!

Pasti bakal kayak gitu. Bagaimana cara gue bisa ketemu? Nggak akan gue kasih tau =)) Well, dari satu fakta tersebut aja, udah bisa menjelaskan banyak hal, terutama cita-cita luhur jaman SMP. Oh, sepuluh taun kemudian, entah tepatnya kapan, gue berhasil ke Jepang. Sekolah kah? Kerja kah? Jalan-jalan kah? Tapi yang pasti gue berhasil ke tanah suci para otaku.

Kemudian untuk masalah yang sedang gue hadapi sepuluh tahun yang lalu, gue cuma bisa bilang, "sesekali egois nggak masalah kok". Tetap lakukan segala hal yang disuka seperti biasa. Download berbagai konten fandom, begadang demi bikin layout blog yang sesuai selera, dateng ke berbagai event. Nggak ada yang menyangka, hobi-hobi nggak penting yang selalu gue lakukan dulu itu sangat berguna di kehidupan gue sekarang.

Ah, ada satu wejangan penting. "Lunasi hutangmu sesegera mungkin. Kalau nggak, lo akan menyesal seumur hidup."

Kehidupan lo selama sepuluh tahun kedepan, sangat menyenangkan kok. Walapun penuh drama juga. Masalah yang sedang lo hadapi saat ini akan selesai kok. Walau memang hampir menghancurkan hidup lo. Setelah itu pun bukannya hidup lo lempeng-lempeng aja. Masalah akan terus datang silih berganti. Jalani aja. Hadapi aja. Tetap jadi diri lo yang biasa. Lo akan bertemu dengan teman yang sangat baik sekali yang sanggup bikin hidup lo penuh warna. Oh, bahkan mungkin sekarang ini sudah bertemu dengan mereka. Mereka baik banget. Dijaga baik-baik ya. Hubungan lo dengan teman-teman SMA pun baik-baik aja. Kalian hebat, udah jadi ibu-ibu pun tetap kumpul dan tertawa bersama. Dari sudut pandang gue, lo kuat juga ternyata. Walaupun gue saat ini masih menyangsikan kalau diri ini kuat. Tapi setelah dipikir-pikir, merupakan sebuah keajaiban saat ini lo, gue, kita bisa berdiri tegak.

Kenapa malah jadi nangis ngetik ginian......

Pertama-tama izinkan saya untuk curhat sedikit,

UDAH NGETIK PANJANG PANJANG EH NGGAK SENGAJA KEAPUS, DOSA APA HAMBA YA TUHAAAAAAANNN

Asli, begok banget bisa ampe kehapus =((

こんばんちわ♪

Remake dari kartun Fruits Basktet akhirnya tayang juga! Sepertinya karena itu lah, jumlah akses post Fruits Basket di blog ini bertambah dengan sangat cepat. Bahkan merupakan post dengan jumlah akses terbanyak. Pada kepo ya ama sekumpulan ikemen di Furuba? Fufufu~

Kalau begitu, apa itu Fruits Basket Another? Sequel-nya Furuba kah?

Dibilang sequel, ya nggak salah juga sih. Menurut gue agak kurang cocok aja Furuba Another disebut sebagai sequel dari Furuba, meskipun memang karakter-karakter yang ada di komik ini merupakan keturunan dari karakter-karakter Furuba. Cerita Furuba Another ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita Furuba. Karakter-karakter di Furuba pun tidak ada yang muncul kecuali adiknya Momiji, Momo.

Eh, spoiler nggak sih itu?

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Sawa Mitoma, yang baru saja menjadi murid SMA. Trauma masa kecilnya membuat ia menjadi pribadi yang kelewat minder. Hidupnya hanya terfokus agar tidak berinteraksi dengan orang lain, karena tidak mau jadi beban dan menyusahkan orang lain. Dengan sifatnya yang seperti itu, suatu hari Sawa justru diajak bergabung ke OSIS oleh Mutsuki Soma, wakil ketua OSIS. Lebih tepatnya dipaksa sih, err--lebih tepatnya tau-tau namanya dimasukan ke daftar anggota OSIS secara sepihak oleh Mutsuki.

Mutsuki main bareng Shigure mulu kali ya.....

Kebayang kan, orang seperti Sawa tau-tau menjadi anggota OSIS. Parahnya lagi, di sekolah tersebut ada yang namanya klub penggemar Soma. Anggota klub penggemar ini seperti harus tau siapa-siapa saja yang bergabung dengan OSIS. Apakah dia pantas bergabung dan dinilai sanggup membantu dan tidak akan mengganggu kinerja Soma. Hampir setiap hari klub penggemar Soma ini datang ke kelas Sawa dan menginterogasinya.

Bagi yang sudah membaca Furuba sampai selesai, yesh! Ketua klub penggemar Soma adalah anak dari ketua klub Puriyuki. Nggak emak, nggak anak, nyusahin dua-duanya. DNA-nya bisa nurun gitu ye....

Hari-hari Sawa mendadak jadi ramai sekali. Terutama dengan kehadiran para Soma yang memiliki karakter unik. Cenderung aneh sih dibanding unik. Mungkin karena itu lah, perlahan Sawa mulai berubah. Ia mulai membuka dirinya ke orang lain.

Udah? Gitu doang ceritanya?

Oooooh, tentu tidak. Seperti biasa, konfliknya ini berhubungan dengan hal-hal gelap yang suka dilakukan oleh orang dewasa. Nggak bisa diceritakan di sini, karena sepoiler banget euy~ Komiknya cuma tiga jilid sih. Kalau gue ceritain si inti ceritanya itu, ya udah. Sama aja nyeritain keseluruhan cerita.


Overall, komik ini tetap menarik untuk dibaca. Hanya saja kalau dari kacamata penggemar Furuba, KURANG BANGET HAUUUUNG MAU LEBIH HUHU. Konfliknya sendiri terselesaikan dengan baik. Terselesaikan? Tercerahkan? Diceritakan dengan baik? Tapi ya.... Pengen lebih aja. Fangirl ini masih kurang bahan pengirlingannya.

GIMME MORE HAJIME AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Beneran deh, anaknya Kyo JAUH lebih ganteng daripada Kyo. Udah gitu lebih kalem, walau tetap ada temperamen bapaknya nurun. Astaga Hajime kenapa cakep banget...

Gimana kisahnya pula anaknya Yuki tingkahnya kayak Shigure? Yuki kagak stress apa anaknya kayak begitu? Udah mana anaknya Shigure dan you-know-who malah mirip Hatori. HOW CAAAAAAANN???

-edited-
Mendapat pencerahan kalau anak Yuki kelakuannya 11-12 dengan, siapa lagi kalau bukan pamannya yang sangat absurd, yaitu Ayame!! Ya astaga, lah iya ya... Gue nggak kepikiran Ayame masa hahahahaha. Walaupun tetap aja sih, Yuki nggak stress apa anaknya kayak begitu?

Mari hentikan di sini sebelum nggak sengaja gue spoiler.

Jadi!! Bagi penggemar Furuba, mari baca Furuba Another. Menggila membayangkan karakter Furuba menjadi orangtua. Menggila lihat anak-anak mereka yang nggak kalah anehnya dengan mereka. Sangat menyenangkan =w=b

Sedangkan bagi yang belum pernah baca Furuba, BACA FURUBA ASTAGA KOMIK BAGUS BANGET INI!!! Masih bisa ngerti jalan ceritanya tanpa baca Furuba sekalipun, tapi mungkin bakal ada beberapa lelucon yang nggak dimengerti karena berhubungan dengan karakter Furuba.


こんばんちわ♪

Liburan kali ini gue jalan-jalan ke Bandung naik kereta. Untuk pertama kalinya nih naik kereta ke luar kota. Padahal kerjanya juga tiap hari ke luar kota. KRL tidak dianggap kereta luar kota haha. Berhubung masih rada kurang pede kalau jalan sendirian di Indonesia (Bandung doang padahal), gue ajak adek sepupu buat jalan bareng. Perjalanan pun dimulai!

Bagaimana pengalaman pertama kali naik kereta Argo Parahyangan? Dingin banget najis. Keretanya sendiri nyaman. Tempat duduk empuk, ruang kaki memadai, tapi dingin banget najis. Lebih dingin dibanding naik pesawat. Tapi di Jakarta dan sekitarnya ini memang nggak tau diri sih dengan temperatur AC. Kebanyakan manusianya nggak bisa membedakan seperti apa yang dinamakan dingin, dan seperti apa yang dinamakan sejuk. Udah mana itu teh masih musim hujan yaaaaaa. Di luar hujan, makin tambah dingin aja di dalam gerbong. Alhasil, srat-srot srat-srot deh hidung gue.

Sesampainya di Bandung, kita segera mencari tempat makan. Selain karena sudah jam makan siang, lumayan broh tiga jam perjalanan. Dingin pula kan. Bikin laper. Gugling-gugling, menemukan satu rumah makan dekat sekali dari stasiun. Namanya Kandang Ayam. Kayaknya ini termasuk franchise di sekitaran kota Bandung. Gue sangat berharap mereka mau buka di Depok. Kenapa? Karena murah dan enak wooooy!!


Sesuai dengan namanya, restoran ini menjual berbagai makanan olahan daging ayam. Lebih tepatnya ayam goreng krispi. Gue pesan ayam goreng biasa gitu, dengan pilihan saus. Gue lupa waktu itu pilih saus apa. Nah, berhubung di bayangan gue teh kayaknya masih sanggup kalau ditambah Mac and Cheese, karena gue pikir porsinya bakalan sedikit. Ternyata porsinya cukup besaaaaar. Untuk ayamnya gue udah kebayang sih, kayak steak ayam goreng gitu. Karena itu restoran menu utamanya teh ayam goreng ini, jadi gue pikir menu lainnya semacam selingan, jadi porsinya sedikit. Ternyata banyak. Begak bego deh abis makan itu semua.


Abis makan, diputuskan untuk ke hotel dulu, check-in. Sekalian naro beberapa barang biar tas nggak berat-berat amat. Nginepnya di hotel Airy Eco Kebon Jati, di sekitaran belakang stasiun Bandung. Hotelnya cukup nyaman. Buat gue yang nggak enak cuma lampunya bukan putih =(( Yang lampu kuning oranye rada temaram itu lho. Untung furniturnya yang ala-ala modern clean gitu. Kalau ala tradisional, udah bikin merinding =((

Setelah check-in, baru deh jalan-jalaaaaann. Tujuan pertama adalah Jalan Braga. Niatnya pengen tabearuki-an, tapi hujan. Beneran deh, dikit-dikit gerimis, dikit-dikit ujan =(( Selain itu perut masih agak penuh gara-gara Mac and Cheese. Jadi hanya sekadar poto-poto dan mampir ke suatu kafe bernama Kopi Toko Djawa. Cek di internet sih review-nya lumayan oke.


Berhubung gue nggak minum kopi, jadi pesan coklat. Chika, 27 tahun, setiap ke warung kopi selalu memesan coklat.

Malamnya mampir sebentar ke Surabi Enhaii sebelum balik ke hotel.


Itu saus yang warna karamel apaan sih? Rasanya aneh beneran deh. Surabinya sendiri sih enak. Tapi sausnya itu bikin rada eneg.

Keesokan harinya, hari terakhir liburan di Bandung. Menghabiskan waktu di sekitaran Alun-Alun Bandung.


Bener-bener yang cuma jalan-jalan gejeh sekitaran Alun-alun.  Poto-poto pemandangan kota, jajan cemilan semacam kue pancong dan cuanki. Pokoknya di hari kedua tuh cuma menghabiskan waktu dengan bersantai-santai. Selain karena hari Jumat, si sepupu kan harus solat Jumat, juga rada mendung. Jadi ya, mending jangan jauh-jauh dari masjid.


Selesai solat Jumat, segera ke stasiun. Belanja titipan mamake berupa kue bolen dan cari makan siang murah di sekitaran stasiun. Santai-santai di kafe yang ada di dalam stasiun. Pulang deh ke Depok.

Nggak jelas banget yak? Haha. Kekurangan budget dan waktu, jadi cuma bisa menggejeh di pusat kota Bandung doang. Sebenernya sih pengen bisa melipir ampe ke Lembang juga. Lain waktu lagi kali ya~ Yang penting menjauh dari rumah dan kantor dulu deh =))

こんばんちわ♪

Untuk pertama kalinya nih gue ikutan nobar di Jakarta. Rame banget dah sumpah yaaaaa hahahahah. Kalian kenapa ekspresif sekali sih? Untung gue udah nonton duluan ya di Jepang. Jadi nggak gitu masalah ramai teriak-teriak. Andai kata itu baru pertama kali nonton, ada kemungkinan gue nggak bisa menikmati karena dialognya nggak kedengeran woy!! Tapi tetap menarik sih...

Asal ada adegan yang wah, penonton akan berdecak kagum, kemudian tepuk tangan riuh memenuhi studio. Apalagi pas Ryoutaro muncul, buset dah... Rame bener. Kalau nggak mengganggu, udah pada standing ovation kali saking bahagianya Ryoutaro balik lagi. Berbeda dengan pas gue nonton di Jepang, penonton hanya menarik napas takjub melihat Ryotaro. Selain itu pas ada yang lawak juga, iya lawakan Kazumin dan Otoya itu tuh, beuh, ketawa ngakak satu studio. Di Jepang? Yang kedengeran suara nahan ketawa. Itu pun hanya beberapa orang doang. Maklumi lah~ Penontonnya banyak anak kecil beserta orangtuanya. Kagak tau menau siapa itu Otoya.

Overall, cukup menyenangkan. Bisa ketemu temen-temen THI (Tokusatsu Heroine Indonesia), yang cuma gue tau namanya doang dari grup. Haha~

Tapi, bagaimanapun juga, yang paling menyebalkan adalah, MASA PAS PENAYANGAN REGULER PUN UJUNG-UJUNGNYA BISA DAPET GUDIS YANG SAMA DENGAN SPECIAL SCREENING DENGAN HARGA YANG JAUH LEBIH MURAH!!!!

Yesh, mari ngegas~

Tau gitu mah gue nggak usah ngeluarin duit special screening... Nonton kayak biasa aja, ambil paketan yang ada gudisnya. Jauh banget itu perbedaan harganya yaaaaaaa.

Dih.

Begitu selesai nonton film, poto-poto sebentar ama bocah-bocah THI. Kemudian? Langsung balik, berburu rekaman Hinafes 2019!!

Ada apa dengan Hinafes 2019?

ADA DABURUYU DEEEEEESU!!!!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Sepanjang nunggu jam nonton Kamen Rider aja ya, gue udah berkeliling Twitter demi mencari orang-orang yang berbaik hati merekam tayangan Hinafes huhu. Astaga, air mata ini tidak bisa kubendung setelah menonton full. Udah mana W teh tampilnya paling awal dong. Mereka pembuka konser asdfghjkl. Baru dimulai udah ngajak nangis anak orang ya Haropuro ini.

Terharu banget sumpah ya akhirnya W bisa balik berdua lagi. Emang udah curiga sih pas Aibon akhirnya diundang sebagai bintang tamu OG di konser musim panas tahun lalu. Itu pasti kalau Non nggak lagi hamil, pasti W tampil bareng. Eh, bener aja kaaaan tahun berikutnya, di Hinafes ternyata baliknya. Cuma ya cuma ya cuma yaaaaaaaa GUE KEBURU DI DEPOK wOAO)w NGGAK BISA NONTON LANGSUNG wOAO)w

Well, kalau nonton langsung pun pasti bareng temen kantor sih. Gilak, muka nangis jelek gue bakal kebongkar ama orang kantor itu agak mengerikan ngebayanginnya.

Begitu sampai rumah, langsung cek tracker, langsung donlod! Udah up aja lho haha. Yah, semua orang pengen nonton lah yaaaaaaa.

Dan begitu disetel videonya, SURPRISE!! DABURUYU TAMPIL PALING PERTAMA TOLONG AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Teriak-teriak deh gue pas denger intro Robo Kiss dimainkan, terus Tsuji Kago naik ke atas panggung. Air mata ini sudah tidak dapat dibendung lagi~~ Matta! Matteta yooooo!! Penantian dari jaman SMA akhirnya kejadian juga.


リーダの辻希美とサブリーダの加護亜依。
二人合わせて、ダブルユーでーす!

Bisa lihat mereka berdua tampil bareng lagi AAAAAAAAAAAAA!!! Udah gitu selain membawakan lagu-lagu W, mereka juga menyanyikan lagi Minimoni. Lengkap banget deh nostalgiaannya. Dan berterima kasih sekali kepada Non karena dia sampai niat banget bikin kostumnya huhu.

Setelah itu Hinafes berjalan seperti biasa. BEYOOOOONDS makin ramai aja ditambah tiga orang. Country Girls tanpa Yanamin, asa kuraaaaaaang =(( Tolong dong lagunya dirilis CD, jangan cuma digital u_u Setelah BEYOOOOONDS, Country Girls, Factory Groups tampil, masuk ke segment peringatan 20 tahun Haropuro. Di sini lah W tampil membawakan lagu-lagu Minimoni bersama Kamiko dan Funakki. Yang mengejutkan adalah, setelah Minimoni, mereka membawakan I Wish bersama Momusu.

Tangisan membanjiri wajah jelek bocah panda.

Tolong.... Tsuji Kago dengan I Wish itu, sangat identik sekali dengan konser kelulusan mereka. Apalagi di sini Aibon nangis dooooong. Ya makin tambah parah aja gue nangisnya.


Tapi penonton masih belom diajak istirahat. Tepat setelah penampilan Momusu, bintang tamu yang lain pun tampil. Ini juga salah satu OG yang nggak ada kabar. Menghilang gitu aja setelah lulus. Udah gitu, dia teh mantan ace.


Begitu intro Only You terdengar, penonton loses their mind. Apalagi pas Riho mulai nyanyi, "ITOOSHII KIIMIIIII HEEEEEEEE". Yang bikin heboh bukan hanya Riho, tapi formasi member yang tampil bersama Riho adalah member generasi 9, 10 dan 11. Uwaaaaaauu, generasi colorful era. Teriakan penonton makin kencang. Total, Riho membawakan tiga lagu. Only You, One・Two・Three dan Fantasy ga Hajimaru, yang dibawakan tidak hanya dengan Momusu, tapi juga bersama bintang tamu OG yang lain, yaitu Gaki-san dan Sayumi.

Gilak emang Hinafes taun ini. Bisa-bisanya duo legendaris dan ace masa kini yang udah nggak ada kabarnya tampil di satu panggung. Temen di Jepang sempet numpang ballot FC pakai akun gue, tapi nggak dapet haha. Pasti banyak banget lah ya yang mau nonton. Dan meskipun gue nggak bisa nonton langsung, gue tetap bahagia banget bisa liat W balik manggung berdua lagi.

Hinafes sendiri ditutup dengan lagu YEAH YEAH YEAH. Hinafes terakhirnya Ayacho T_________T Chotto samishii~♪

こんばんちわ♪

Udah pernah bilang nggak sih kalau gue udah balik ke ibu pertiwi? Well, karena itu lah akhir-akhir ini jarang update. Bukannya kenapa-kenapa sih, kehidupan gue pada dasarnya memang monoton. Nggak ada bedanya dengan di Jepang. Bedanya ya karena waktu tempuh rumah - kantor - rumah itu najis amit-amit, jadi nggak ada waktu dan niat yang cukup besar untuk ngetik-ngetik di sini =((

Anyway, libur Nyepi tahun ini ada hari kejepit. Jadi lah gue ambil cuti, kemudian terbang ke Padaaaang! Gila ya ke Padang doang aja harga tiket pesawatnya najis amit-amit. Lebih-lebih dari tiket pesawat dari Tokyo ke Hokkaido. Iya, ini gue masih belom mup-on. Untung dibayarin om ya hahaha. Bukan om-om girang ya. Akhirnya bisa pulang kampung juga ke Padang!

Bilangnya pulang kampung ke Padang, padahal mah dia bocah Depok aseli.

Jujur aja, perjalanan kali ini nggak begitu menarik karena........ MAMAK MAMAK SUMATERA BERISIK BANGET ASTAGAAAAAAA

Skip!

Kisah ini dimulai dari bandara Tabing! Hn? Bandara? Ya atuh masih nyisa hiasan-hiasan bekas Asian Games 2018, jadi heboh deh minta potoin di depan Bhin-bhin, Kaka, dan Atung. Norak gitu euy~ Karena terbangnya malem, jadi sesampainya di Padang langsung ke rumah. Mainnya baru keesokan harinya.

Keesokan harinya? Nggak jalan-jalan juga haha. Sempet main ke pantai Air Manis, tapi yaaaa, cuma gitu doang. Udah gitu kelamaan di jalan karena nyasar. Kenapa nyasar? Karena mamak-mamak petunjuk jalan pada asyik ngobrol nggak memperhatikan jalan. Si emak ngajak temen sekolah dia. Sekalian jalan-jalan bareng temen, sekalian jadi petunjuk jalan. Secara kan ya, emak gue udah bertaun-taun di Depok, jadi ya udah nggak kenal lagi jalan-jalan di Padang. Tapi ya mamak-mamak berkumpul mah, yang ada ngegosip muluk. Udah gitu ngasih tau arahnya ke jalan yang nggak boleh dimasuki mobil pula. Jadi nyasar deh. Lumayan banget nyasarnya.

Di pantai Air Manis pun nggak gitu menyenangkan, karena memang mood udah keburu rusak. Belom lagi obrolan mamak-mamak yang menyebalkan. Tau kan betapa basa-basi menyebalkan ala orang Indonesia? Seperti biasa, pastinya ditanya-tanya mengenai pacar (nggak punya), kapan nikah (kagak minat dengan pernikahan), kerja di mana (ada lah pokoknya), gajinya berapa (lumayan lah pokoknya), ada lowongan nggak di kantornya buat anak saya (kagak ada), blahblahblah BODO AMAAAATTT. Pemandangan pantai yang indah, jadi nggak menarik.


Udah gitu ya, jeep-jeep kecil yang disewakan untuk turis teh malah bikin polusi. Bikin suasana yang panas, lengket makin nggak enak karena menghirup gas buangan dari jeep-jeep tersebut. Ngerti sih, namanya juga orang cari duit, tapi itu beneran udah jadi polusi =((

Untungnya, karena itu teh hari Jumat, jadi nggak lama-lama amat perginya. Si bapak kan kudu salat Jumat.

Abis salat Jumat, si bapak ngajak makan di warung makan langganan dia. Bilangnya belakang rumah, deket. Ya tapi ke sananya naik mobil =)) Panas banget katanya. Bahkan naik motor aja ogah, apalagi jalan kaki. Terserah babeh aja dah...

Nah, itu ya!!! Salah satu hal yang paling menyenangkan selama di Padang. Gilak itu makanan murah-murah banget dengan porsi yang lumayan gede. Gue makan gulai kepala ikan, udang goreng tepung yang mana udangnya gedeeee banget! Udang segede gitu nggak akan mungkin bisa ditemukan di warung makan pinggir jalan di Jakarta. Juga makan cumi bakar, telor dadar, perkedel, daun singkong juga pastinya. Nasi? Tambah lah hahahaha. One does not simply, eat Minang delicacies without rice.

Yang gue sebut di atas itu cuma gue doang ya. Si bapak juga beda lagi. Dan itu semua nggak nyampe cepek rebu tuh AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Bisa beneran gendut gue kalau lama tinggal di sana, karena gue beri tau sekali lagi. One does not simply, eat Minang delicacies without rice.

Maapkan nggak ada potonya. Beneran ke warung doang soalnya. Dan pengunjungnya tuh orang-orang kantoran yang lagi makan siang. Asa aneh banget kan kalau tiba-tiba gue poto-poto di sono. Ketauan amat turisnya haha.

Sorenya menyempatkan diri ke Trans Mart karena si emak mau belanja. Karena Padang teh emang panas banget, gue beli jus dan buah melon. Seger gitu kan dimakan panas-panas teh. Betapa terkejutnya gue melon yang dijual di sana rasanya pahit. Beneran pahit lho. Itu udah mateng. Gue beli yang dipotong setengah. Jadi bisa liat warna dagingnya kayak gimana. Itu mateng lho. PAHIT BANGET TAPI YAAAAAA. Beneran deh. Selama ini seasal-asalnya gue ambil melon, nggak pernah dapet yang pahit. Nah ini teh pahit banget. Udah gitu mahal pula kan. Merasa tertipu jadinya tuh huhu u_u

Keesokan harinya, pagi-pagi banget gue diajak ke sebuah warung langganan si emak. Enak banget kata dia mah. Warungnya ini cuma buka pagi hari doang. Siang udah tutup. Yowes, karena masih pagi banget, gue pesen bubur ayam. Honestly, ya biasa aja. Selain itu gue juga pesen roti bakar. Rotinya juga biasa aja u_u Nggak ada yang spesial. Jauh lebih enak buatan gue kemana-mana.

Abis sarapan, iseng-iseng ke jembatan Siti Nurbaya. Pengen poto-poto niatnya tuh... Ya tapi jam sembilanan aja panasnya udah kayak jam satu di Jakarta. Udah mana nggak nyaman banget ngalor-ngidul diikutin emak-emak yang dikit-dikit minta poto. Alhasil cuma sempet poto-poto sekitar Batang Arau doang.


Bahkan niat poto di malam hari pun nggak kesampaian karena UJAN. Gila ya emang ujan tuh musuh terbesar lah buat gue. Terserah lah mau dibilang hujan itu berkah blahblahblah. Gue tetap benci setengah mateng ama ujan u_u

Ya elu juga sih segala ame onna.

Udah gitu doang. Minggunya pulang deh ke Depok.

Gila, jauh-jauh ke Padang cuma begitu doang. Berasa buang-buang cuti unuk liburan yang kurang menyenangkan =A=
Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Serba-serbi Kutukan Fruits Basket
  • Apabila Bertemu Diri Sendiri Sepuluh Tahun yang Lalu

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates