ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

Konbanchiwa~♪

Liburan musim panas taun ini gue melipir (kembali) ke Osaka dan Kyoto. Tujuan utama adalah Kyoto International Manga Museum. Wahai wota sekalian, kalian wajib banget ke museum ini kalau sedang di Jepang.


Lo bisa liat dengan jelas perkembangan komik dari tahun ke tahun. Ada satu ruangan yang berisi etalase yang menjelaskan sejarah perkomikan Jepang. Itu ya, detil banget. Dari jaman cuma komik strip, terus Tetsuwan Atom, ampe jadi anime, populer di seluruh penjuru dunia, sampai ada budaya cosplay. Lengkap dah! Dari awal lo masuk ke museum ini, lo disambut dengan berrak-rak (ini bener nggak sih ejaannya?) komik disebut dengan "Tembok Manga". Dan semua komik-komik itu bebas untuk dibaca. Komik dari jaman pasca perang dulu, ampe yang baru bisa lo baca di sini. Bahasa Jepang sih pastinya haha. Nggak cuma itu, tersedia juga komik Jepang dalam bahasa dunia. Komik dalam bahasa Indonesia yang tersedia cuma sedikit sih, ada beberapa judul dari Level Comic (saya nggak inget apa-apa aja) dan Salad Days. Dari berbagai komik yang ada kenapa harus Salad Days ==a

Bahkan di atapnya pun dihiasi berbagai ilustrasi dan poster komik-komik Jepang! Gue udah nggak tau deh harus liat kemana. Pandangan gue udah muter-muter ke sana kemari saking takjubnya. Udah gitu, dipajang pula sculpture tangan-tangan para komikus Jepang dan dunia. ASDFGHJKL MENGGILA LAH.


Selain menikmati berbagai macam judul komik, kita juga bisa mencoba membuat komik. Kebanyakan yang nyoba bocah-bocah sih. Juga tersedia beberapa artist yang akan menggambar potret kalian yang mungkin mau beli oleh-oleh untuk diri senidiri. Selain itu pastinya juga ada toko souvenir! Kemaren gue pergi sih adanya goodies Meitantei Conan, Gintama, Haikyu, Berubara.........Are—nggak inget ada apaan lagi haha.

Yang menarik, kita juga bisa nonton pertunjukan Kamishibai. Semacam story telling ala Jepang. Bagi yang pernah nonton Yami Shibai harusnya nggak asing dengan Kamishibai karena kartun ini selalu dimulai dengan seorang bapak tua yang sedang melakukan pertunjukan Kamishibai. Pas kemaren gue dateng ke sana, sedang menceritakan kisah "Momotarou?". Kok pakai tanda tanya? Karena memang ceritanya ngaco dari cerita Momotarou asli =)) Geblek-geblek dah. Sebelum Kamishibai dimulai, ada sesi kuis terlebih dahulu. Bagi yang bisa menjawab dengan benar akan dapat beberapa hadiah. Demi ya, anak-anak Jepang, terutama yang duduk di belakang gue, TERIAKNYA KENCENG BANGET.

HAIHAHIHAIHAIHAIHAIHAIHAI!!!!!!!

Kocak sih~ Mungkin keadaan kelas di SD Jepang pas guru sedang bertanya kayak gitu kali ya. Ribut banget gyahahahahaha.

TAPI! Bagaimana pun ada satu aturan yang selalu sanggup bikin gue gregetan kalau lagi jalan-jalan ke museum di Jepang, yaitu NGGAK BOLEH POTO. Astaga, saking takjubnya rasanya tuh setiap sudut pengen poto semuanyaaaaa. Rak-rak komik, beberapa etalasenya, suasananya. Tapi ya, apalah daya saya hanya seorang pengunjung yang hanya bisa berharap daya ingat yang busuk ini bisa mengingat dengan jelas segala hal dari museum komik ini.

Tapi lagi!! Ada satu tempat yang bisa bikin rasa gregetan lo terobati. Di sebelah museum ini, ada sebuah kafe yang juga dikelola oleh Kyoto International Manga Museum. TEMBOKNYAAAAAAAAAA!!! Temboknya penuh dengan coret-coretan dari berbagai komikus. Dan yang paling penting, BOLEH DIPOTO! Finally!! At least ada sedikit kenangan yang bisa diabadikan oleh kamera! Tapi sebisa mungkin minta izin dulu ya ama orang kafenya.


Satu kata, KEREN!!!! Makanannya sih nggak begitu ada yang spesial. Bukan berarti nggak enak ya. Di Jepang kebetulan pahamnya enak dulu baru bikin tempat makan, bukan ada modal dulu rasa belakangan. Harganya juga standar, jadi nggak bakal bikin kantong bolong.

Saran gue sih ya, terutama bagi para pecinta komik Jepang, apalagi kalau bisa berbahasa Jepang, lo harus menyediakan waktu seharian penuh untuk menikmati museum ini. Jangan kayak gue yang dateng tepat tengah hari dan diburu-buru waktu konser di Kobe. Jadi cuma bisa nonton Kamishibai dan keliling-keliling sebentar.

Oya? Konser? Muhehehehe....

Jadi, liburan obon ini sedang digelar konser orkestra Harry Potter!! Tanpa pikir panjang, gue langsung menuju Lawson untuk beli tiketnya. Ampe bela-belain ke Kobe? Konser yang di Tokyo digelarnya ketika gue udah nyampe Osaka huhu. Setelah Tokyo, digelar di Kobe. Untungnya yang di Kobe itu pas gue masih ada di Osaka. Jadinya ya gue nonton yang di Kobe. Dari Kyoto, nyasar ke Hyogo untuk nonton konser doangan haha.


Konsernya ini ternyata penonton diajak menonton film Harry Potter dengan live orchestra! Jadi BGM-nya itu dibawakan secara live. Hebatnya, nggak di-dub ke bahasa Jepang! Aseli bahasa Inggris wohhooooooo! Pertunjukan kali ini yang ditampilkan adalah film kedua, Harry Potter and the Chamber of Secrets. Konser ini bekerja sama dengan Tokyo Philharmonic.

Gue nggak tau mau ngasih komentar kayak gimana. KEREN BANGET!!! Pertama kali gue ke USJ, denger OST Harry Potter sekenceng-kencengnya aja udah bikin gue jejingkrakan nggak jelas. Nah yang ini LIVE ORCHESTRA!! Merinding dengernya!!! Nyesel abis gue nggak beli tiket bangku S biar bisa dekat dengan orkestranya. Tapi dari jauh aja udah sanggup bikin bulu kuduk berdiri saking kerennya.

Btw, dari liburan kali ini, gue menyadari sesuatu. Gue pengen setiap ada long weekend, sebisa mungkin gue jalan-jalan sendiri entah kemana. Kepikiran hal ini karena kemaren itu nggak kesampean ke Kurumazaki Jinja yang terkenal sebagai kuil artis. Artis-artis yang berdoa di sana, nantinya akan dibuatkan papan nama sendiri yang dijadikan semacam pagar? tembok? di area kuil. Nah, gue tuh pengen mencari nama-nama artis kesukaan gue di sana. Sialnya kemaren itu tuh gue bangun siang mulu. Sedangkan jaraknya dari rumah temen tempat gue numpang nginep, itu jauh banget. Osaka - Kyoto. Nasib deh. Semoga bulan depan bisa jalan! Bulan depan long weekend ada dua kali.

Yah, begitu lah kira-kira liburan musim panas gue kali ini. Nggak terlalu wah banget sih. Di Kansai cuma sebentar, sedangakan di Tokyo? Hujan mulu. Bikin males mau jalan pas weekend.

Konbanchiwa♪

Kali ini mau bahas tentang komik yang paling gue suka, yaitu Fruits Basket! Jadi baru-baru ini pas lagi nonton-nonton gejeh di Youtube, di bagian rekomendasi ada terselip CD Drama Furuba. Abis gue denger CD Drama-nya, jadi bikin kepengen baca komiknya lagi. Baca lagi, ketawa lagi, nangis lagi, dan kembali diingatkan kalau Furuba tuh emang komik yang bagus banget!

Awal baca mungkin bakal mikirnya Furuba nggak jauh beda dengan komik serial cantik kebanyakan. Udah gitu ada unsur fantasinya juga kan ya. Seorang cewek SMA yang biasa-biasa aja, bertemu dengan keluarga Soma yang ganteng-ganteng. Keluarga Soma ini ternyata bisa berubah menjadi binatang dari legenda shio Cina kalau berpelukan dengan lawan jenis. Singkat cerita, mereka tinggal bareng di satu rumah, jadi deh komik serial cantik reverse harem.

Ala serial cantik banget kan? Tapi ternyata ceritanya nggak sesederhana itu. Nggak sesederhana si cewek jadi rebutan para cowok-cowok ganteng, terus si cewek tertarik dengan salah satu dari kumpulan cowok-cowok itu, mereka jadian, kemudian hidup bahagia selamanya. Cerita Furuba itu berat dan kelam, walaupun disuguhkan dengan berbagai lawakan cerdas dari Takaya-sensei.

Komik ini terdiri dari 23 jilid buku. Cover dari masing-masing buku diwakili satu-persatu oleh karakter-karakter inti. Jadi, total ada 23 cerita dari setiap karakter dengan permasalahan yang berbeda-beda yang disuguhkan oleh komik ini. Kebayang nggak lu gimana komikusnya bisa bikin cerita sebanyak itu dan digabung ke dalam satu dunia. Nggak hanya itu, 23 cerita itu pun saling berhubungan satu sama lain.

Mari coba bahas ceritanya. Sebelumnya maafkan kemampuan bercerita saya yang sangat rendah.

Tokoh utamanya adalah Toru Honda. Cewek SMA biasa-biasa aja. Bener-bener nggak ada yang khusus kecuali dia adalah orang yang kelewat baik dan polos. Ibunya baru saja meninggal, sedangkan ayahnya sudah meninggal sejak ia masih kecil. Singkat kata, ia adalah anak yatim piatu. Sejak saat itu ia tinggal bersama kakek dari ayahnya.

Tiba-tiba kakeknya diajak untuk tinggal bersama oleh anaknya (adik ayah Toru). Namun karena rumah yang akan ditinggali oleh mereka semua sedang dalam pembangunan, Toru diminta untuk mencari tempat menginap sampai rumah tersebut selesai dibangun. Toru pun menyanggupi hal tersebut, berkata akan menginap di rumah sahabatnya. Namun sesungguhnya, ia hidup di dalam tenda sendirian di sebuah hutan kota karena tidak mau menyusahkan orang lain.

Suatu hari dalam perjalanan ke sekolah, Toru menemukan sebuah rumah tak begitu jauh dari tendanya. Di sana ia bertemu dengan Shigure Soma, sang pemilik rumah. Toru juga bertemu dengan Yuki Soma, teman sekelasnya yang sangat populer di sekolah, yang ternyata tinggal di rumah tersebut.

Tak lama kemudian, Toru baru mengetahui kalau tempat ia mendirikan tenda ternyata adalah tanah milik keluarga Soma. Akhirnya ia diajak untuk tinggal bersama di rumah Shigure karena berbahaya bagi seorang anak perempuan tinggal sendirian di dalam hutan. Terlebih lagi, tenda tempat tinggal sementara Toru baru saja tertimbun tanah longsor paska hujan badai.

Saat itu lah, mereka semua (mungkin lebih tepatnya Yuki) kedatangan seorang tamu. Kyo Soma, datang mengunjungi rumah Shigure untuk bertanding adu otot dengan Yuki. Sialnya, karena cara kemunculannya yang agak tidak lazim, yaitu dari atap rumah, tak sengaja Kyo malah menabrak Toru dan kemudian Toru menubruk Yuki. Lalu BOOM!!! Kyo dan Yuki berubah menjadi kucing dan tikus!

Melihat kejadian yang tak disangka-sangka tersebut, Shigure yang juga ikut-ikutan berubah menjadi anjing, terpaksa membeberkan rahasia terbesar keluarga Soma. Secara turun-temurun, keluarga Soma dikutuk menjadi hewan-hewan dalam legenda shio Cina ketika mereka berpelukan dengan lawan jenis. Selain mereka bertiga, masih ada sepuluh orang Soma lagi yang dapat berubah menjadi binatang. Mereka disebut dengan para Juunishi.

Hebatnya, Toru dapat menerima semua keanehan tersebut dengan tenang. Mereka berempat pun resmi tinggal bersama setelah kepala keluarga Soma menyetujui dan menerima kedatangan Toru yang tidak sengaja mengetahui rahasia keluarga Soma.

Dari sini lah dimulai kisah komik Fruits Basket.

—SPOILER ALERT—


Nantinya satu-persatu para Juunishi akan muncul dengan membawa masalah hidup mereka masing-masing.

Yuki, yang berusaha untuk keluar dari keluarga Soma karena tertekan oleh kekuasaan sang kepala keluarga. Kyo, yang memilih hidup untuk membenci Yuki hanya karena ia seorang tikus, dan mati-matian menyembunyikan perasaan bersalahnya terhadap Toru. Shigure, yang akan menggunakan berbagai macam cara untuk mencapai keinginannya. Kagura Soma (babi hutan), yang berperang dengan perasaannya sendiri terhadap Kyo.

Momiji Soma (kelinci), yang bertahan dengan keceriaannya untuk menutupi rasa kesepian ditinggal oleh ibunya yang tidak dapat menerima kenyataan anaknya adalah seekor kelinci. Hatori Soma (naga, di sini berubahnya jadi kuda laut), yang terpaksa menghapus kenangan akan dirinya dari ingatan kekasihnya sendiri karena tuntutan dari sang kepala keluarga. Hatsuharu Soma (sapi), yang selalu dibodoh-bodohi oleh keluarganya karena ia adalah sapi dan mendadak dijauhi oleh kekasihnya sendiri yang juga sesama Juunishi.

Ayame Soma (ular), kakak Yuki yang sedang berusaha untuk meruntuhkan tembok tebal yang memisahkannya dari Yuki. Ironisnya, dirinya sendiri lah yang menciptakan tembok tebal tersebut. Kisa Soma (harimau), yang trauma untuk berbicara karena bully yang diterimanya di sekolah. Hiro Soma (kambing, di sini jadi domba), bocah bermulut pedas yang ingin melindungi Kisa, namun apa daya, Hiro hanya lah seorang anak SD.

Ritsu Soma (monyet), cowok yang selalu memakai furisode, yang selalu menyalahkan dirinya atas segala apapun yang terjadi dalam hidupnya dan orang-orang disekitarnya. Isuzu Soma (kuda), cewek sakit-sakitan yang diacuhkan oleh orangtuanya sendiri. Hidupnya kini hanya terfokus pada keinginannya untuk melindungi Hatsuharu dari kepala keluarga Soma dan berusaha mencari cara agar Haru dapat lepas dari kutukan Juunishi.

Kureno Soma (burung), yang tidak bisa lepas dari sisi sang kepala keluarga Soma. Kemudian, sang kepala keluarga Soma yang angkuh, yaitu Akito Soma yang sesungguhnya hanyalah seorang anak yang kesepian dan takut dengan kesendirian.

Itu baru dari Juunishi. Belum keluarga Soma yang lain seperti orangtua Yuki dan Kyo. Belum lagi teman-teman sekolahnya Toru dan Yuki. Dan yang pasti, si tokoh utama Toru dan keluarganya juga. Buanyak banget! Itu semua diceritakan satu-persatu dengan sangat baik.

Selain ceritanya yang meskipun kelam namun sarat dengan nilai-nilai kehidupan, nggak sedikit juga berbagai jenis lawakan muncul di komik ini. Beneran deh, Takaya-sensei tuh jenius banget! Pinter banget bikin jokes yang lucu tapi nggak receh. Kayaknya Takaya-sensei ini memang jago juga di bidang sastra. Diksinya itu OKE BANGET!!! Penerjemah dari elex yang megang Furuba pun nggak kalah oke diksinya, walaupun tetep aja sih, ada nuansa yang berbeda antara baca yang Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia.

Yah, manusia aja pas ngomong dengan Bahasa yang berbeda bisa jadi beda juga suaranya~ Bukan karena terjemahannya nggak bagus. Murni karena memang ada perbedaan budaya dan keseharian hidup. Emang kedua bahasa memiliki nuansa yang berbeda.

Kembali ke Furuba—

Terlalu panjang kalau mau diceritain mendetail mah. Baru segini aja udah panjang banget kan? Mendingan nggak usah banyak pikir, langsung cari Fruits Basket dan baca komiknya! Jangan lupa siapkan tisu terutama bagi yang cengeng.

Terus ya, Furuba ini ada komik lanjutannya lho. Judulnya Fruits Basket Another. Baru terbit satu jilid. Entah kalau di Hana to Yume udah ampe berapa chapter. Yang pasti gue udah nggak sabar pengen liat wujud dewasanya seluruh karakter Furuba fufufu.

Andaikan gue bisa jadi penerjemah yang megang Fruits Basket Another....


こんばんちわ♪

Tadi siang di Facebook sempet baca post tentang jurusan kuliah, jadi keinget deh pengalaman dulu pas SMA. Hehe.

Sebelum gue menjadi mahasisi sastra Jepang, gue sempet kuliah di jurusan desain grafis di PNJ. Kedengeran ketjeh banget gitu ya desain grafis~ Bukan di ITB sih tapinya. /digampar bolak-balik ama anak PNJ

Dulu pun sewajarnya anak SMA kelas tiga kebanyakan, gue pun galau masa depan. Haha. Gue nggak tau mau kuliah di mana, jurusan apa. Orangtua gue nggak sedikit pun memberi saran sama sekali, karena toh yang bakal jalanin kan gue, bukan mereka. Selain itu sih kayaknya mereka juga tau, palingan gue bakal ngambil sastra Jepang. Haha lagi deh.

Berbagai macam universitas swasta mampir ke sekolah untuk promosi. Sempet tertarik untuk masuk Binus, karena ada penjurusan translasi komik. Cita-cita gue semenjak tersesat di dunia wibu itu memang pengen banget jadi penerjemah komik Jepang. Kalau misalkan ada yang mengkhususkan mempelajari terjemahan komik Jepang kan bagus banget tuh~ Apalagi onomatope itu sangat menyebalkan. /lah

Btw, ada kamus khusus onomatope (Jepang Indonesia pastinya). Pernah pengen pinjem dari dosen terjemahan yang super duper menyebalkan, TAPI KAGA DIBAWA-BAWAIN wOAO)w Ampe gue udah lulus begini huhu.

Balik ke topik awal—

Suatu ketika, sekolah gue ikutan PMDK-nya PNJ. Mata gue berbinar-binar pas liat ada jurusan desain grafis di PNJ, sekalipun sesungguhnya gue udah hampir bulet untuk berjuang di jalan wibu. Kenapa? Karena gue suka desain grafis, terutama web design. Dan nggak disangka-sangka dari beberapa murid jenius dengan nilai-nilai hampir sempurna yang ikut PMDK, eh yang nilainya pas-pasan kayak gue malah dapet PMDK dong!!

Saat itu gue udah mantep buat masuk sastra Jepang UI sesungguhnya. Tapi karena terlena gue udah nggak perlu ikut ujian dan belajar yang aneh-aneh lagi, akhirnya selepas lulus SMA gue resmi menjadi mahasiswa teknik grafika di PNJ. Oya? Teknik grafika?

Di sini lah kebodohan nan hakiki yang bercokol dalam diri ini menjadi petaka dalam hidup. Desain grafis di PNJ itu berada di bawah teknik grafika. Perbendaharaan kata yang gue miliki memang sangat sedikit sekali saat itu (bahkan sampai saat ini pun), sampai gue nggak tau kalau teknik grafika itu teh teknik percetakan! Dan itu berarti? Lupakan lah multimedia idamanmu wahai bocah panda.

Boro-boro CSS, HTML sederhana aja nggak nyentuh, gimana mau belajar web design coba? Selain itu gue yang emang pada dasarnya nggak bisa gambar, makin terpuruk aja deh di kampus. Ujung-ujungnya? Pindah lah ke sastra Jepang~ Emang di PNJ ada sastra Jepang? Yaelah, namanya aja politeknik ya mana ada sastra lah.

Waktu itu si emak ngotot buat gue masuk UI karena dekat dari rumah. Atau kalau mau jauh dikit, ya di Unpak. Atau kalau nggak, daripada di Unpad mending di Unand sekalian.

UI memang jadi pilihan utama gue saat itu. Selanjutnya adalah Unpad. Unpak? HELL NO. (Maaf beribu maaf untuk mahasiswa Unpak.) Unand? Terlalu jauh dari peradaban wibu. Saat itu ya, waktu gue SMA.

Saat itu lah, gue dapet info tentang Unsada. Udah gitu gue nggak perlu ikut ujian masuk karena nilai UN memenuhi syarat tanpa tes. Jadi deh gue kuliah di Unsada. Jadi deh gue meneruskan cita-cita luhur semasa SMP untuk berjuang di jalan wibu. Walaupun tetep aja sih gagal jadi penerjemah komik.

Sampai sekarang pun masih kepikiran untuk kembali daftar menjadi penerjemah komik di Elex. Berhubung karya-karya Takaya-sensei lisensinya dipegang Elex. Pengen banget ngejar Fruits Basket Another, ya tapi……

Well, hidup, hidup gue sih~ Tadinya pengen ditumpahkan juga di sini. Nggak usah lah yah haha. Selain itu kemampuan translasi gue semakin lama semakin membusuk. Harus latihan-latihan lagi nih. Masa selama ngetik ini, mikirin kata ‘resmi’ aja lamaaa banget haha.

Konbanchiwa♪

Bocah panda di sini yang sedang bosan nggak ada kerjaan. Iya lho, sekarang gue lagi di kantor, dan karena bosen banget ama kerjaan jadi lah iseng ngetik blog yang sebulanan ini nggak di-update. Kenapa nggak update-update? Entah lah, lagi males aja nyalain laptop.

Udah lewat bulan Juli. Itu tandanya umur bocah panda nambah satu menjadi 26 tahun! YEI!! Eh, demi deh, gue udah 26 taun aja masa hahahahah. Nggak berasaaaaa haha! Emang bener ya, kalau udah lewat umur 20 taun tuh segala-galanya terasa berjalan dengan cepat. Sampai saat ini hidup gue masih berasa kayak 20-an awal. Padahal mah udah 20-an akhir. orz

And I got myself a pretty nice birthday present! A camera!! Hoho~ Poto belakangan pas di rumah bakal di-up. Taun lalu kado untuk diri sendiri hanya sekadar CD fan event Dori. Taun ini juga sih. Waktu rilisnya emang deketan ama ulang taun gue sih haha. Tapi minggu lalu akhirnya kesampean juga beli kamera. Walau harus berkorban nggak jadi ke Australia.

Iya! Jadi tuh ya, pas libur taun baru nanti kepengen banget ke Australia. Ada tante yang tinggal di sana, jadi gue cuma tinggal modal tiket pesawat dan visa. Tapi ya, orz. Fandom lagi parah-parahnya banget. MASA DVD LAST CONCERT ℃-UTE DIBANDROL HARGA TUJUHBELASREBUYEN!!! Perampokan!

Mari cari topik lain.

Krik.

Well, nggak ada sih. Paling bulan lalu tuh gue cuma nonton film ke bioskop dan nemenin temen yang lagi ke Jepang jalan-jalan. Dan itu tuh tolol banget.

Saat itu tuh gue nemenin dia ke Gundam Café sesungguhnya. Tapi entah kenapa gue nggak ada keinginan buat ngambil poto sama sekali. Padahal bisa dipake buat bahan update blog orz. Udah mana gue mah nggak akan deh yang namanya ke Gundam Café kalau bukan karena ada temen yang minta temenin ke sana.

Bagi penggemar berat Gundam sih wajib banget lah ya ke Gundam Café. Ada dua tempat. Satu di Akihabara, tepat di depan stasiun JR Akihabara pintu keluar Electric Town. Satu lagi ada di Diver City, Odaiba.

Gue sih di sana menikmati alunan lagu-lagu soundtrack Gundam Series yang diputar. Biar kata cuma nonton Gundam SEED, itu pun sama sekali nggak membekas di ingatan kayak gimana ceritanya, tapi gue tau cukup banyak lagu-lagunya. Dulu mah nonton nggak nonton tau-tau aja soundtrack-nya haha.

Lanjut, tadi di atas gue sempet bilang kalau gue ada nonton film ke bioskop. Ada dua film yang gue tonton, yaitu Mary to Majo no Hana dan Gintama.

Mungkin banyak yang mengira kalau Mary to Majo no Hana adalah film Ghibli. Tapi bukan lho~ Film animasi ini dibuat oleh Studio Ponoc. Studio Ponoc sendiri adalah studio animasi yang didirikan oleh para staff keluaran Ghibli. Jadi nggak udah heran kalau Mary to Majo no Hana tuh berasa Ghibli banget. Ceritanya sendiri diadaptasi dari novel berjudul The Little Broomstick karangan Mary Stewart.

Filmnya ini pun nggak kalah bagus dari film-film Ghibli. Yah, yang bikin orangnya dia-dia juga sih =)) Pasti lah bagus. Dan gue suka banget soundtrack-nya dari Sekai no Owari. Lagu-lagu Sekaowa emang pada dasarnya banyak banget yang berasa kayak lagu-lagu dari negeri dongeng, jadi cocok banget dipakai di film ini.

Selanjutnya adalah Gintama!! Bagi kalian-kalian yang keburu pada menilai jelek film ini hanya karena “live action”, duh, ya gimana mau nilai jelek kalau nonton aja belum?

Parodinya lumayan nampol, bahkan dari sebelum film dimulai muahahahaha. Hanazawa Rui on pareedo~~ Selain itu ada One Piece, Gundam, Kaze no Tani no Nausicaa, Kagura poto ala Kanna Hashimoto, geli dah haha. Lawakannya pun sanggup bikin satu bioskop ketawa geli.

Di Indonesia baru akan tayang bulan Agustus ini. Monggo ditonton~ Nggak akan rugi kok. Nggak tau juga ya kalau ada yang keburu antipati ama live action, jadinya film apapun itu selama live action jadinya jelek. Gintama ini bagus kok. Berharap banget ada film keduanya, tapi sejauh ini nggak ada pengumuman sejenis u_u

Sebenernya masih ada lagi film yang mau ditonton, kayak Kimi no Suizou wo Tabetai dan Power Rangers. Well, Kimisui sih masih bisa nonton berhubung baru aja premier, tapi Power Rangers. Dia nggak tayang di semua bioskop huhu. Udah gitu akhir-akhir ini tuh lagi ujan mulu bikin males keluar rumah. Nggak ujan aja gue udah males.

Semoga akhir minggu nanti nggak hujan. Selain mau nonton, pengen ke Enoshima kagak jadi-jadi astagaaaaa. Kemarenan ini karena ada taifu nggak jadi jalan deh. Sekitaran pantai serem abis anginnya. Sekarang pun masih taifu sih… Semoga!! Pengen jajal kamera baru juga~~

Konbanchiwa~♪

Lebaran, waktunya keluarga berkumpul untuk saling bersilahturahmi. Juga waktunya untuk para penikmat animasi Jepang atau tokusatsu yang memiliki banyak koleksi merasa was-was dengan datangnya bocah-bocah perusak bersama para orangtuanya yang nggak tau diri. Kalimat semacam, "kasih aja deh ya mainannya, saya gantiin kok", rasanya bikin diri ini ingin sekali memutuskan tali persaudaraan dengan orang yang bersangkutan. Apalagi kalau yang bilang kayak gitu emak sendiri. Rasanya kayak nggak ada satu pun sekutu di dalam rumah.

Menurut gue, masalah ini bukan sekadar masalah orang awam nggak bisa bedain mana koleksian, yang mana mainan. Tapi lebih ke masalah orangtua nggak tau diri yang nggak bisa mendidik anaknya dengan baik. Waktu kecil dulu, gue pun kalau ke rumah saudara suka banget main dengan pajangan keramik atau boneka yang dikoleksi ama saudara gue itu. Tapi gue cukup tau diri untuk berhati-hati pas lagi main, jangan ampe rusak, dan ketika selesai main ya dibalikin lagi ke tempatnya serapih mungkin. Bukannya malah merengek minta "mainan"-nya jadi hak milik. Kalaupun kejadian yang kayak gitu, gue jamin orangtua gue pasti bakal ngomel sejadinya karena itu teh barang orang. Bukannya malah dengan enteng bilang, "kasih aja deh ya, cuma mainan ini kan".

Udah ngerti permasalahannya di mana? Para orangtua nggak tau diri. Mau cuma sekadar "mainan" kek, mau harga barangnya "murah" kek, nggak sepantasnya lo manjain anak lo untuk seenaknya minta barang orang lain. Apalagi kalau barang itu adalah barang koleksi.

Jujur, gue nggak pernah kejadian kayak gini karena kalau di Indonesia mah gue nggak pernah belanja-belanja barang yang bagi orang awam "mainan". Alasannya simpel, karena mahal. Duit gue biasanya abis buat belanja komik dan novel. Juga buat jajan makanan enak haha.

Satu-satunya pajangan yang gue punya adalah pajangan Gobusters. Gue nggak tau itu pantes disebut figurine apa nggak karena gedenya aja cuma sebesar ibu jari. Saya suka yang unyu-unyu. Pas ada bocah liat pajangan itu? Ya pengen mainin lah~ Tapi orangtuanya adalah orangtua cerdas yang ngelarang anaknya untuk sembarangan mainin barang orang.

Biasanya kalau ada bocah gue kasih Buster Ace (masih satu set dari pajangan Gobusters yang gue jelasin di atas) atau gacha ampas yanag pernah gue dapet. Mau rusak kek, dia bawa pulang kek, gue nggak peduli. /plak

Koleksi gue yang lain paling semacam switch Fourze atau lock seed Gaim. Nggak ada yang tertarik sama sekali =)) Sisanya barang fandom semacam CD, uchiwa, dan photo book. Sempet susah sih jelasin ke emak kalo uchiwa itu bukan buat ngipas tapi buat memeriahkan konser. Hanya sekadar untuk dipajang demi memuaskan hati seorang fangirl.

Tapi jujur, di keluarga gue nggak ada yang berani sembarangan nyentuh barang-barang gue. Kenapa? Kawan-kawan, ini lah gunanya jadi orang galak. Buku-buku pun mulus karena gue selalu wanti-wanti ke orang yang baca untuk jangan ampe lecek sedikit pun. Jadi antagonis itu nggak selamanya buruk kok haha. Emak gue pun awalnya tipe yang, "kasian Ndy, anak kecil kasih pinjem aja sih". Tapi begitu gue kasih tau harganya, dia melongo dan jadi yang paling berhati-hati dengan koleksian gue muhahahahah.

Jadi, selain galak, lo juga harus jujur ke orangtua lo tentang modal yang keluar demi barang koleksi yang lo kumpulin. Terutama buat anak sekolahan nih, banyak yang suka diem-diem beli barang mahal. Asal aja bilang barang murah biar nggak kena omel karena beli barang nggak guna mahal-mahal. Buang-buang duit lah istilah orang awam mah. Inget, yang namanya ngibul itu pasti bakal bawa petaka dah.

Keluarga gue, cukup terpelajar untuk mendidik anak-anaknya agar tidak sembarangan mainin barang orang lain apalagi ampe ngerusak atau menjadikan hak milik secara sepihak. Itu poin pentingnya ya wahai para orangtuaaaaaa. Didik anak kalian dengan benar!

Bukan masalah uang. Lo bisa ganti? Ya kalo gitu beli sendiri lah! Ke toko mainan sonoh! Usaha ngapa buat anak sendiri. Ini malah punya orang yang pengen lo embat ==a PENCURRY. RAMPOK. MALING.

Tapi jujur, gue pun mikirin nasib WCF dan boneka Digimon yang gue beli selama di Jepang. Yang paling aman mungkin emang pakai rak kaca. Mahal sih. Tapi kalo lo sanggup beli mainan mahal, kenapa mesti nggak sanggup nabung buat beli rak kaca juga kan? Atau nggak, kalau saudara lo sebegitu bebalnya, ya amankan dulu lah sebelum lebaran. Walau pun nggak bisa dijadiin solusi di waktu selain lebaran sih.

Yah, kita udah keburu punya hobi yang nggak bisa dimengerti oleh orang awam. Mau nggak mau lah ya harus mengeluarkan effort lebih biar seenggaknya, keluarga ngerti dengan hobi kita.
Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Serba-serbi Kutukan Fruits Basket
  • Libur Paskah: Bandung

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates