ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

Pertama-tama izinkan saya untuk curhat sedikit,

UDAH NGETIK PANJANG PANJANG EH NGGAK SENGAJA KEAPUS, DOSA APA HAMBA YA TUHAAAAAAANNN

Asli, begok banget bisa ampe kehapus =((

こんばんちわ♪

Remake dari kartun Fruits Basktet akhirnya tayang juga! Sepertinya karena itu lah, jumlah akses post Fruits Basket di blog ini bertambah dengan sangat cepat. Bahkan merupakan post dengan jumlah akses terbanyak. Pada kepo ya ama sekumpulan ikemen di Furuba? Fufufu~

Kalau begitu, apa itu Fruits Basket Another? Sequel-nya Furuba kah?

Dibilang sequel, ya nggak salah juga sih. Menurut gue agak kurang cocok aja Furuba Another disebut sebagai sequel dari Furuba, meskipun memang karakter-karakter yang ada di komik ini merupakan keturunan dari karakter-karakter Furuba. Cerita Furuba Another ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita Furuba. Karakter-karakter di Furuba pun tidak ada yang muncul kecuali adiknya Momiji, Momo.

Eh, spoiler nggak sih itu?

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Sawa Mitoma, yang baru saja menjadi murid SMA. Trauma masa kecilnya membuat ia menjadi pribadi yang kelewat minder. Hidupnya hanya terfokus agar tidak berinteraksi dengan orang lain, karena tidak mau jadi beban dan menyusahkan orang lain. Dengan sifatnya yang seperti itu, suatu hari Sawa justru diajak bergabung ke OSIS oleh Mutsuki Soma, wakil ketua OSIS. Lebih tepatnya dipaksa sih, err--lebih tepatnya tau-tau namanya dimasukan ke daftar anggota OSIS secara sepihak oleh Mutsuki.

Mutsuki main bareng Shigure mulu kali ya.....

Kebayang kan, orang seperti Sawa tau-tau menjadi anggota OSIS. Parahnya lagi, di sekolah tersebut ada yang namanya klub penggemar Soma. Anggota klub penggemar ini seperti harus tau siapa-siapa saja yang bergabung dengan OSIS. Apakah dia pantas bergabung dan dinilai sanggup membantu dan tidak akan mengganggu kinerja Soma. Hampir setiap hari klub penggemar Soma ini datang ke kelas Sawa dan menginterogasinya.

Bagi yang sudah membaca Furuba sampai selesai, yesh! Ketua klub penggemar Soma adalah anak dari ketua klub Puriyuki. Nggak emak, nggak anak, nyusahin dua-duanya. DNA-nya bisa nurun gitu ye....

Hari-hari Sawa mendadak jadi ramai sekali. Terutama dengan kehadiran para Soma yang memiliki karakter unik. Cenderung aneh sih dibanding unik. Mungkin karena itu lah, perlahan Sawa mulai berubah. Ia mulai membuka dirinya ke orang lain.

Udah? Gitu doang ceritanya?

Oooooh, tentu tidak. Seperti biasa, konfliknya ini berhubungan dengan hal-hal gelap yang suka dilakukan oleh orang dewasa. Nggak bisa diceritakan di sini, karena sepoiler banget euy~ Komiknya cuma tiga jilid sih. Kalau gue ceritain si inti ceritanya itu, ya udah. Sama aja nyeritain keseluruhan cerita.


Overall, komik ini tetap menarik untuk dibaca. Hanya saja kalau dari kacamata penggemar Furuba, KURANG BANGET HAUUUUNG MAU LEBIH HUHU. Konfliknya sendiri terselesaikan dengan baik. Terselesaikan? Tercerahkan? Diceritakan dengan baik? Tapi ya.... Pengen lebih aja. Fangirl ini masih kurang bahan pengirlingannya.

GIMME MORE HAJIME AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Beneran deh, anaknya Kyo JAUH lebih ganteng daripada Kyo. Udah gitu lebih kalem, walau tetap ada temperamen bapaknya nurun. Astaga Hajime kenapa cakep banget...

Gimana kisahnya pula anaknya Yuki tingkahnya kayak Shigure? Yuki kagak stress apa anaknya kayak begitu? Udah mana anaknya Shigure dan you-know-who malah mirip Hatori. HOW CAAAAAAANN???

-edited-
Mendapat pencerahan kalau anak Yuki kelakuannya 11-12 dengan, siapa lagi kalau bukan pamannya yang sangat absurd, yaitu Ayame!! Ya astaga, lah iya ya... Gue nggak kepikiran Ayame masa hahahahaha. Walaupun tetap aja sih, Yuki nggak stress apa anaknya kayak begitu?

Mari hentikan di sini sebelum nggak sengaja gue spoiler.

Jadi!! Bagi penggemar Furuba, mari baca Furuba Another. Menggila membayangkan karakter Furuba menjadi orangtua. Menggila lihat anak-anak mereka yang nggak kalah anehnya dengan mereka. Sangat menyenangkan =w=b

Sedangkan bagi yang belum pernah baca Furuba, BACA FURUBA ASTAGA KOMIK BAGUS BANGET INI!!! Masih bisa ngerti jalan ceritanya tanpa baca Furuba sekalipun, tapi mungkin bakal ada beberapa lelucon yang nggak dimengerti karena berhubungan dengan karakter Furuba.


こんばんちわ♪

Liburan kali ini gue jalan-jalan ke Bandung naik kereta. Untuk pertama kalinya nih naik kereta ke luar kota. Padahal kerjanya juga tiap hari ke luar kota. KRL tidak dianggap kereta luar kota haha. Berhubung masih rada kurang pede kalau jalan sendirian di Indonesia (Bandung doang padahal), gue ajak adek sepupu buat jalan bareng. Perjalanan pun dimulai!

Bagaimana pengalaman pertama kali naik kereta Argo Parahyangan? Dingin banget najis. Keretanya sendiri nyaman. Tempat duduk empuk, ruang kaki memadai, tapi dingin banget najis. Lebih dingin dibanding naik pesawat. Tapi di Jakarta dan sekitarnya ini memang nggak tau diri sih dengan temperatur AC. Kebanyakan manusianya nggak bisa membedakan seperti apa yang dinamakan dingin, dan seperti apa yang dinamakan sejuk. Udah mana itu teh masih musim hujan yaaaaaa. Di luar hujan, makin tambah dingin aja di dalam gerbong. Alhasil, srat-srot srat-srot deh hidung gue.

Sesampainya di Bandung, kita segera mencari tempat makan. Selain karena sudah jam makan siang, lumayan broh tiga jam perjalanan. Dingin pula kan. Bikin laper. Gugling-gugling, menemukan satu rumah makan dekat sekali dari stasiun. Namanya Kandang Ayam. Kayaknya ini termasuk franchise di sekitaran kota Bandung. Gue sangat berharap mereka mau buka di Depok. Kenapa? Karena murah dan enak wooooy!!


Sesuai dengan namanya, restoran ini menjual berbagai makanan olahan daging ayam. Lebih tepatnya ayam goreng krispi. Gue pesan ayam goreng biasa gitu, dengan pilihan saus. Gue lupa waktu itu pilih saus apa. Nah, berhubung di bayangan gue teh kayaknya masih sanggup kalau ditambah Mac and Cheese, karena gue pikir porsinya bakalan sedikit. Ternyata porsinya cukup besaaaaar. Untuk ayamnya gue udah kebayang sih, kayak steak ayam goreng gitu. Karena itu restoran menu utamanya teh ayam goreng ini, jadi gue pikir menu lainnya semacam selingan, jadi porsinya sedikit. Ternyata banyak. Begak bego deh abis makan itu semua.


Abis makan, diputuskan untuk ke hotel dulu, check-in. Sekalian naro beberapa barang biar tas nggak berat-berat amat. Nginepnya di hotel Airy Eco Kebon Jati, di sekitaran belakang stasiun Bandung. Hotelnya cukup nyaman. Buat gue yang nggak enak cuma lampunya bukan putih =(( Yang lampu kuning oranye rada temaram itu lho. Untung furniturnya yang ala-ala modern clean gitu. Kalau ala tradisional, udah bikin merinding =((

Setelah check-in, baru deh jalan-jalaaaaann. Tujuan pertama adalah Jalan Braga. Niatnya pengen tabearuki-an, tapi hujan. Beneran deh, dikit-dikit gerimis, dikit-dikit ujan =(( Selain itu perut masih agak penuh gara-gara Mac and Cheese. Jadi hanya sekadar poto-poto dan mampir ke suatu kafe bernama Kopi Toko Djawa. Cek di internet sih review-nya lumayan oke.


Berhubung gue nggak minum kopi, jadi pesan coklat. Chika, 27 tahun, setiap ke warung kopi selalu memesan coklat.

Malamnya mampir sebentar ke Surabi Enhaii sebelum balik ke hotel.


Itu saus yang warna karamel apaan sih? Rasanya aneh beneran deh. Surabinya sendiri sih enak. Tapi sausnya itu bikin rada eneg.

Keesokan harinya, hari terakhir liburan di Bandung. Menghabiskan waktu di sekitaran Alun-Alun Bandung.


Bener-bener yang cuma jalan-jalan gejeh sekitaran Alun-alun.  Poto-poto pemandangan kota, jajan cemilan semacam kue pancong dan cuanki. Pokoknya di hari kedua tuh cuma menghabiskan waktu dengan bersantai-santai. Selain karena hari Jumat, si sepupu kan harus solat Jumat, juga rada mendung. Jadi ya, mending jangan jauh-jauh dari masjid.


Selesai solat Jumat, segera ke stasiun. Belanja titipan mamake berupa kue bolen dan cari makan siang murah di sekitaran stasiun. Santai-santai di kafe yang ada di dalam stasiun. Pulang deh ke Depok.

Nggak jelas banget yak? Haha. Kekurangan budget dan waktu, jadi cuma bisa menggejeh di pusat kota Bandung doang. Sebenernya sih pengen bisa melipir ampe ke Lembang juga. Lain waktu lagi kali ya~ Yang penting menjauh dari rumah dan kantor dulu deh =))

こんばんちわ♪

Untuk pertama kalinya nih gue ikutan nobar di Jakarta. Rame banget dah sumpah yaaaaa hahahahah. Kalian kenapa ekspresif sekali sih? Untung gue udah nonton duluan ya di Jepang. Jadi nggak gitu masalah ramai teriak-teriak. Andai kata itu baru pertama kali nonton, ada kemungkinan gue nggak bisa menikmati karena dialognya nggak kedengeran woy!! Tapi tetap menarik sih...

Asal ada adegan yang wah, penonton akan berdecak kagum, kemudian tepuk tangan riuh memenuhi studio. Apalagi pas Ryoutaro muncul, buset dah... Rame bener. Kalau nggak mengganggu, udah pada standing ovation kali saking bahagianya Ryoutaro balik lagi. Berbeda dengan pas gue nonton di Jepang, penonton hanya menarik napas takjub melihat Ryotaro. Selain itu pas ada yang lawak juga, iya lawakan Kazumin dan Otoya itu tuh, beuh, ketawa ngakak satu studio. Di Jepang? Yang kedengeran suara nahan ketawa. Itu pun hanya beberapa orang doang. Maklumi lah~ Penontonnya banyak anak kecil beserta orangtuanya. Kagak tau menau siapa itu Otoya.

Overall, cukup menyenangkan. Bisa ketemu temen-temen THI (Tokusatsu Heroine Indonesia), yang cuma gue tau namanya doang dari grup. Haha~

Tapi, bagaimanapun juga, yang paling menyebalkan adalah, MASA PAS PENAYANGAN REGULER PUN UJUNG-UJUNGNYA BISA DAPET GUDIS YANG SAMA DENGAN SPECIAL SCREENING DENGAN HARGA YANG JAUH LEBIH MURAH!!!!

Yesh, mari ngegas~

Tau gitu mah gue nggak usah ngeluarin duit special screening... Nonton kayak biasa aja, ambil paketan yang ada gudisnya. Jauh banget itu perbedaan harganya yaaaaaaa.

Dih.

Begitu selesai nonton film, poto-poto sebentar ama bocah-bocah THI. Kemudian? Langsung balik, berburu rekaman Hinafes 2019!!

Ada apa dengan Hinafes 2019?

ADA DABURUYU DEEEEEESU!!!!

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Sepanjang nunggu jam nonton Kamen Rider aja ya, gue udah berkeliling Twitter demi mencari orang-orang yang berbaik hati merekam tayangan Hinafes huhu. Astaga, air mata ini tidak bisa kubendung setelah menonton full. Udah mana W teh tampilnya paling awal dong. Mereka pembuka konser asdfghjkl. Baru dimulai udah ngajak nangis anak orang ya Haropuro ini.

Terharu banget sumpah ya akhirnya W bisa balik berdua lagi. Emang udah curiga sih pas Aibon akhirnya diundang sebagai bintang tamu OG di konser musim panas tahun lalu. Itu pasti kalau Non nggak lagi hamil, pasti W tampil bareng. Eh, bener aja kaaaan tahun berikutnya, di Hinafes ternyata baliknya. Cuma ya cuma ya cuma yaaaaaaaa GUE KEBURU DI DEPOK wOAO)w NGGAK BISA NONTON LANGSUNG wOAO)w

Well, kalau nonton langsung pun pasti bareng temen kantor sih. Gilak, muka nangis jelek gue bakal kebongkar ama orang kantor itu agak mengerikan ngebayanginnya.

Begitu sampai rumah, langsung cek tracker, langsung donlod! Udah up aja lho haha. Yah, semua orang pengen nonton lah yaaaaaaa.

Dan begitu disetel videonya, SURPRISE!! DABURUYU TAMPIL PALING PERTAMA TOLONG AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! Teriak-teriak deh gue pas denger intro Robo Kiss dimainkan, terus Tsuji Kago naik ke atas panggung. Air mata ini sudah tidak dapat dibendung lagi~~ Matta! Matteta yooooo!! Penantian dari jaman SMA akhirnya kejadian juga.


リーダの辻希美とサブリーダの加護亜依。
二人合わせて、ダブルユーでーす!

Bisa lihat mereka berdua tampil bareng lagi AAAAAAAAAAAAA!!! Udah gitu selain membawakan lagu-lagu W, mereka juga menyanyikan lagi Minimoni. Lengkap banget deh nostalgiaannya. Dan berterima kasih sekali kepada Non karena dia sampai niat banget bikin kostumnya huhu.

Setelah itu Hinafes berjalan seperti biasa. BEYOOOOONDS makin ramai aja ditambah tiga orang. Country Girls tanpa Yanamin, asa kuraaaaaaang =(( Tolong dong lagunya dirilis CD, jangan cuma digital u_u Setelah BEYOOOOONDS, Country Girls, Factory Groups tampil, masuk ke segment peringatan 20 tahun Haropuro. Di sini lah W tampil membawakan lagu-lagu Minimoni bersama Kamiko dan Funakki. Yang mengejutkan adalah, setelah Minimoni, mereka membawakan I Wish bersama Momusu.

Tangisan membanjiri wajah jelek bocah panda.

Tolong.... Tsuji Kago dengan I Wish itu, sangat identik sekali dengan konser kelulusan mereka. Apalagi di sini Aibon nangis dooooong. Ya makin tambah parah aja gue nangisnya.


Tapi penonton masih belom diajak istirahat. Tepat setelah penampilan Momusu, bintang tamu yang lain pun tampil. Ini juga salah satu OG yang nggak ada kabar. Menghilang gitu aja setelah lulus. Udah gitu, dia teh mantan ace.


Begitu intro Only You terdengar, penonton loses their mind. Apalagi pas Riho mulai nyanyi, "ITOOSHII KIIMIIIII HEEEEEEEE". Yang bikin heboh bukan hanya Riho, tapi formasi member yang tampil bersama Riho adalah member generasi 9, 10 dan 11. Uwaaaaaauu, generasi colorful era. Teriakan penonton makin kencang. Total, Riho membawakan tiga lagu. Only You, One・Two・Three dan Fantasy ga Hajimaru, yang dibawakan tidak hanya dengan Momusu, tapi juga bersama bintang tamu OG yang lain, yaitu Gaki-san dan Sayumi.

Gilak emang Hinafes taun ini. Bisa-bisanya duo legendaris dan ace masa kini yang udah nggak ada kabarnya tampil di satu panggung. Temen di Jepang sempet numpang ballot FC pakai akun gue, tapi nggak dapet haha. Pasti banyak banget lah ya yang mau nonton. Dan meskipun gue nggak bisa nonton langsung, gue tetap bahagia banget bisa liat W balik manggung berdua lagi.

Hinafes sendiri ditutup dengan lagu YEAH YEAH YEAH. Hinafes terakhirnya Ayacho T_________T Chotto samishii~♪

こんばんちわ♪

Udah pernah bilang nggak sih kalau gue udah balik ke ibu pertiwi? Well, karena itu lah akhir-akhir ini jarang update. Bukannya kenapa-kenapa sih, kehidupan gue pada dasarnya memang monoton. Nggak ada bedanya dengan di Jepang. Bedanya ya karena waktu tempuh rumah - kantor - rumah itu najis amit-amit, jadi nggak ada waktu dan niat yang cukup besar untuk ngetik-ngetik di sini =((

Anyway, libur Nyepi tahun ini ada hari kejepit. Jadi lah gue ambil cuti, kemudian terbang ke Padaaaang! Gila ya ke Padang doang aja harga tiket pesawatnya najis amit-amit. Lebih-lebih dari tiket pesawat dari Tokyo ke Hokkaido. Iya, ini gue masih belom mup-on. Untung dibayarin om ya hahaha. Bukan om-om girang ya. Akhirnya bisa pulang kampung juga ke Padang!

Bilangnya pulang kampung ke Padang, padahal mah dia bocah Depok aseli.

Jujur aja, perjalanan kali ini nggak begitu menarik karena........ MAMAK MAMAK SUMATERA BERISIK BANGET ASTAGAAAAAAA

Skip!

Kisah ini dimulai dari bandara Tabing! Hn? Bandara? Ya atuh masih nyisa hiasan-hiasan bekas Asian Games 2018, jadi heboh deh minta potoin di depan Bhin-bhin, Kaka, dan Atung. Norak gitu euy~ Karena terbangnya malem, jadi sesampainya di Padang langsung ke rumah. Mainnya baru keesokan harinya.

Keesokan harinya? Nggak jalan-jalan juga haha. Sempet main ke pantai Air Manis, tapi yaaaa, cuma gitu doang. Udah gitu kelamaan di jalan karena nyasar. Kenapa nyasar? Karena mamak-mamak petunjuk jalan pada asyik ngobrol nggak memperhatikan jalan. Si emak ngajak temen sekolah dia. Sekalian jalan-jalan bareng temen, sekalian jadi petunjuk jalan. Secara kan ya, emak gue udah bertaun-taun di Depok, jadi ya udah nggak kenal lagi jalan-jalan di Padang. Tapi ya mamak-mamak berkumpul mah, yang ada ngegosip muluk. Udah gitu ngasih tau arahnya ke jalan yang nggak boleh dimasuki mobil pula. Jadi nyasar deh. Lumayan banget nyasarnya.

Di pantai Air Manis pun nggak gitu menyenangkan, karena memang mood udah keburu rusak. Belom lagi obrolan mamak-mamak yang menyebalkan. Tau kan betapa basa-basi menyebalkan ala orang Indonesia? Seperti biasa, pastinya ditanya-tanya mengenai pacar (nggak punya), kapan nikah (kagak minat dengan pernikahan), kerja di mana (ada lah pokoknya), gajinya berapa (lumayan lah pokoknya), ada lowongan nggak di kantornya buat anak saya (kagak ada), blahblahblah BODO AMAAAATTT. Pemandangan pantai yang indah, jadi nggak menarik.


Udah gitu ya, jeep-jeep kecil yang disewakan untuk turis teh malah bikin polusi. Bikin suasana yang panas, lengket makin nggak enak karena menghirup gas buangan dari jeep-jeep tersebut. Ngerti sih, namanya juga orang cari duit, tapi itu beneran udah jadi polusi =((

Untungnya, karena itu teh hari Jumat, jadi nggak lama-lama amat perginya. Si bapak kan kudu salat Jumat.

Abis salat Jumat, si bapak ngajak makan di warung makan langganan dia. Bilangnya belakang rumah, deket. Ya tapi ke sananya naik mobil =)) Panas banget katanya. Bahkan naik motor aja ogah, apalagi jalan kaki. Terserah babeh aja dah...

Nah, itu ya!!! Salah satu hal yang paling menyenangkan selama di Padang. Gilak itu makanan murah-murah banget dengan porsi yang lumayan gede. Gue makan gulai kepala ikan, udang goreng tepung yang mana udangnya gedeeee banget! Udang segede gitu nggak akan mungkin bisa ditemukan di warung makan pinggir jalan di Jakarta. Juga makan cumi bakar, telor dadar, perkedel, daun singkong juga pastinya. Nasi? Tambah lah hahahaha. One does not simply, eat Minang delicacies without rice.

Yang gue sebut di atas itu cuma gue doang ya. Si bapak juga beda lagi. Dan itu semua nggak nyampe cepek rebu tuh AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. Bisa beneran gendut gue kalau lama tinggal di sana, karena gue beri tau sekali lagi. One does not simply, eat Minang delicacies without rice.

Maapkan nggak ada potonya. Beneran ke warung doang soalnya. Dan pengunjungnya tuh orang-orang kantoran yang lagi makan siang. Asa aneh banget kan kalau tiba-tiba gue poto-poto di sono. Ketauan amat turisnya haha.

Sorenya menyempatkan diri ke Trans Mart karena si emak mau belanja. Karena Padang teh emang panas banget, gue beli jus dan buah melon. Seger gitu kan dimakan panas-panas teh. Betapa terkejutnya gue melon yang dijual di sana rasanya pahit. Beneran pahit lho. Itu udah mateng. Gue beli yang dipotong setengah. Jadi bisa liat warna dagingnya kayak gimana. Itu mateng lho. PAHIT BANGET TAPI YAAAAAA. Beneran deh. Selama ini seasal-asalnya gue ambil melon, nggak pernah dapet yang pahit. Nah ini teh pahit banget. Udah gitu mahal pula kan. Merasa tertipu jadinya tuh huhu u_u

Keesokan harinya, pagi-pagi banget gue diajak ke sebuah warung langganan si emak. Enak banget kata dia mah. Warungnya ini cuma buka pagi hari doang. Siang udah tutup. Yowes, karena masih pagi banget, gue pesen bubur ayam. Honestly, ya biasa aja. Selain itu gue juga pesen roti bakar. Rotinya juga biasa aja u_u Nggak ada yang spesial. Jauh lebih enak buatan gue kemana-mana.

Abis sarapan, iseng-iseng ke jembatan Siti Nurbaya. Pengen poto-poto niatnya tuh... Ya tapi jam sembilanan aja panasnya udah kayak jam satu di Jakarta. Udah mana nggak nyaman banget ngalor-ngidul diikutin emak-emak yang dikit-dikit minta poto. Alhasil cuma sempet poto-poto sekitar Batang Arau doang.


Bahkan niat poto di malam hari pun nggak kesampaian karena UJAN. Gila ya emang ujan tuh musuh terbesar lah buat gue. Terserah lah mau dibilang hujan itu berkah blahblahblah. Gue tetap benci setengah mateng ama ujan u_u

Ya elu juga sih segala ame onna.

Udah gitu doang. Minggunya pulang deh ke Depok.

Gila, jauh-jauh ke Padang cuma begitu doang. Berasa buang-buang cuti unuk liburan yang kurang menyenangkan =A=

こんばんちわ♪

Hampir seluruh temen gue kaget begitu tau kalau gue baca novel satu ini. Yah, emang bukan tipe-tipe cerita yang biasa gue baca sih. Sesungguhnya gue udah lama banget penasaran dengan novel orang kaya gila ini. Pertama kali tau itu ketika diumumkan film adaptasinya, dari tweet temen gue yang sepertinya suka sekali dengan novel ini. Dari judul cukup menarik kan ya. Tapi ya, diriku tidak jadi baca karena bagaimana pun juga tidak tertarik dengan novel romansa, apalagi barat.

Sampai akhirnya, filmnya rilis. Yutuber-yutuber jadi banyak yang ngasih review tuh kan, nah salah satunya si React-react itu lho. Mereka bikin video React to Crazy Rich Asian. Gara-gara nonton ini, gue jadi beneran tertarik banget baca novelnya, karena kalau berdasarkan komentar bocah-bocah di video tersebut terutama yang keturunan Cina, tuh kayak okeeeeee banget. Bahkan satu ada yang ampe nangis karena novel ini tuh kayak jadi penolong dia untuk nggak minder jadi orang Asia di Amerika.

Oh, berarti bukan cuma "si miskin dan si kaya jatuh cinta tapi keluarga si kaya menolak si miskin" dong ya?

Kuy lah, Amazooooonn!! Beli deh :3

1. Crazy Rich Asian


Setelah dibaca, to be honest, gue nggak mendapatkan apa yang gue harapkan ketika mendengar salah satu bocah FBE berkomentar kalau novel ini adalah penolong buat dia, karena ceritanya emang sekadar "si miskin dan si kaya jatuh cinta tapi keluarga si kaya menolak si miskin". Gue pikir akan ada sedikit konflik antara Asian dan Non-Asian. Kagak ada. Pure kisah si miskin yang ditolak abis-abisan oleh lingkungan si kaya.

Alkisah, Rachel Chu, seorang American-born Chinese aka ABC diajak oleh pacarnya Nicholas Young ke kampung halamannya di Singapura untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Ya Rachel mah hayuk-hayuk aja. Kenapa nggak kan ya? Eh, pas nyampe Singapura, si Rachel ini baru tau kalau ternyata, pacarnya itu orang tajir melinting. Udah deh kan ya, tau sendiri komunitas Asia mah kan demennya gosip sana, gosip sini. Mulai dari gosip Nick mau mengenalkan pacarnya ke keluarganya untuk menikah, Rachel adalah anak dari keluarga pemilik usaha operasi plastik terkenal di Taiwan, Nick dikadalin ama Rachel yang hanya mengincar harta begitu tau kalau Rachel itu ABC yang mana ibunya dari Mainland bapaknya nggak jelas siapa, nama Nick dicoret dari daftar pewaris utama keluarga, blahblahblah.

Rempong bener sih duh astagaaaaaaaaaaa. So related tho. Kenapa sih orang Asia tuh ya emang paling hobi banget bergosip ria?

Nick ini memang bukan sekadar orang kaya biasa. Keluarganya bisa dibilang keserempet dikit bangsawan. Apalagi Nick ini berada di garis keturunan keluarga inti, Young. Jadi lah dia tuh kayak cucu kesayangan banget oleh neneknya yang powerful. Neneknya tuh udah kayak karakter tak terkalahkan deh saking punya power. Well, power yang dimaksud di sini adalah duit.

It's ALL about the money, money, money~♪

Selama baca buku ini, lo akan melihat banyaaaak sekali sifat-sifat jelek nan luhur seorang manusia. Penghinaan-penghinaan yang diterima Rachel hanya karena dia itu dari Mainland tuh cukup sakit dibacanya. Sebagai sobat miskin, berasa dihina juga diri ini u_u

Juga berbagai kemewahan. Kemana-mana naiknya pesawat pribadi. Juru masak pribadi. Maid pribadi. Semuuuuuua serba "pribadi". Berbagai merek-merek mewah yang bahkan nggak pernah gue denger, well sobat miskin taunya cuma Chanel, Bulgari dan LV. Nama-nama desainer ternama dunia yang pastinya, nggak pernah gue denger juga. Daerah-daerah di Eropa, hotel-hotel, restoran-restoran yang nggak bisa dibayangkan sedikitpun karena nggak pernah berkunjung ke sana. Hari ini lagi di Singapura, besoknya bisa dengan entengnya ke Paris karena mau belanja =(( Sobat miskin can't relate deh kalau yang ini mah.

Tapi Rachel nggak peduli dengan itu semua. Cintanya ke Nick tulus, juga sebaliknya. Rachel tetap menjadi Rachel yang mana seorang Asian tapi sangat American. Ini nih salah satunya yang bikin kastanya jadi kayak rendah banget gitu. Rachel American banget.

Nggak penting kan? Emang!

Nah dari tadi kan yang dibahas Rachel dan Nick doang nih, padahal ada satu kisah lagi yanng menurut gue salah satu cerita penting di Crazy Rich Asian, yaitu kisah pernikahan sepupu Nick, Astrid Leong dan suaminya, Michael Teo. Kisahnya masih sama, si miskin dan si kaya. Bedanya sih ya.... Miskinnya ini masih tajir melinting. Michael memiliki perusahaan IT yang cukup besar, tapi ya levelnya masih jauuuuuh di bawah keluarga Nick. Meskipun perusahaannya cukup terbilang sukses, tetep, nggak level kalau kata keluarganya mah haha.

Honestly, gue lebih suka dengan kisah Astrid dan Michael dibanding Rachel dan Nick.

Astrid dong yaaaaaaaa! Bener-bener tipikal orang kaya dari brojol, jadi mau ngeluarin duit mah nggak pakai mikir dua kali, tapi dengan etika dan sifat yang down to earth banget. Tau nggak sih orang kaya yang nggak neko-neko? Standar hidup dia jelas tinggi banget, tapi ya karena memang taunya hidup seperti itu. Bukan yang maksa banget biar nampak berkelas.

Di filmnya pun beneran cantik elegan sekali si Astrid ini. Aku suka~

Nah, kebayang kan kira-kira ceritanya kayak gimana? Hanya berputar di masalah si kaya dan si miskin. Anehnya, kelar lho gue baca novel ini. Selain karena sudah bertekad untuk membaca sampai habis buku apapun itu yang sedang dibaca, anehnya ya!! Kayak ada sesuatu yang bikin penasaran dan pastinya, mengharapkan epic comeback dari Rachel. Jadi? Akhirnya gimana? Baca aja sendiri lah haha~

Padahal bakal kena spoiler juga nanti di bahasan buku kedua =))

Tapi ada satu yang gue nggak suka dari novel ini yaitu, KARAKTERNYA BANYAK BANGET YAAAAAA!!! Lo tau tipikal keluarga Asia? Om, tante, keluarga mertuanya om dan tante, saudara jauh, sepupu, keluarga suami/istrinya sepupu, keponakan, temen, keluarganya temen, keluarganya pacar/suami/istri temen, buset dah. Keluar semua itu yaaaaa. Udah baca kelar tiga buku pun, gue baru ngeh dengan silsilah keluarga inti Young.

Cukup direkomendasikan untuk bahan bacaan ringan, walau mungkin sanggup bikin bete juga dengan segala penilaian terhadap orang-orang miskin. Tajir pun kalau keluarga lu nggak jelas silsilahnya dimusuhin cuy.

Mari mulai membahas buku kedua dan ketiga. Bagi yang tertarik untuk baca Crazy Rich Asian dan tidak bisa terima spoiler barang sedikitpun, tidak direkomendasikan untuk terus membaca post ini. Silakan tutup laman ini, atau mungkin bisa cek tulisan-tulisan lain yang ada di blog ini.

2. China Rich Girlfriend


Nah, di buku keduanya ini kocak nih. Kenapa kocak? Karena...

BOOM! Rachel ternyata anak orang kaya!! Bapaknya ternyata adalah salah satu politisi yang paling berpengaruh di Cina sono! WOW!! WAU!!

Well, that escalated quickly.

Di buku pertama sudah diceritakan siapa Rachel sesungguhnya, walaupun masih tidak diketahui siapa indentitas bapaknya. Di hari pernikahan Rachel dan Nick—iya lho, mereka jadi nikah—ibunya Nick yang resek itu datang ke tempat pernikahan mereka dengan helikopter, mengacaukan pesta. Padahal ibunya ini nggak dikasih tau sama sekali mengenai pernikahan anaknya. Kemampuan stalking Eleanor, ibunya Nick, memang mengerikan.

Tidak terima dibilang mengacaukan pernikahan anaknya, Eleanor membela diri kalau dia sudah merestui Rachel sebagai menantunya. Sedangkan tujuan utama Eleanor datang ke pernikahan Rachel dan Nick karena ingin sesegera mungkin memberitahu Rachel perihal keberadaan ayah kandungnya. Dia tidak mau Rachel menikah tanpa didampingi oleh ayahnya.

Seketika baik ye, begitu tau bapaknya Rachel teh konglomerat.

Bao Gaoling, adalah seorang politisi di Cina. Keluarganya termasuk yang terkaya di negara itu. Ia sudah menikah dan memiliki satu orang anak laki-laki. Untungnya Bao ini memang pria baik-baik. Dia menceritakan semuanya ke keluarganya. Rachel pun diudang ke Cina agar bisa bertemu dengan keluarga Bao. Jadi lah, setelah menikah, Rachel dan Nick bulan madu di Cina.

Kedengeran baik-baik aja kan? Menurut lo ada nggak istri yang baik-baik aja begitu mendengar kabar kalau suaminya itu sesungguhnya punya anak sebelum menikah dengannya? Manusia tidak lah semulia itu haha.

Istrinya Bao, Shaoyen, sesungguhnya tidak suka dengan keberadaan Rachel karena dianggap sebagai pengganggu karir politik suaminya. Ia takut reputasi Bao hancur kalau ketauan media bahwa ia memiliki anak di luar nikah. Sedangkan Carlton, anak Bao dari Shaoyen, justru senang sekali ketika tau kalau dia punya seorang kakak perempuan.

Berbagai cara ditempuh Shaoyen agar Carlton tidak dapat bertemu dengan Rachel. Namun dengan berbagai cara pula Carlton akhirnya bisa bertemu dengan Rachel dibantu oleh temannya Colette Bing. Kakak-beradik ini dengan cepat menjadi akrab.

Dalam kisah Rachel, permasalahan terjadi antara lain hubungan antara Rachel dan Shaoyen, Carlton dan mantan Colette, Carlton dan Colette, Rachel dan Colette. Kali ini mainannya udah sampai pakai racun haha. Menarik sih kasusnya.

Bagaimana dengan kisah Astrid dan Michael?

Ingat di buku pertama digambarkan kalau Michael adalah sosok sederhana yang minder dengar kekayaan keluarga istrinya? Bukan hanya Rachel, kehidupan Michael pun patut diberi komentar "that escalated quickly".

SPOILER ALERT. Bagi yang kurang suka dengan spoiler, lebih baik tidak baca paragraf berikut sampai dinyatakan aman.

Di pembahasan buku pertama gue tulis kalau perusahaan IT Michael cukup sukses, well seenggaknya itu lah yang ada di pikiran Astrid. Sesungguhnya, perusahaan Michael ini sedang dalam kondisi sulit. Adalah Charlie Wu, mantan tunangannya Astrid yang membantu perusahaan tersebut bangkit kembali, bahkan berkembang dengan pesat. Charlie membeli saham perusahaan Michael karena ingin membantu Astrid. Nggak tega katanya liat Astrid tinggal di apartemen kecil.

Heck, tetep aja apartemennya ini kelas apartemen mewah. Nggak kecil juga, gede kok. Cih. Mohon diingat-ingat, kekayaan yang nampak pada novel ini beyond universe.

Spoilernya udahan.

Merasa sudah sukses, sosok sederhana Michael yang awalnya tidak suka dengan barang-barang mewah, mendadak berubah menjadi seorang kolektor mobil sport mahal. Michael pun mendadak jadi peduli dengan penilaian orang-orang terhadap dirinya dan keluarganya. Tipikal orang kaya baru yang norak dan doyan pamer. Semua orang harus liat keberhasilannya. Bahkan dia tidak segan-segan untuk mendikte cara berpakaian Astrid. Karakter Michael mendadak berubah menjadi salah satu karakter yang paling menyebalkan di novel ini. Yang tadinya peran pendukung protagonis, mendadak berubah jadi tokoh antagonis.

Ada satu kisah lagi yang mendadak bisa dikategorikan sebagai cerita inti dalam kisah Crazy Rich Asian.

Di buku pertama, dikisahkan sepupu Nick bernama Alistair memiliki pacar seorang aktris bernama Kitty Pong. Kitty yang terlihat hanya karakter tambahan di buku pertama, mendadak jadi punya kisah sendiri di buku ini. Sempet males banget baca BAB kisah dia karena, kenapa sih gue harus banget baca kisah yang nggak ada sangkut pautnya ama kedua pasangan utama? Udah mana karakternya tipikal orang kaya baru yang ngotot banget mau masuk ke lingkaran seleb, tapi apa daya, kasta Kitty jauuuuuh berada di bawah para seleb sekalipun sudah menikahi anak sultan.

Beneran sultan ya, bukan yang suka menghanyutkan orang ke sungai.

Eh, apa bangsawan yak. Lupa keluarga kerjaan Thailand, apa salah satu kesultanan di Brunei.

Dan ternyata, si Kitty Pong ini adalah tokoh penting di buku ketiga.

3. Rich People Problems


Oke, pembahasan buku ketiga akan penuuuuh sekali dengan spoiler buku pertama dan kedua. Gue akan sebisa mungkin nggak nyerempet spoiler buku ketiga, karena sesungguhnya gue pengen banget koar-koar mengenai ini saking gregetannya. Dimulai aja deh pembahasannya.

Si nenek powerful, Su Yi, yang memang sudah uzur, mulai sakit-sakitan. Bahkan sudah divonis umurnya tidak akan lama lagi. Seluruh kerabat terdekat berdatangan menjenguk Su Yi, termasuk cucu-cucunya. Dari yang memang peduli dengan Su Yi, sampai yang lebih peduli dengan harta nenenknya. Di sini gue udah mulai jijik bacanya.

Hubungan Nick dengan neneknya memburuk semenjak Nick nekat menikah dengan Rachel. Dia bahkan sudah tidak pernah lagi pulang kampung ke Singapura. Bahkan setelah mendengar neneknya sakit-sakitan pun, Nick masih tetap ogah menjenguk karena masih belum bisa memaafkan segala ucapan jahat neneknya terhadap Rachel. Namun akhirnya luluh juga setelah dibujuk oleh Rachel.

Di sini mulai ada masalah. Di atas sudah gue jelaskan kalau cucu-cucunya, beserta keluarga besarnya pastinya, berbondong-bondong menjenguk sang kepala keluarga. Kediaman Tyersall mendadak ramai sekali dengan orang. Nick juga sampai di Singapura tepat di saat seluruh keluarga berkumpul. Sialnya, Nick dilarang untuk bertemu neneknya. Bahkan dia nggak boleh masuk ke Tyersall. Edison Cheng, sepupu Nick paling sok parlente menyebalkan, yang menyuruh pihak keamanan melarang Nick masuk ke rumah. Ed bilang, Su Yi sendiri yang tidak mau bertemu dengan Nick. Kenyataannya? Ketebak lah~ Ed berusaha mati-matian bisa mengambil warisan bagian Nick, karena dia pikir Nick sudah didepak dari daftar penerima warisan. Nah, karena seluruh orang yakin Nick pasti akan mewariskan Tyersall Park, rumah super megah seantero Singapura, Ed mengicar posisi ini. Kenyataannya? Ketebak lah~

Eh, tapi nggak sesederhana yang dibayangkan lho pembagian warisannya. Bagian ini tuh yang paling gue tunggu-tunggu karena ingin segera menyaksikan Ed terpuruk. Haha. Mpos!!

Dari sini udah ketebak kan ya bagaimana hubungan Nick dengan Rachel? Bagaimana dengan Astrid dan Michael? Berantakan total.

Hubungan Astrid dan Michael rusak. Mereka pun sedang dalam proses perceraian. Astrid bahkan sudah terang-terangan berhubungan dengan mantannya Charlie Wu. Untuk kisah ini gawat lah. Charlie sendiri sesungguhnya sudah bercerai dengan istrinya karena istrinya tidak suka dengan kedekatannya dengan Astrid. Namun, mekipun sudah resmi bercerai, sepertinya mantan istri Charlie ini masih menyimpan dendam terhadap Astrid, jadi masih sering mengganggu kehidupan Astrid. Apalagi Michael. Dia mah di sini udah resmi jadi tokoh antagonis.

Hasil akhir dari masalah warisan Su Yi cukup mengagetkan. Lucunya, nasib Tyersall Park diselamatkan oleh Kitty Pong. Ini beneran deh ya, soalnya begitu dijelaskan pembagian warisan Su Yi, BAB berikutnya udah setaun kemudian aja. Haha. Udah gitu Kitty Pong tiba-tiba bergabung dengan Rachel dan kawan-kawan.

Kenapa bisa kayak gitu? Bagaimana kelanjutan kisah Astrid? Silakan dibaca! Novel ini cukup bagus untuk menemani waktu senggang. Sayangnya cerita di film sangat berbeda dengan cerita di buku. Andaikan jalan ceritanya masih dipertahankan sesuai dengan buku, kemungkinan kita bisa dapet dua film lagi. Karena dibikin beda, jadi nggak bisa lihat kisah Astrid di film deh.
Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Serba-serbi Kutukan Fruits Basket
  • Apabila Bertemu Diri Sendiri Sepuluh Tahun yang Lalu

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates