ぱんだ娘。あるある
  • Home
  • Chika
  • Fandom
  • Sitemap

こんばんちわ♪

Kemarinan ini di base ada obrolan seru mengenai akses animanga legal. Akhir-akhir ini sudah banyak yang mulai melek untuk tidak membajak lewat download atau situs streaming ilegal. Sebenernya kalau untuk komik masih lebih mudah sih ya aksesnya, tinggal beli komiknya doang. Walau yang jadi masalah selain modal, adalah bahasa. Ada yang berkomentar, lebih sulit menemukan akses legal untuk komik dibanding animasi. Alasannya karena mereka mencari komik yang sudah diterjemahkan, setidaknya ke dalam bahasa Inggris. Yah, sebenernya untuk anime pun (dia udah nyerah pakai kosa kata animasi), ternyata cukup banyak yang mencari dengan subtitle bahasa Indonesia. Sehingga, akan muncul pembelaan, "mau nggak mau ya donlod".

Untuk anime udah pada tau lah ya, cukup banyak situs layanan streaming legal yang tersedia sekarang. Yang paling gampang diakses saat ini adalah channel Muse Asia dan Ani One di Youtube. Koleksinya cukup terkini walau sedikit, tapi lumayan banget kan bisa dinikmati tanpa biaya berlangganan.

Kalau versi berbayarnya, ada Crunchyroll yang memiliki buanyak banget koleksi dari judul-judul terkenal dan sangat up-to date. Walaupun layanan ini hanya berlaku di Amerika Serikat, namun aksesnya bisa diatasi dengan VPN. Tapi yang disayangkan adalah, layanan ini hanya menerima kartu kredit terbitan negara Paman Sam (CMIIW). KAN MALESIIIIIINNNN. Yah, seenggaknya buat gue mah malesin.

Karena itu sampai sekarang gue masih setia dengan Netflix. Selama ada VPN, kita bisa menikmati judul-judul yang hanya dapat diakses di Jepang. Biaya berlangganannya ada yang di bawah 100.000 Rupiah. Akhir-akhir ini berbagai judul anime pun mulai rutin masuk ke Indonesia, jadi nggak perlu ribet-ribet pakai VPN. Yang bermasalah dari layanan ini hanya..... Nggak mau urus pajak hahahaha. Agak riskan aksesnya ditutup dari pemerintah heu.


Yang terakhir sesungguhnya gue berharap Abema TV mau membuka aksesnya ke luar negeri. AYOLAAAAAAAHHH!! Satu channel Ani-live doang juga nggak masalah kok u_u Ya untuk saat ini tetap puas sih Yoasobi gratis bisa diakses... Beneran deh Abema, siapa deh yang iseng banget nonton channel Tsuri (mancing mania mantap ala Abema) di luar Jepang?? Buka juga akses full untuk channel Ani-live! Gue menerima kok nggak bisa langganan karena hanya menerima kartu kredit terbitan Jepang.

Yah, dalam lubuk hati terdalam mah, pengennya bisa langganan juga pakai kartu terbitan sini. Aksesnya pun yang full gitu. Biarkan gue menonton Yoasobi episode berapapun dengan nyaman. Juga acara TV lainnya seperti Kimetsu TV atau Ono Shimono no Doko demo Quest. Curiga banget dah, Dokokue pasti nggak bisa ditonton langsung kayak Yoasobi =(( Soalnya Seiyuu Pajama Kaigi juga nggak bisa ditonton huhu.

Balik ke topik!

Seperti yang udah gue jelaskan di awal post, ada yang berkata bahwa lebih susah mencari akses ke komik legal dibanding anime legal. Concern-nya adalah, mereka mencari komik yang sudah diterjemahkan. Komik kan bisa tinggal beli aja? Mahal cuy. Belum rate-nya, belum ongkirnya. Dan yang paling penting, BAHASANYA!

Yah, berhubung gue (betapa bersyukurnya diri ini) bisa bahasa Jepang, gue selalu baca lewat MangaPark atau Line Manga. Di MangaPark belum pernah coba beli koinnya sih, selalu mengandalkan jatah gratisan. Kalau Line Manga, dari sebelum Line Webtoon masuk Indonesia, gue udah sering baca komik dari sini tetap dengan bermodalkan jatah gratisan. Akhir-akhir ini sih udah mulai beli koin, karena ternyata cukup mudah juga beli koinnya karena terhubung dengan Google Play.


Tapi ya dua layanan tersebut pun beli komiknya per jilid. Bukan paket langganan seperti jasa streaming. Jadi ya, tetap aja masuknya ke kategori mahal. Kita-kita pengennya ada layanan berlangganan komik yang sudah diterjemahkan dengan sangat baik (kalau bisa bahasa Indonesia), dan koleksi yang lengkap selengkap-lengkapnya.

Yeeee, nggak tau diri ==a

/digampar sejuta umat

Gue pribadi untuk komik masih di kubu buku fisik. Mau sejelek apapun itu cetakannya menurut banyak orang, mau sejelek apapun terjemahannya, selama gue suka dengan komik tersebut, i'll buy it. Selain itu gue bisa bersabar mengikuti ceritanya dengan pace terbitan di Indonesia. Gue nggak ada keluhan yang aneh-aneh, kecuali ketika terbitannya stuck, kayak Kimitodo, Kanouso, Marmalade Boy Little.... INI MASIH BAKAL TETAP LANJUT KAN YAAAAA???


Dari yang gue liat di base, cukup banyak juga ya yang pengen ada layanan berlangganan berbahasa Indonesia, tapi ya.... TAPINYA BUANYAK BANGET. Selain masalah biaya, yang terjemahannya jelek lah, dubbing-nya jelek lah, cetakannya jelek lah, kertasnya jelek lah, koleksinya harus kudu wajib lengkap lah. Sejujurnya pas baca-baca utasnya tuh bikin kesel sendiri juga karena.... Banyak bacot ya kalian!

Gue melihatnya malah kayak tanpa sadar mencari pembelaan "mau nggak mau donlod". Gue masih mengerti kalau nggak bisa langganan Crunchyroll, tapi ya udah ada Netflix, Hulu, blahblahblah, alasannya koleksinya sedikit, nggak lengkap. Emang lu mau selengkap Abema TV dan se-up-to date TV Jepang? How about moving to Japan huh? Komik masih agak mending. Masih banyak yang mau beli. Meskipun begitu, tetap aja ada yang beralasan, nggak up-to date, pace-nya lama, cetakannya jelek. Buset dah...

Kalau masalah biaya, ya mau gimana lagi. Know your priorities! Nggak menyenangkan pastinya, tapi ya, tolong prioritaskan kebutuhan primer terlebih dulu sebelum kebutuhan tersier. Bahkan sebelum kebutuhan tersier masih ada kebutuhan sekunder.

Terkesan belagu gitu ya? Berarti gue nggak lewat jalan belakang?

Ya nggak juga.

Gue masih suka baca lewat aplikasi ilegal. Asa lebih praktis buat nyari judul baru. Abis itu kalau menarik, baru deh cek di Line Manga. Anime? Haha, ada nggak ada di Netflix, tayang nggak tayang di TV berlangganan, tetap gue donlod heu. Asa belum tenang kalau nggak punya copy-nya. Hal ini juga berlaku untuk lagu. Ada di Apple Music sekalipun, udah beli CD-nya sekalipun, tetap aja donlod. Gue pun nggak ngerti ini fenomena apa. Pokoknya gue harus punya copy-nya. Selain itu gue juga tetap berpikiran sama kok dengan kebanyakan orang;

Ngapain ngeluarin uang buat sesuatu yang kurang menarik?

Untuk saat ini menurut gue udah cukup banyak pilihan, walau mungkin masih terbatas juga bagi yang nggak bisa bahasa Jepang. Tapi yang udah ada, banyak aja alesannya yang bikin nggak mau langganan atau beli. Ya kalau memang lebih nyaman lewat jalan belakang, silakan. Jalan belakang tuh nggak akan hilang. Mati satu, tumbuh seribu. Hari gini siapa sih nggak pernah lewat jalan belakang?

Tapi gue akan tetap memprioritaskan jalan depan kalau ada yang minta rekomendasi. Jalan belakangnya cari sendiri.

Wokeh, gue merasa post ini nggak ada poinnya sama sekali.

こんばんちわ♪

Bagaimana kabar kalian semua? Kalau bocah panda, dying inside. Bukan karena di rumah terus, tapi karena you-know-what. Apalagi kalau bukan kerjaan kan? Haha. Rasanya baru pertama kali ini dapet kerjaan yang bahkan nggak bisa gue terjemahkan saking nggak ngertinya.

パンダ娘。どん底っす!

Selain itu sih yang bikin parah adalah, di rumah mulu bikin tidur tengah malem =(( Biasanya sekitar jam sembilan malam, gue udah mulai ngantuk. Alasannya? Apalagi kalau bukan karena udah kecapekan di jalan~ Sekarang mata seger banget bahkan sampai jam satu malam sekalipun. Bertahanlah badanku!

Yah, salah satu yang bikin melek karena keasyikan nonton Seiyuu to Yoasobi sih.

Iya lho. Kelar Kimetsu Radio, sekarang ketagihan Yoasobi. Help. Makin parah ini setiap hari yang ditonton Shimono mulu.


Terutama setelah tau kalau ternyata beberapa channel Abema TV teh bisa ditonton dari luar Jepang! Salah satunya adalah channel Ani-live yang mana menayangkan Yoasobi ini. Yowes, makin ngalong. Sekalipun Indonesia bagian barat lebih lama dua jam waktunya dibanding Jepang, tetep aja tidurnya ngalong karena setelah Yoasobi reguler, ditayangkan episode dari season sebelumnya.

Minggu ini tuh pas banget season baru dimulai, dan kemarin adalah episode Yoasobi Shimono yang pertama. Menariknya, kemarin adalah ulang tahun Shimono yang ke-40. Astaga, mendadak demen om-om 40 taun. Kocak sih dia diminta ubah penampilan biar nampak dandy. Selama ini kan image-nya itu kawaii, karena udah 40 taun masa masih mau kawaii terus. Ya tapi hasilnya malah jadi cosplay pelawak Dandy HAHAHAHAHAHAHA.


Tapi menurut gue sih Shimono udah nggak nampak muda lagi. At least dari yang gue liat di Yoasobi season 2. Keliatan kok tuanya. Di post sebelum ini gue heran kok bisa ini om-om masih semuda itu. Tapi ya video-video yang gue tonton itu pas Shimono umurnya sekitar 35-36 tahun. Masih pertengahan kepala tiga lah. Harus gue akui saat itu perawakannya masih muda banget. Tapi yang gue liat di Yoasobi tuh..... Ya om-om. Menurut gue Suzuken masih lebih keliatan awet muda dibanding Shimono.

Ya Suzuken juga udah jelas banget om-om sih. Yassalam... Image Suzuken buat gue berenti di Den-O. Udah lama banget haahahahahah.

Idih ngomongin Shimono mulu.

Bentar, masih ada yang mau gue bahas. Masih mengenai Yoasobi. Gue bener-bener penasaran dengan stylist-nya Yoasobi. Shimono emang udah keliatan banget om-omnya di Yoasobi, tapi masih ketolong dengan pakaiannya. Dibanding di Kimetsu TV astaga, di situ om-om banget. Padahal Hanae gayanya udah oke lho. /woy Fashion-nya tuh oke-oke di Yoasobi. Maaya pun nggak kalah bagusnya. Ya cewek memang lebih bervariasi sih pakaiannya mah... Tapi tetap aja mata gue selalu dimanja liat pakaian-pakaian Maaya di sini, dan juga Shimono pastinya karena kebetulan banget tipe fashion cowok yang gue suka.

特に好きな下野さん。これだと服装が見えないが、
とにかくこの回のビジュが最高すぎてずっと見てられる。
おしゃれと関係ないじゃん。

Oke, lanjut bahas yang lain nih.

.
.
.
.
.
Nggak adaaaaaaaaaa. Kehidupan normal aja gue mager buat keluar rumah. Banter-banter ke UI buat poto-poto. Depok cuma ada UI doang euy yang cakep. Apalagi di rumah doang setiap hari. Walaupun begitu ya tetap aja sih pengen kembali normal lagi. Di Depok nggak ada supermarket semenyenangkan Foodhall-nya GI. Belum lagi restoran-restorannya terbatas banget di Depok mah. 

Sekangen itu lho ama GI hahahhaha. Kan biasanya tiap minggu pasti mampir belanja ke GI. Abis itu entah gue jajan apa, di GI pilihannya buanyak. Yang paling menyebalkan sih, DI DEPOK NGGAK ADA CARLS JR!!! Harus cukup puas dengan McD =(( Nggak bisa makan Gindaco juga. Badan ini udah nagih Gindaco. Tolong saya.

こんばんちわ♪

Bagaimana kabar kalian di rumah? Kalau bocah panda, bosen sih nggak, tapi stress tambah parah karena jarak pekerjaan dan rumah terlalu dekat. Ternyata waktu tempuh kantor - rumah yang najis amit-amit itu cukup ampuh buat melupakan stress kerjaan, sehingga begitu sampai rumah bisa goleran tanpa beban. Sekarang nih apa-apa bikin pusing. Udah mana asupan gizi malah jadi berkurang, karena yang di rumah mikirnya, kan gue di rumah, nggak capek, nggak butuh tenaga banyak.

Ye dipikir tenaga gue abis di jalan doang? Abis bis bis woy di depan komputer.

Ngapain aja di rumah? Selain huh.... Selain bekerja, ada yang ngeh? Blog layout berubaaaahhh!! Masih pengen ganti beberapa banner juga, tapi ide udah mentok. Baiklah. Kepada Chika belasan taun yang lalu, tolong bagi-bagi kreatifitasnya dong. Issho ni norikoete kita janai kaaaaaa??!!!! Bacanya nyanyi dong, plis.

Selain itu, seorang Chika ketagihan Kimetsu..... RAJIWO! Bukan, bukan Kimetsu no Yaiba, tapi radionya. Begini kisahnya...

Airi lagi suka banget Kimetsu no Yaiba, sampai-sampai jadi bintang tamu di radio paginya Suzuken dalam episode khusus Kimetsu. Selain itu, Momusu juga lagi pada heboh Kimetsu. Dari situ, gue coba nonton kan. Owh, ceritanya memang menarik. Yowes, dari situ iseng denger potongan-potongan radionya di Youtube. Pada dasarnya gue memang suka nonton Yami Series-nya Hanae, jadi potongan-potongan radio Kimetsu sering numpang eksis di beranda. Dari potongan-potongan itu........

KETAGIHAN SUARA KETAWANYA SHIMONO

TOLONG HAMBA

Untungnya di channel Kimetsu ada yang full! Ya udah deh, gue kerja dengan BGM Kimetsu Radio hahaahahahah. Dari situ, beberapa video kumpulan ketawanya Shimono lewat di beranda gue huhu. Tolong hamba ya Tuhan. Ini udah sampai nonton video Kajihiro di Kyoto. Kenapa om-om satu itu unyu sekali =(( Awet muda banget sih om huhu.

Bagi yang penasaran, sudah pasti be-elnya om lewat juga di beranda. Nggak, masih aman. Masih tidak terjerumus. Terima kasih.

Berita terbaru lainnya? Si emak kayaknya udah lama nggak merasakan anaknya seharian di rumah ngewota. "Ndy berisik! Jangan teriak-teriak! Ngapain sih!" Ya atuh gue harus gimana kalau sekarang apa-apa serba streaming di Youtube? Ya nonton lah, mumpung bisa ditonton. APALAGI KONSER TERAKHIRNYA KOBUSHI. Ya gimana gue nggak mau teriak-teriak, kalau baru mulai aja udah diajak nge-chant "KOBUSHI! KOBUSHI!!"


PENGEN NGE-WOTAAAAA!!

Beneran deh virus satu ini jahat banget. Konser terakhir nih. Masa nggak ada penonton, nggak ada lautan penlight huhu. Muro juga lulus tanpa lautan biru muda T____T

Masih nggak percaya euy Kobushi udah resmi bubar. Grup sebagus Kobushi Factory bisa bubar secepat itu lho. Sebegitu nggak menjaminnya masa depan di Haropuro hahahahahaha. Setelah melewati masa-masa sulit, akhirnya bisa bangkit berlima dengan daya tarik yang jauh lebih hebat lagi dari sebelumnya. Eh ujug-ujug bubar. Tolong ya, dengan segala sotsugyou rush yang sedang berlangsung, ditambah dua grup harus bubar dalam waktu nggak ada setengah bulan. Sengaja mau bikin harowota gila?

Berikutnya, kabar paling terbaru adalah DIGIMON ADVENTURE BARUUUU!!! Komentar pertama gue ketika baca beritanya untuk pertama kali adalah, "ini pasti mau bikin serial baru, tapi karena takut nggak laku, alhasil pakai karakter-karakter dari Digimon Adventure". DAMN!

Sejujurnya, ketika baca sinopsis dan deskripsi karakternya, sangat menyerang kenangan indah masa kecil. Nggak terima gitu lho. Yamato udah lebih dulu masuk ke dunia digital? Masuk ke dunia digitalnya jadi terpisah-pisah? Ke mana musim panas khas Digimon? Bahkan di sinopsis, dunia digital jarang banget disebut, lebih sering disebutnya sebagai network space. HHHNNNN?????!!!!

Tapi karena gue nggak mau jadi orang seperti di bawah ini, mari kita jajal dulu, baru berkomentar lebih lanjut.

"What the older people loved is super irrelevant."

Hasilnya? Nggak buruk. Tetap ada bagian-bagian yang menyerang kenangan indah masa kecil gue, tapi seenggaknya gue bisa fokus nonton episode satu. Nggak kayak pas nonton Ryusoulger, episode satu aja nggak khatam. Dan gue masih bisa menantikan episode berikutnya. Satu-satunya harapan gue adalah, ceritanya sebagus Digimon Adventure 1999. Plis, cerita Digimon Adventure 1999 sebegitu bagusnya untuk dirombak paksa biar bisa dapet uang penggemar baru.

Masih agak kurang terima, karena Digimon Adventure sudah terlalu melegenda. Jadi pas denger lagu pembuka yang bukan Butter-fly, adegan digivolve tanpa Brave Heart, nggak pakai tangga menuju angkasa (?) dari digivice juga, bahkan nggak pakai yang muter-muter itu lho. Itu semua sangat sangat sangat menyerang diri gue yang tumbuh dan berkembang bersama Digimon Adventure.


Tapi yah, seperti yang udah gue jelaskan di atas, masih bisa dinikmati. Jadi ya, nggak akan berkomentar yang aneh-aneh dulu. Lah itu udah. Jajal dulu aja lah beberapa episode. Yang gue tau pasti sih.... GUDIS BARRRROOOOOOO!!! Pasti bakal ada gudis baru yang siap merampok tabungan gue huhu.

こんばんちわ♪

Tepat di saat ada himbauan untuk keluar rumah, saat itu gue udah di jalan menuju Taman Safari Bogor. Nggak tau mau bilang beruntung atau bego banget sih lu?

Yap! jadi sebenernya udah merencanakan mau ke Taman Safari dari bulan Februari lalu. Eh ujug-ujug ada Orutaku, nggak jadi jalan lah minggu itu. Niatnya mau minggu depannya, tapi si emak justru ke Padang dua minggu. Yowes nggak jadi lagi lah. Minggu berikutnya? Giliran si babeh udah ada janji mancing. Alhasil kemarin deh jalannya. Pulang-pulang baru liat berita kalau Jakarta udah mulai social distancing wew.

Hari itu Taman Safari sepiiiii banget. Ditambah agak mendung, puncak mendadak jadi nyaman banget. Biasanya kan ramai rombongan tur. Ini mah kagak. Cuma ada dua rombongan tur yang gue liat. Satu rombongan dari UNJ. Satu lagi ada rombongan emak-emak berseragam merah-merah. Entah kumpulan apa itu, yang pasti ruame banget mulut mereka. Untung ketemunya pas gue udah turun dari tempat panda. Mereka baru mau naik.

Hoho, panda? YAP! Itu tujuan utama gue ke taman safari. GUE MAU LIAT PANDAAAAAAAA!!!

Beberapa taun di Jepang, tiap musim sakura pasti main ke taman Ueno, nggak pernah sekalipun gue mampir ke kebun binatang Ueno. Sampai akhirnya jadi males mau ke sana karena antrinya booook. Pas banget ada bayi panda yang baru dilahirkan. Semua orang pengen liat bayi panda. Beberapa kali pulang kampung pun, pasti main ke Taman Safari, saat itu pun udah ada panda, tapi kok ya nggak mampir gitu lho buat liat panda.

Katanya bocah panda, gimana sih ==a

Dan ternyata, nggak heran sih biarpun uadh berkali-kali ke Taman Safari, tapi nggak pernah ke tempat panda, karena tempatnya memang terpisah haha. Harus naik bis dulu buat ke tempat panda. Halte bisnya ada di dekat area apa sih yang pertunjukan koboi-koboi itu. Tempatnya lumayan jauh dan nggak mungkin dijangkau dengan jalan kaki. Selain nggak ada fasilitasnya, lu mau mendaki gunung? Tempatnya bener-bener di atas gunung. Sepertinya udah masuk ke area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Begitu sampai di Istana Panda, udah kayak lagi di perguruan silat hahahaha. Saat itu lagi berkabut lumayan tebal. Di atas gunung agak dekat dengan jurang? Puncak salah satu lembah? Pokoknya dari sana pengunjung bisa melihat pemandangan gunung Gede Pangrango. Sepenjang mata memandang hanya hijau hutan. Mohon maaf banget deskripsinya sama sekali nggak bagus. Udah mana saking bahagianya bisa liat panda, nggak kepikiran sama sekali buat poto. Selain karena si emak udah heboh minta poto di sini, minta poto di sana.

Pandanya ada di lantai paling atas. Lantai pertama adalah toko souvenir. Lantai kedua adalah restoran. Ada lamian!! Nggak nyoba sih karena sebelum naik, udah makan dulu di restoran di bawah.

BAIDEWEI!!! Makanannya jadi enaaaaaakk!! Kali ini biarpun mahal, tapi nggak rugi karena enak! Gue makan di Restaurant Rainforest, pesan soto mi bogor. Emak babeh pesan rawon. Dagingnya buanyak, udah kayak nggak abis-abis.

Default-nya udah pedes.

Balik lagi ke Istana Panda, lantai tiga baru deh kandang pandanya!! Sebelum bertemu panda, pengunjung wajib nonton film pendek tentang panda dulu. Sebentar sih, nggak ada 15 menit seinget gue. Setelah itu baru deh, pengunjung bisa liat panda.

AAAAAAAAAAAAAA!!!!!!

Lagi tidur. Pas gue dateng, pas banget baru selesai makan. Abis makan jadi bagaimana kawan-kawan? Pastilah jadi mengantuk. Nggak manusia, nggak kucing, nggak panda, kalau kenyang ya ngantuk.

HUEEEEEEEEE T_____T

Tapi lagi tidur aja menggemaskan sekali.


Di saat itu lah! Di saat itu!! Gue memandang berkeliling, kemudian menemukan hewan menggemaskan lainnya. Gue nggak nyangka kalau makhluk ini juga ada di Taman Safari. Kirain cuma panda doang. Ada hewan apakah yang bikin seorang bocah panda menggila?


FUUTA JAAAAAANNNNN!!!!
/bukan woy!

LESSER PANDAAAAA!!!!!!

Maksud gue, PANDA MERAAAAAAAHHH!!!!

KYAWAAAEEEEE!!!

Langsung buru-buru turun biar bisa liat lebih dekat.


ZUKKYUN!! Pengen peluk aja rasanya huhu. Lucu banget sih. Unyu banget sih. Gemes banget seeeehhh!!!

Gue yang biasanya nggak suka kasih makan atau poto bareng hewan, nggak pakai pikir panjang langsung beli tiket buat kasih makan dan poto bareng. Ketika si panda merah ada di depan mata, ya astaga itu deket banget. Makin pengen peluk huhu.

いや~癒されましたよ~

Udah deh! Puas liat-liat panda, langsung cus pulang. Kemudian? Keadaan semakin parah. Sehat-sehat terus ya kalian semuaaaa!

こんばんちわ♪

Kemarin gue abis ngedugem!! HAHAHAHHAH

Bisa ngedugem juga si bocah panda.

Eh, tapi ini bukan dugem biasa. Dugem, ajeb-ajeb in the wibu way. Haha~

Lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu Jepang, terutama lagu-lagu animasi Jepang tahun 90-2000an awal. Nostalgia deh hehe. Nama acaranya Orutaku. Kemarin itu temanya adalah shoujo anime karena berdekatan dengan valentine. Selain itu, mereka juga kerja sama dengan berbagai fandom Jyaniz, sehingga malam itu, selain anisong dari shoujo anime, lagu-lagu Jyaniz pun ikut diputar. Lagu Jyaniz yang diputar pun, juga yang rilis taun 2000an. Ugh, tepat di saat gue lagi aktif-aktifnya di fandom Jyaniz.

Orutaku kali ini diadakan di kafe Mr Bitsy, Kuningan City. Untuk pertama kalinya gue mengunjungi kafe kaum sosialita menengah ke atas Jakarta. Satu kata, mahal. Nggak ngerti juga apa karena memang sedang ada acara, untuk open table, satu meja untuk empat orang, dijatah harus makan dan minum sejumlah 400 ribu Rupiah. Mahal weh. Well, meja-meja yang ada kebanyakan udah dipesan orang semua sih. Hanya ada dua meja yang cukup jauh dari layar yang masih kosong. Untungnya ketemu temen jaman nge-forum dulu! Jadi lah kita bareng-bareng open table, karena pasti capek lah kalau berdiri mulu mah. Pengen nyantai sambil ngemil-ngemil juga.

Makanannya enak! Gue pesen pad thai dan ginger ale. Aseli, pad thainya enak banget. Bodohnya sih kelupaan gue poto huhu.

Acara dimulai dengan penayangan Johnny's Countdown 2019-2020. Ini sebenernya agak kurang sreg, karena namanya juga dugem kan ya. Malem. Acaranya ini dimulai jam 6 sore sampai tengah malem. Orang Depok kayak gue nggak bisa terlalu lama di sana. Mau nyampe rumah jam berapaaaa?? Bis juga keburu nggak jalan. Dan tujuan gue dateng ke acara ini karena pengen ajeb-ajeb lagu jadul, bukan malah nonton countdown. Tapi yah.... Tetep aja sih gue teriak-teriak nontonnya.


Selesai countdown, ada sesi kuis. Pertanyaannya super duper gampang. Lucunya ada pertanyaan sebutkan member BI Shadow. Dengan entengnya ada yang jawab Yuma, Kenty dan Fuma dari Sexy Zone, Yugo dan siapa lagi itu satuuu pokoknya dari Snowman. Wah, ngajak gelut. Gini-gini gue penggemarnya BI Shadow. BI Shadow belom ada, itu Snowman udah ada woy! Namanya masih belum Snowman sih... Selain itu, sejak kapan Yuma jadi member BI Shadow???

Begitu lah kira-kira hebohnya kuis Jyaniz.

Setelah itu baru deh ajeb-ajeb. Beneran nostalgia banget lah anisong jadul. Bahkan ada Tokimeki Tonight!! Lagi duduk, gue sampai loncat begitu intro lagu pembukanya mengalun. Kemudian temen satu meja pada kebingungan, bahkan meja sebelah pun ngeliatin. Nggak ada yang atu masaaaaaaa!!

Butsurigaku teki ni waa~ Ima no watashi~
Sankaku kankei noo~ Itten na noooooo~~~

Astaga kartun super jadul ini haha.

Abis itu ya lanjut terus pokoknya dengan anisong jadul. Dari yang beneran shouju seperti Cardcaptor Sakura, Dr Rin, Sailormoon, sampai yang dipertanyakan ke-shoujo-annya seperti Digimon, Inuyasha (yah, kalau Change The World masih masuk tema lah, kan Jyaniz), Ultraman... Lagu-lagu jadulnya Jyaniz juga diputar. Kebanyakan Arashi sih =))

Yang kacau, sekitar jam 9-an, gue udah siap-siap mau pulang. Guess what? Masa lagu Hachi dibikin jadi dangdut koplo hahahahahaha. Kagak jadi pulang. Nganteng dulu sampai lagu Hachi selesai, abru deh bener-bener pulang.

Satu hari yang menyenangkan.

Walaupun sebenernya agak kurang puas juga karena nggak sampai tengah malam, DJ terakhir tuh bawain lagu Haropuro. Kan aku pengen nge-wota. Diri ini sudah lama nggak nge-chant u_u Cukup puas juga lah teriak-teriak nyanyi lagu-lagu kartun jadul.

Dan oh, lokasi meja yang tadinya agak disayangkan karena jauh banget dari layar dan DJ, ternyata menguntungkan juga, karena jadi jauh dari asap rokok. Gue pikir karena di dalam kafe gini maka akan otomatis dilarang merokok. Ternyata, sepertinya nggak ada larangan merokok. Sekali-kalinya ke depan pas Suki yanen Osaka, astaga asap rokoknya.... Maka seorang bocah panda tetap anteng di mejanya.

Next event, liat-liat lokasinya, pengen lagi sih ikutan dugem ala wibu begini =))

明けましておめでとー!

Telat woy!

Ya maap deh... Udah beberapa bulan ini nggak produktif banget kan ya blog ini. Okay, gue maksudnya yang nggak produktif. Sebenernya udah ada beberapa post yang siap publish, tinggal tambah poto doang. Ya itu pun mualeeeeess banget. Jadi, dua post udah gue publish, yeah, post bulan kapan baru gue publish taun 2020 seakan-akan di-publish sesuai bulannya haha.

Najis banget sih gue dih

Jadi, yang namanya tahun baru, biasanya gue pasti posting aru-aru dari tahun sebelumnya. Ya taaaaaaapi, mau bikin buat taun 2019, nggak ada apa-apa cuy. Iya, 2019 sebegitu nggak ada yang spesial yang terjadi dalam hidup gue.

LAST YEAR OF TWENTIES!!!!

Astaga astaga astaga astaga astaga setaun kemudian gue bakal kepala tiga hahahahahahah!!!

Tahun keempat! Semoga tahun lebih sering posting ya =)) Tahun 2019 tuh saking nggak ada yang spesial, bener-bener nggak tau mau nulis apa. Selain itu karena udah lelah dengan kehidupan di kantor, selain jam kerja tuh pengennya rebahan doang. Paling donlod drama atau film, terus nonton. Udah, gitu doang. Jalan-jalan aja paling cuma pas ke Bandung pas libur paskah.

Padang nggak keitung jalan-jalan. Nggak ada bedanya dengan pulang kampung itu mah. Selain itu emang nggak gitu jalan-jalan juga. Sempet ke pantai air manis pun kurang menyenangkan karena si emak ngajak temennya yang ugh... tau lah emak-emak sok oke menyebalkan.

Pelajaran, jadi menua jadi seperti itu haha.

Okay, jadi 2019 itu kan gue pulang kampung tuh. Sebelum pulang kampung gue menyempatkan menonton Chou Eiyusai. Well, lebih tepatnya sengaja memilih tanggal pulang biar bisa nonton Chou Eiyusai. It was a blast!! Seru banget lah.

Sempet juga nonton harokon terakhir di awal Januari hehe. Harokon terakhirnya Yanamin. Sempet liat Yanamin sebelum dia lulus huhu. Cantik sekali kamu nak.


Setelahnya gue udah balik ke Depok, dan ya.... Nggak terjadi apa-apa selain kerja. Seperti yang udah gue jelaskan di atas, jalan-jalan pun hanya sekadar gitu doang. Eh tapi ini beneran lho. Abis nekat ke Bandung itu gue nggak jalan-jalan lagi. Kayak udah capek banget lima hari kerja, Sabtu Minggu dan hari libur maunya rebahan doang.

Angin segar datang di bulan Juli karena Keichan jadi bintang tamu di GJUI!!! Dan memang yang paling bikin nggak disangka-sangka adalaaaaaahh

SIXTONES JADI BINTANG TAMU DI YOUTUBE FESTIVAL!!!!

Batal sih.

Eh, abis itu MALAH ARASHI YANG KE JAKARTA!!!

Walaupun nggak begitu jadi kenangan yang indah buat gue, karena gue teh tim trotoar, tapi ya tetep aja lah ya, ARASHI KE JAKARTA!!!

Mimpi apa coba kan....

Entah lah taun ini kan ada hal menarik kah yang terjadi di hidup gue. I hope so tho. Udah ngecek tanggal merah, mencari waktu-waktu yang tepat untuk jalan-jalan. Semoga nggak mager jadi beneran bisa jalan-jalan. Dan gue harus bener-bener cari spot tabearuki nih. Instagram dan blog ini juga sih, udah agak melenceng dari tujuan utama. Tabearuki!

Tabearuki di mari nggak bisa makan banyak saking jajanannya kebanyakan bikin kenyang huhu.

Semoga. Semoga taun 2020 beneran ada hal bagus yang terjadi. Karena 2019 gue lumayan dibikin sinting juga sih ama kerjaan. Sedang berusaha untuk nggak terlalu mikirin kerjaan, biar bisa tetap waras.

2020, please go easy on me.

こんばんちわ♪

Mengutip tulisan di post Oktober menyedihkan

Satu kesimpulan yang gue ambil, Jyaniz memang nggak jodoh dengan Indonesia teh. Eh, salah apa ya? Yang bener, Indonesia memang tidak jodoh dengan Jyaniz.

Begitu SixTONES dinyatakan gagal ke Indonesia, ujug-ujug ARASHI BIKIN CHANNEL YOUTUBE!!! Dari sini,

Begitu Youtube Fan Fest dinyatakan diundur, cukup banyak yang yakin kalau SixTONES nggak akan mungkin bisa ikutan di jadwal baru nanti karena kalau lihat jadwal mereka saat itu, sudah penuh sampai Januari 2020 nanti. Yah, walau masih ada sedikit rasa berharap SixTONES tetap bisa ikkutan Youtube Fan Fest Jakarta.

Di saat itu lah, terjadi suatu hal yang mungkin bagi kebanyakan Jyaniwota, merupakan suatu hal yang mustahil terjadi. Arashi bikin channel Youtube!!!

Kemudian lelucon seperti, "gini-gini yang bakal tampil di YTFF malah Arashi lagi haha~", muncul di kalangan Jyaniwota.

Yah, sekadar lelucon. Arashi wey! Stones aja udah susah lagi buat diajak ke sini, apalagi Arashi lah. Sadar diri kok.

Setelah itu, terjadi lagi!! Suatu hal yang selama ini nggak pernah terpikirkan oleh kebanyakan Jyaniwota. Arashi bakal ada Youtube Live!!!

WOWOWOWOWOWOWOWOWOWOWOOOOOOOOWWWW

Ternyata Youtube Live saat itu adalah streaming live dari konferensi pers mereka, yang mana salah satu pengumumannya bikin gue teriak-teriak, mondar-mandir nggak jelas di kamar.

Mari kita kutip sekali lagi kalimat berikut.

Satu kesimpulan yang gue ambil, Jyaniz memang nggak jodoh dengan Indonesia teh. Eh, salah apa ya? Yang bener, Indonesia memang tidak jodoh dengan Jyaniz.

BOOM!!!

Arashi akan menggelar Jet Storm di Jakarta

ARASHI AKAN MENGGELAR JET STORM DI JAKARTA

ARASHI AKAN MENGGELAR JET STORM DI JAKARTA

GRUP JYANIZ SEKALIBER ARASHI BAKAL KE JAKARTA!!!

BUSET DAH MIMPI APA GUE JYANIZ KE INDONESIA, BUKAN BUAT MAIN KARAPAN KERBAU, BUKAN PULA BUAT MAIN-MAIN DI TAMAN SAFARI, TAPI BUAT MENGADAKAN EVENT AAAAAAAAAAAAAA!!!!!

Heboh deh dunia persilatan. Temen gue pun ada yang bela-belain dari beda pulau, terbang ke Jakarta demi Arashi.

Jadi, jadi, jadiiii, apakah gue dapat undangan konpers mereka? NGGAK DONG HAHAHAAHAH. Meskipun begitu, pagi-pagi sekali gue udah siap-siap berangkat ke hotel tempat Jet Storm digelar di Jakarta. Puaaaagi banget deh pokoknya, karena Jet Storm sendiri diadakan pagi sekali.

Sesampainya di hotel, gue segera berkumpul dengan temen. Penggemar Arashi udah banyak sekali yang berkumpul di depan hotel. Satu, dua wartawan lokal yang ambil gambar. Ada satu yang sangat sangat sangat menyebalkan, karena jelas-jelas gue dan temen udah menolak untuk dipoto, tapi dia ngotot. "Liat ke sini dong. Maskernya dibuka dong. Ekspresinya dong."

LAH BODO AMAT BAAAAANG!!! Gue kagak mau lo poto idih.

Mari lupakan di kameraman yang menyebalkan itu, setelah melihat kumpulan penggemar Arashi semakin banyak, pihak hotel mengizinkan kita-kia untuk menunggu di parkir belakang hotel. Selain agar jalan umum tidak terganggu, biar gampang juga dikoordinasi ketika Arashi keluar dari hotel. Jadi para penggemar bisa mengantar Arashi sebelum mereka ke bandara guna terbang ke Singapura.

WAH WAH WAH WAH WAH SENENG BANGET DONG PASTINYA.

Andaikan benar terjadi seperti itu. Kenyataannya? Pihak hotel hanya ingin mengusir kerumunan. Bodo amat dengan acara Jet Storm, yang penting situasi nampak kondusif. IDIH!!!

Pihak hotel bilang, penggemar yang datang akan dikumpulkan pada satu titik agar bisa melihat Arashi secara langsung dengan syarat harus rapih dan tertib. Kita pun kasih tau ke temen-temen lain yang masih belum sampai hotel untuk langsung menuju parkir belakang.

Kenyataannya? Yang baru datang saat itu tidak diperbolehkan masuk ke hotel. Katanya terlalu banyak orang. Lah? Emang pihak EO nggak ngasih tau kalau akan buanyak banget penggemar yang akan datang? Atau pihak EO emang nggak tau kalau Arashi sebanyak itu penggemarnya?

Ujung-ujungnya kita-kita yang udah patuh banget dengan perkataan pihak hotel, malah dituntun menuju trotoar. Mengantar di sana katanya =(( Salah kita katanya karena nggak tertib.

HAAAAHH??? LO-LO PADA YANG PEHAPE NGAPA JADI NYALAHIN KITA YANG UDAH NURUT AMA ELUUUU????

Apalagi setelah liat Jet Storm yang diadakan di negara lain. Ketiga negara lainnya memberikan tempat untuk semua penggemar yang datang dapat melihat Arashi secara langsung. Bedanya dengan yang dapat undangan, ya mereka bisa jauh lebih dekat liat Arashinya. Bahkan ketiga negara lainnya, ada poto dengan Arashi. Bagaimana dengan Indonesia? Kagak ada dong. Instastory-nya aja cuma dapet dua doang. Pas sampai Soetta, hotel, dan pas orang-orang yang cukup beruntung melepaskan diri dari aturan hotel sehingga bisa melihat langsung Arashi sedang menyanyikan lagu A・RA・SHI.

Udah mana mobil jemputnya berenti tepat di depan pintu, menghalangi penglihatan penggemar, dan Arashinya pun diburu-buru gitu dibiar cepet masuk mobil. Jadi interaksi Arashi dengan penggemar selama di Indonesia? NOL. NGGAK ADA. Nggak disapa-sapa, apalagi ampe poto gitu seperti di negara lain. Jadi Indonesia doang yang Instastory-nya beda sendiri hahahaahahah.

Nggak tau deh ini EO-nya keliatan banget kayak meremehkan Arashi dan penggemarnya.

Jadi gue hanya dadah ke mobil, berharap bisa menembus kaca hitam mobil mereka. Liat sekelebat siluet, kayaknya sih nino karena badannya kecil.

Udah.

Gitu doang.

Menyedihkan memang.

Hanya bisa berharap, kalau seperti Jet Storm pertama, berarti nantinya Arashi akan konser di negara-negara yang dikunjungi saat Jet Storm. Semoga.

こんばんちわ♪

Bagaimana kehidupan kalian akhir-akhir ini?

Akhir-akhir ini hidup gue sih ya biasa-biasa aja. Nggak ada hal yang wah, jalan-jalan pun nggak haha. Oh iya! Harusnya sih minggu lalu gue lagi seneng-senengnya bisa bertemu sang anak tercinta. Pada tau dong minggu lalu harusnya ada event besar apa buat seorang wota seperti gue.

SixTONES menjadi salah satu pengisi acara Youtube FanFest di Jakarta.

Gila itu sih. Satu fandom Jyaniz heboh. Random banget kan ya ujug-ujug SixTONES mau ke Jakarta. Ya tau sih, SixTONES kan memang Artist Promotion-nya Youtube Jepang. Jadi ya wajar-wajar aja dateng ke acara Youtube yang berada di belahan dunia lain. Masalahnya ini teh Jyaniz!! Agak-agak sulit dipercaya bakal ada grup Jyaniz yang manggung di Indonesia.

Biasanya kan ke Indonesia maenan kebo muluk.

Ya udah kan tuh. Demi mendapatkan tiket, gue sampai bela-belain lembur di kantor, karena pendaftaran tiket teh dimulainya jam lima sore. Ngeri-ngeri sedap nggak dapet kalau lewat hape, akhirnya nganteng dulu aja deh di kantor biar bisa lewat komputer.

Dapet tiketnya?

DAPET DONG!!!! WAH GILA LAH GUE GEMETERAN BAKAL LIAT SHINCHAN DAN TAIGA AAAAAAAAAA!!!!!!!

Abis itu gue segera memikirkan ide uchiwa yang bagus buat dibawa. Segera beli bahan-bahannya, kertas warna berkilauan, dan yang pasti, segera bikin uchiwanya!


Sebelum si uchiwa sampai di tangan, pakai uchiwa Daiki dulu buat patokana ukurannya hehe.

Ampe encok-encok lho bikin berlian ini. Mana harus bikin enam. Tangan dan kaki pun jadi penuh, apa sih itu namanya yang kayak bubuk sparkling. Uchiwa-nya jadi seperti ini.


Ini baru satu sisi doang. Sisi belakangnya mau bikin tulisan ズドーン.

Mweheee... ZUDON!!

Dan kalian tau apa yang terjadi?

YOUTUBE FANFEST DIUNDUR KARENA PELANTIKAN PRESIDEN.

BENCANA!!!

Gue pikir dari awal mereka memang nggak ada masalah berdekatan dengan acara pelantikan presiden. Udah deg-degan sin sebenernya. Tapi sampai satu minggu sebelum pun nggak ada pengumuman apa-apa, ya gue pikir baik-baik aja. Toh lokasinya juga jauuuh dari Senayan.

Eh sekitar tiga hari sebelum hari-H diumumkan dong kalau acaranya diundur. WADEFAK.

Setelah pengumuman tersebut gue langsung cari tau jadwal SixTONES, daaaaaaannn.... Mereka terlalu sibuk sampai debut taun depan. Dipikir-pikir aja, semacam SixTONES pasti lah bakal jadi pengisi acara musik tahunan. Belum lagi mereka memang sedang ada tur konser. Harapan SixTONES tetap ikutan Youtube FanFest kecil sekali.

Dan yah, setelah diumumkan tanggal pengganti, nggak ada nama mereka.

Gagal deh bisa nonton SixTONES.

Jyaniz nggak jadi ke Jakarta deh.

Yah....

Sedih banget kan ya. Akhirnya hari itu gue cuma nganterin tiket ke salah satu orang Jepang yang nitip tiketnya ditukarkan ke gue. Ada satu orang yang tetap ke sini. Ya sayang tiket pesawat dan hotel juga sih ya. Pas gue tanya, rencananya mereka mau ke kepulauan seribu, entah pulau yang mana, nggak inget /plak

Satu kesimpulan yang gue ambil, Jyaniz memang nggak jodoh dengan Indonesia teh. Eh, salah apa ya? Yang bener, Indonesia memang tidak jodoh dengan Jyaniz.

こんばんちわ♪

Tiba-tiba jadi pengen membahas salah satu TV show Jepang kesukaan, yaitu Himitsu Kenmin SHOW. Sebuah acara TV yang membahas mengenai budaya, bahasa, kebiasaan dan kuliner dari berbagai prefektur yang ada di Jepang. Acara TV ini ditayangkan setiap Kamis malam, di kanal Nihon Terebi (NTV; Nitere), dengan pembawa acara Monta Mino dan Masami Hisamoto. Bintang tamunya adalah selebritis yang mana beraal dari daerah yang akan dibahas.

Seperti yang udah gue tulis di atas, Kenmin Show ini membahas berbagai macam budaya lokal, juga kebiasaan-kebiasaan unik dari masing-masing prefektur di Jepang. Contohnya ya, warga Hokkaido cenderung untuk selalu mengisi penuh bensin mobil.

Berbeda dengan Tokyo, budaya di Hokkaido itu berpergian dengan mengendarai mobil. Berhubung jarak satu tempat ke tempat lain jauh, jadi mereka cemas kalau-kalau mobilnya kehabisan bensin di tengah jalan antah berantah. Jadi lah mereka terbiasa kalau mobil mereka harus banget bensin selalu penuh. Baru kepakai sedikit aja bensinnya, asa pengen segera isi bensin lagi.

Hal-hal semacam ini yang dibahas. Receh, tapi menarik banget. Ada juga sih yang nggak penting kayak, prefektur ini banyak wanita cantik, atau prefektur itu banyak cowok macho. Terkadang kesannya agak meledek prefektur lain, seperti wilayah prefektur Shiga hampir semuanya ketutup danau Biwa. Bahkan terkadang kesannya kayak sengaja bikin ribut antara Osaka dan Hiroshima mengenai okonomiyaki.


Itu semua dibawakan dengan sangat menarik, dan meskipun terkadang ada kesan berantem, ujung-ujungnya bakal damai juga. Wah ini enak ya. Wah ternyata memang bagus ya. Intinya memang ingin memperkenalkan budaya dan kebiasaan dari berbagai prefektur.

Dari bermacam-macam topik yang ada, ketika kita sedang membahas suatu daerah, topik apa yang paling menarik hati untuk dibahas? Sudah pasti makanan!! Makanan lokal atau restoran lokal yang terkenal di suatu daerah.


Harus kuat-kuat hati nontonnya teh. Gue beneran pernah kemakan pembahasan di acara ini, yaitu miso potato, kudapan yang dicintai banyak warga Chichibu, Saitama. Pas banget akhir minggunya tuh gue emang main ke sana. Ya udah kan karena di tipi nampak enak banget, coba deh. Rasanya? Meh. Mohon maap, lidah urang Indonesia saya menolak makan kentang goreng dengan saus miso yang manis.


Tapi memang harus diakui, setelah dibahas di Kenmin Show, turis-turis yang mengunjungi Chichibu jadi banyak yang mencoba miso potato. Jadi acara ini selain menghibur, bisa jadi promosi budaya daerah dan meningkatkan perekonomian warganya juga.

Selain makanan, segment yang gue suka adalah bahasa! Berbagai logat daerah yang terkadang lebih pantas disebut bahasa daerah dibanding logat daerah. Suka banget denger medok-medoknya logat daerah Tohoku, atau cara ngomong orang Osaka yang ambyar. Suka juga logat Kyoto yang elegan.

Paling inget logat di prefektur Tochigi ketika memakai kata penunjuk waktu. Contohnya lusa. Dalam bahasa Jepang, lusa adalah asatte (明後日). Namun dalam logat Tochigi, masyarakatnya lebih umum memakai ashita asatte (明日明後日) untuk mengatakan lusa. Ashita, besok. Asatte, lusa. Dua kata tersebut digabung untuk mengatakan lusa haha.


Menarik kan? Jepang yang kecil aja bisa bikin acara TV seperti ini, apalagi Indonesia yang buanyaaaak banget budayanya. Pembahasannya pun luas banget, dari makanan dan kebiasaan, sampai rumah adat, baju adat, upacara adat. Bahkan bisa bahas nama-nama martabak manis dari berbagai daerah haha. Wes, seru kan?

Ya tapi!!

Setelah gue pikir-pikir, kemungkinan memang agak sulit kalau mau bikin acara TV seperti ini di Indonesia. Selain dari biaya keliling-keliling Indonesianya, selera penontonnya kemungkinan bukan tipe acara seperti ini. Lagi pula, nanti bintang tamunya kok ya asa bakal kebanyakan dari Jawa dan Sunda muahahahhahaah. Ini guenya aja kali ya yang nggak kenal artis-artis Indonesia? =))

Balik lagi ke Kenmin Show, bagi yang pengen tau Jepang tuh aslinya kayak gimana, bisa jajal acara TV ini. Menarik banget! Asal jangan digeneralisir aja kalau orang daerah A semuanya seperti apa yang dibahas di Kenmin Show.

こんばんちわ♪

Belakangan ini suka liat tweet yang menanyakan mengenai Furuba, terutama kutukannya. Penasaran, tapi kok ya kayak pada nggak mau baca komiknya. Padahal tinggal baca komiknya doang aaaaaaaaargh!!!

Chika gregetan mode on.

Jadi mau coba-coba menjelaskan sepemahaman gue ketika membaca. Masalah kutukan ini memang tidak dijelaskan sama sekali di komiknya. Jadi hanya bisa mengira-ngira dari nuansa ceritanya. Pemahaman gue pun mungkin bakal berbeda dengan orang lain. Jadi jangan dibawa terlalu serius juga. Hanya sang komikus lah yang maha mengetahui segalanya. Nah, bagi yang nggak suka dengan spoiler lebih baik skip post ini.

Oh iya, sebelum itu, bagi yang belum baca komiknya dan mungkin iseng banget baca post ini, boleh lah baca post Furuba yang ini dulu biar tau beberapa Junishi yang disebut-sebut di post ini.

WARNING
POST INI PENUH DENGAN SPOILER

Season satu baru saja selesai. Sejauh ini mungkin masih banyak yang mengira kalau kutukan Junishi hanya sebatas kutukan manusia berubah wujud menjadi 12 binatang shio Cina ketika berpelukan dengan lawan jenis. Namun hal tersebut bukanlah kutukan yang sebenarnya. Kutukan Junishi ini sudah dimulai beribu-ribu tahun yang lalu. Tau kan dongeng shio Cina? Diceritakan juga kok di season satu.

Alkisah, dewa yang tinggal sendirian di atas gunung yang jauh dari perkampungan, mengundang beberapa binatang ke sebuah jamuan karena merasa kesepian. Pada akhirnya yang datang ke jamuan tersebut tikus, sapi, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Namun sesungguhnya kucing pun ingin menghadiri jamuan tersebut, sialnya justru ditipu oleh tikus. Tikus dengan sengaja memberi tau hari yang salah kepada kucing, sehingga kucing tidak datang ke jamuan. Jadilah, hanya 12 binatang yang menemani dewa melalu kesepiannya.

Begitulah dongeng shio Cina yang kita tau. Tapi bukan kisah shio Cina yang ada di Furuba. Ketika kutukan Junishi mulai lepas satu per satu, diceritakan kisah sesungguhnya dari dongeng Junishi. Pastinya ala Furuba. Nggak tau juga sih kalau cerita aslinya juga kayak gitu. Tapi gue nggak ada niatan buat cari tau ini tuh cerita beneran atau nggak. Begini kisahnya...


Alkisah, ada seorang dewa yang tinggal sendiri di atas gunung jauh dari pemukiman warga, karena ia kurang bisa berinteraksi dengan manusia. Suatu hari, ia mendapat tamu seekor kucing. Si kucing yang merasa sedih melihat sang dewa hanya sendirian di gunung tanpa ada teman, menyatakan diri bersedia untuk menemani hari-hari sang dewa. Sejak saat itu kucing tidak pernah pergi dari sisi dewa.

Si kucing memberi ide kepada dewa untuk mengadakan sebuah jamuan agar lebih ramai. Diundang lah beberapa binatang lain ke jamuan tersebut. Tikus, sapi, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi hutan. Kemudian, pada jamuan tersebut, mereka semua berjanji untuk selalu bersama selamanya. Selamanya bersama-sama selalu mengadakan jamuan yang menyenangkan.

Tidak disangka-sangka, tiba saatnya kucing menemui ajalnya. Sang dewa sangat merasa sedih melihat kucing yang dijemput oleh maut. Atas saran binatang yang lain, mayat si kucing yang sudah tidak bernyawa, dihidupkan kembali oleh dewa. Namun bagaimana pun juga, si kucing memang sudah mati. Si kucing yang sesungguhnya sudah menerima kematiannya, tidak suka dihidupkan kembali. Ia murka terhadap apa yang dilakukan oleh dewa kepada dirinya. Untuk apa menghidupkan kembali jasad yang sudah mati? Dewa harusnya bisa menerima kenyataan bahwa sesuatu yang datang, suatu saat pasti akan pergi. Tidak ada hal yang kekal dalam dunia ini.


Sesudah baca kisah di atas, kebayang tidak bentuk kutukan yang sesungguhnya itu seperti apa?

Kalau masih nggak ngerti, nggak heran sih. Di season satu aja semua Junishi belum lengkap keluar. Bahkan siapa sosok dewa aja belom ketauan. Haha~

Para Junishi bisa berubah bentuk bila berpelukan dengan lawan jenis. Khusus untuk kucing, ia memiliki dua wujud. Yang satu adalah wujud kucing normal, dan yang satu adalah wujud mayat kucing yang dipaksa dihidupkan kembali oleh dewa. Namun, selain berubah bentuk jadi binatang, bentuk kutukan yang sesungguhnya adalah sebuah ikatan untuk selalu bersama selama-lamanya. Ingat kalau setiap tahun baru, keluarga Soma mengadakan pesta yang hanya boleh dihadiri oleh kedua belas Junishi? Para Junishi ini terikat oleh sebuah ikatan kasat mata antara Junishi dengan sang dewa. Siapa sang dewa tersebut? Tidak lain dan tidak bukan adalah Soma Akito, sang kepala keluarga.

Bagaimana bisa tau kalau Akito adalah dewa?

Ketika Akito masih berada dalam kandungan, yang mana bahkan ibunya sendiri masih tidak tau kalau ada nyawa baru dalam perutnya, Junishi yang sudah ada saat itu menangis menghampiri ibu Akito. Perasaan kangen mereka terhadap dewa membludak sampai-sampai tak tahan untuk tidak menangis. Mereka adalah Shigure, Hatori, Ayame, Kureno dan Ritsu. Nggak ada angin, nggak ada ujan, mereka berlima tiba-tiba mengunjungi ibu Akito sembari menangis, menyambut kedatangan dewa. Bahkan saat Akito masih sebuah janin, para Junishi sudah merasa terikat dengan Akito.


Ikatan tersebut lah kutukannya. Seluruh Junishi, Kyo sekalipun, tidak bisa membangkang dari Akito. Diperlakukan buruk seperti apapun oleh Akito, mereka tidak akan pergi meninggalkan Akito sendirian. Meski begitu, dibanding Junishi, Akito lah yang sangat berpegang teguh dengan ikatannya dengan Junishi. Bisa dilihat, sesedih apapun Kureno dan Momiji lepas dari kutukan, namun hanya Akito lah yang sampai memohon-mohon untuk tidak pergi dari sisinya. Karena dewa adalah makhluk yang kesepian. Karena mereka sudah berjanji untuk bersama selamanya.


Lalu, bagaimana caranya kutukan itu bisa lepas?

Menurut Shigure, kutukan ini pada dasarnya memang sudah rapuh. Kutukan ini sudah berlangsung beribu-ribu tahun lamanya. Mungkin memang sudah saatnya jamuan ini berakhir. Shigure mulai merasakan hal ini ketika Kureno lepas dari kutukan. Meskipun Akito tidak memberi tau dan meminta Kureno untuk tutup mulut mengenai kutukannya yang sudah hilang, sesungguhnya Junishi yang lain merasakan hal tersebut. Ada yang aneh dari Kureno. Dia tidak seperti teman seperti biasanya. Para Junishi selain Shigure tidak memikirkan hal tersebut, namun perasaan aneh itu lah yang membuat Shigure berpikir, memang akan datang saatnya kutukan itu akan hilang dengan sendirinya. Mungkin memang hanya soal waktu saja kutukan tersebut akan berakhir.


Selain itu, satu per satu para Junishi mulai memiliki ikatan dengan orang lain. Kyo terhadap Toru. Yuki terhadap Machi dan Manabe. Haru terhadap Rin. Muncul sebuah ikatan yang merusak ikatan Junishi dengan Akito. Karena itu lah Akito benci sekali dengan Rin, karena bagi Akito, Rin hanya mengganggu ikatannya dengan Haru. Meskipun Rin sendiri terikat juga dengan Akito.

Yah, selain karena rambut panjangnya Rin mirip banget dengan ibu Akito yang sangat dibenci oleh Akito. Menurut gue salah satu yang bikin Akito nggak suka denga Rin karena Rin berhubungan dengan Haru.

Terus bagaimana bisa tiba-tiba semua kutukan Junishi yang tersisa hilang bersamaan? Karena Akito akhirnya menerima kalau mereka tidak bisa bersama selamanya. Akito lah yang melepas semua ikatan tersebut, membiarkan para Junishi bebas.

Lepasnya kutukan Kureno, Momiji dan Hiro, bisa menjadi contoh yang tepat untuk teorinya Shigure. Kutukan tersebut sudah rapuh. Ketika kutukan Hiro lepas, Akito seperti mulai bisa menerima bahwa mereka tidak bisa bersama selamanya. Jamuan tersebut sudah tidak bisa dilanjutkan kembali. Ketika ada yang datang, pasti akan ada yang pergi dan yang sudah pergi, tidak akan bisa kembali lagi. Sampai akhirnya Akito sampai di titik di mana ia rela melepas ikatan tersebut.

Kenapa Akito akhirnya bisa melepaskan ikatan berharganya? Karena Toru.

Semenjak kedatangan Toru di rumah Shigure, para Junishi seakan-akan mulai berani membangkang dari Akito. Kesal, Akito pergi menemui Toru dan menumpahkan segala kekesalannya yang selama ini ia pendam. Sempat terjadi adu mulut, namun pada akhirnya ketulusan hati Toru lah yang menang. Di saat itu lah, tanah tempat Toru berpijak longsor. Toru pun terjatuh tanpa sempat ditolong oleh Akito. Sejak saat itu, Akito mulai mempertanyakan apa memang segala hal yang selama ini dia lakukan demi menjaga ikatannya dengan Junishi adalah kesalahan? Sampai akhirnya, ia melepas semua ikatan tersebut. Akito akhirnya mengakhiri jamuan yang sudah berlangsung beribu-ribu tahun.

Begitu lah.

Buset dah, ini mah inti cerita Furuba bener-bener gue ceritain ampe tuntas dalam satu post hahhahaha.

Seperti yang sudah gue jelaskan di atas, ini menurut pemahaman gue. Jadi kalau ada yang memiliki pemahaman beda, ya nggak masalah. Terserah aja. Mungkin kalau bisa share juga menurut kalian kutukannya ini seperti apa dengan memberi komentar? Gue bakal dengan sangat senang hati menerima sudut pandang yang berbeda. Sedangkan bagi yang masih belum mengerti juga, gue nggak akan bosen-bosennya berkata begini, BACA KOMIKNYA!

こんばんちわ♪

Dua minggu yang lalu jadi dua minggu tersibuk yang pernah gue alami setelah kembali ke tanah air. Capeknya berasa banget. Semingguan ini pulang kerja langsung tepar, pules tidur, bahkan tanpa cuci muka dan memakai produk perawatan kulit wajah =(( Muncul jerawat deh huhu.

Emang lo ngapain aja sih dua minggu itu?

Well, Senin sampai Jumat pastinya kerja banting tulang bagai kuda seperti biasanya, kemudian akhir minggunya ini. Ada Battle of The Toys, main bareng temen yang udah lamaaaaaa banget nggak ketemu, dan untuk pertama kalinya gue menghadiri Comic Frontier. Mari bahas satu-persatu.

Setelah sekian lama, akhirnya gue main-main lagi ke Battle of The Toys! Tapinya sih tetep aja nggak ngumpul bareng Tokusatsu Heroine Indonesia haha. Letih euy. Badannya udah nggak kuat berkunjung ke event lama-lama. Jadilah gue ke sana agak siangan, biar nggak terlalu nunggu giliran Yoffy tampil. Mweheeee...

Lah, jadi intinya Yoffy nih?

Oh iya dong~ Kan pas nonton Chou Eiyusai teh gue lagi sakit, nggak bisa teriak-teriak. Jadi mau pelampiasan teriak-teriak CHANCHANBARACHANBARAAAAA sepuas-puanya hahahahaahah.

Seperti yang udah gue tulis di atas, gue datang agak siang, selepas Zuhur. Sempet makan siang dulu bahkan deket stasiun karena biasanya makanan di event teh meh gitu kan. Sesampainya di sana tuh kayak cuma nunggu sekitar tiga jam sampai giliran Yoffy tampil di panggung. Selama tiga jam itu yang gue lakukan adalah, mampir ke booth THI, keliling-keliling, makan lagi haha~


Ada sedikit niatan mau coba kumpul-kumpul. Tolong diingat saya orangnya pemalu dan awkward abis dengan orang yang baru dikenal. Tau sih kalau bakal banyak yang nggak percaya. Begitu sampai pun sesungguhnya gue langsung menuju ke booth THI, ya taaaaaapi.... Orang-orangnya pada buru-buru pas banget mau pergi ke manaaa gitu. Setor muka doang deh jadinya.

Abis itu keliling-keliling dulu sembari menunggu mereka balik lagi ke BoTT. Baru jalan ke booth sebelah THI, ketemunya Conan. Niat bener ampe bikin bagan (?) karakter apaaaaa gitu. Ini udah mana ingatan gue busuk, nggak gue poto pula karena nggak ngeh juga buat apdet blog saat itu. Yang paling gue inget adalah boneka-boneka Amuro bikin gemesh.

Setelah itu, lagi-lagi belom terlalu jauh dari booth Conan, ada booth Digimon. Waaaaa, ada Digimooooon. Awalnya gue berbinar-binar, tapi begitu liat gudis-gudis yang dipamerkan.... WOY SULTAN MANA INI YANG PUNYA GEM SERIES SEBANYAK INI wOAO)w Jiwa misqueen diri ini memberontak. Pengen juga G.E.M series Mimi dan Hikari yang lengkap begitu huhu.


Betapa indahnya mereka semuaaaaaa.

Berikutnya, poto-poto gejeh bersama DX Heisei Rider. Keliling liat barang jualan. Liat-liat gacha, berujung ngeluarin duit huhu. Main deh huhu. Kenapa harga koinnya mahal sekali u_u

Udah mana ujung-ujungnya belanja juga. Kenapa sih diri ini ==a

Setelah makan, kembali tengok booth THI lagi. Lah orang-orangnya masih belom balik juga ternyata. Yowes lah, karena nggak lama lagi giliran Yoffy, gue ke panggung deh menghabiskan waktu. Sebelum Yoffy tampil itu giliran om Geki. Lumayan lah, liat artis sentai dari deket kan ya~

Setelah itu baru deh yang ditunggu-tunggu naik ke panggung.


Baru juga naik panggung, intro lagu Dekaranger terdengar. Ah, ini dia. Ini dia sensasinya denger lagu sentai apalagi kalau live. Nyanyinya doang sih yang live, musiknya mah kagak. Bisa teriak-teriak itung mundur. Bisa jingkrak-jingkrakan. Saya bahagia.

Lucunya saat itu yang nge-chant cuma gue. Bukan yang bagian itung mundur sih. Kan ada tuh ritme ketika mengayunkan penlight. Nah, tangan tuh gue gerakin kayak gitu. Diliatin dong ama orang-orang dengan tatapan "ini wota nyasar dari manaaaa". Well, emang bener wota sih haha. Padahal kalau nonton Chou Eiyusai teh itu tuh normal banget, tapi waktu itu gue malah diliatin orang kayak yang salah event gitu =((

Tapi gue nggak peduli sih, lagu lain pun gue kayak gitu kecuali yang lagu animasi karena nggak tau haha. Cuma tau lagu-lagu sentainya doang. Apalagi pas Shinkenger CHANCHANBARACHANBARABARAAAAAA WOHHOOOOOOOO. Lebih parah lagi gue jingkrak-jingkrakannya. Memang yang namanya konser harus seperti ini. Jingkrak-jingkrakan!! /woy

Kebayang nggak capeknya kayak gimana? Udah mana itu teh bawa-bawa tas. Biasanya kan nonton konser teh tasnya ditaruh di tempat duduk. Nah ini harus tetap bawa-bawa tas sambil jingkrak-jingkrakan. Kata koruuuu~ Nah ini baru BoTT doang. Abis Yoffy manggung langsung pulang aja sampai rumah tetap aja lewat dari jam delapan malam. Huhu. Nasib rumah di ujung dunia. Alasan gue langsung pulang saat itu karena, keesokan harinya gue ada janji main bareng temen. So! Karena nggak mau kepanasan juga di jalan, kita janjian nggak siang-siang amat.

Ke mana kah kita pergi main? Itu lho, mall sejuta umatnya warga Jakarta yang selalu sukses bikin jalanan macet. Kokas! Ngapain bela-belain ke Kokas? Demi Gindaco mah bela-belain lah ke Kokas sekalipun.

ADA GINDACO DI KOKAS HAHAHAHAHAHAHAH!!!!!


Kita pesan takoyaki, mentai cheese dan teritama. Mari makaaaaaannn!!

Wahai pengunjung blog, Gindaco itu enak banget lho. Enak banget! Saking enaknya, buat gue bahkan takoyaki dan Gindaco udah kayak dua hal yang berbeda. Rasanya nggak ada beda dengan yang dijual di Jepang, hanya saja topping dan sausnya nggak sebanyak di Jepang. Padahal kalau makan teritama yang isi enam buah tuh bisa kenyang lho.

Rencana hari itu cuma makan Gindaco doang. Jadi abis makan Gindaco cuma muter-muter gejeh kayak liat-liat barang di Daiso. Abis itu ke Shirokuma Cafe karena masih pengen ngobrol-ngobrol dan nyantai. Saat itu Shirokuma Cafe lagi ada menu spesial Gudetama. Maaf, lebih tepatnya hanya ada menu Gudetama. Gue pesan omurice, ayam goreng dan jus pisang. Omurice-nya biasa aja. Cenderung nggak ada rasa, dan jujur aja, gue bisa bikin omelette yang jauh lebih enak dengan penampakan Gudetama yang jauuuh lebih unyu. Ayam gorengnya enak, tapi yang enak malah lupa dipoto. Kalau jus pisangnya ini sih, enyak banget =w=b Kalau udah urusan dessert sih, Shirokuma Cafe jagonya lah.


Hari itu jalan-jalannya gitu doang. Hebat tuh satu minggu penuh kerjaannya keluyuran haha. Nah, minggu depannya masih keluyuran lagi. Menemani salah satu temen gue ke Comic Frontier. Ini pertama kalinya gue ke Comifuro. Niat awal cuma mau nemenin doang. Ujung-ujungnya jadi ada urusan juga di sana. Haha~

Tau komik Scrambled? Gue salah satu penggemarnya. Dikarenakan beberapa makhluk bego yang berlindung atas nama kemiskinan, ternyata banyak yang suka ngutil kartu bonus komiknya di toko buku. Akhirnya diputuskan untuk nggak memberi bonus lagi di buku berikutnya =(( Tapi kalau masih mau kartu, bisa didapat dengan cara PO komiknya atau beli komiknya di event-event. Gue males PO. Males bikin akun baru lagi. Udah ogah gue punya banyak-banyak akun di berbagai toko online. Pas banget ada Comifuro, yowes lah beli di Comifuro aja kan pikir gue.

Gue udah tau penggemar komik ini banyak banget. Selain karena memang pengunjung Comifuro itu buanyak banget, biar nggak ngantri lama, jadi gue dan temen gue dateng pagi. Janjian jam tujuh di stasiun Sudirman. Gilak, kerja aja masuknya jam setengah sembilan hahahah. Jadilah, hari Sabtu pun gue bangun sepagi biasanya bangun kerja hahahaha. Astaga badanku.

Sialnya, udah dibela-belain dateng sepagi itu, nggak dapet dong komiknya, karena komiknya masih belom siap. Komiknya masih entah berada di mana, pokoknya belom ada di sana. Yowes lah, kita keliling-keliling dulu ambil titipan temen-temen yang lain. Beri gue penghargaan karena kuat untuk nggak belanja barang-barang unyu. Imun gue buat belanja memang hebat.

Sayangnya, udah keliling-keliling pun, si komik masih belom sampai juga. Udah mana orang-orangnya teh pas ditanya malah mangaduh-aduh, kemudian memalingkan muka. Udah gitu. Dicuekin gitu aja. Ngerti sih mereka panik karena banyak yang nanyain, tapi kalau dicuekin kan bikin hatiku potek. Akhirnya kita keluar aja deh dari Comifuro. Temen gue juga sama-sama orang yang nggak kuat ada di tengah-tengah keramaian. Belom juga Zuhur, kita udah pulang dong dari Comifuro hahahaha. Abis itu malah jadi main ke GI. Nggak lama-lama juga sih, cuma makan siang dan liat-liat di Kinokuniya. Baru deh bener-bener pulang ke rumah.

Dua minggu tersibuk yang pernah gue rasakan =)) Kayaknya ada deh satu hari yang gue capek banget, akhirnya minta masuk kerja siang hahaha. Beneran nggak kuat badannya, mau lanjut tidur aja pagi itu. Badan mau kepala tiga tuh kayak gini ya rasanya :"D

Salah satu fandom yang aktif gue ikutin selain Haropuro adalah Super Hero Time. Super Hero Time sendiri adalah slot khusus untuk tayangan tokusatsu anak di TV Asahi. Walaupun hanya sekadar suka, bukan yang penggemar berat gitu, fandom satu ini lumayan sering merampok duit gue.

Gue mulai terjun ke dalam fandom SHT ini ketika gue mengenal Amuse Handsome Team. Saat pertama kali gue jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Dori. Bahasa gue geli banget dah... Waktu baru-baru kenal Amuse masih belum tertarik sih dengan SHT. Serial SHT yang pernah gue tonton pun hanya sekadar serial yang pernah tayang di tipi ketika jaman masih kecil dulu, seperti Kakuranger atau Kamen Rider Ryuki.

Menyadari sesuatu? Biasanya yang seangkatan dengan gue akan dengan bangganya bilang kalau Kamen Rider pertama mereka adalah Ksatria Baja Hitam. Gue? Sekalipun gue nggak pernah nonton serial terkenal ini. Pertama kali Ksatria Baja Hitam tayang di Indonesia, gue masih bayi. Paling baru dua taun. Pas tayang ulang pun, gue nggak nonton. Cuma tau kalau serial tersebut terkenal banget.

Dibanding SHT, waktu kecil dulu gue lebih mengandrungi Ultraman dan Power Ranger. Harusnya sih semua serial Power Ranger yang pernah tayang di tipi waktu kecil dulu udah gue tonton. Tapi yang paling berbekas di hati ya Mighty Morphin Power Rangers, Ninja Storm dan SPD.


Udah, gitu doang. Singkat kata, gue bukan penikmat tokusatsu sejati. Pens karbitan kalau kata orang-orang yang udah lama menggeluti fandom ini.

Ketika gue udah jadi otaku sih pernah iseng-iseng nonton Dekaranger. Tapi ya udah, sekadar asal nonton doang. Banter-banter Den-O, karena yah, terkenal banget kan. Sebagai pembaca Animonster yang baik, seluruh artikel yang ada tuh gue baca semua. Salah satunya B-Side yang sering membahas serial tokusatsu. Jadi tau deh kalau Den-O itu terkenal banget, dan jadi sedikit tertarik dengan serial satu itu.

Hingga suatu ketika, gue berkenalan dengan Amuse Handsome Team. Aktor muda dari agensi Amuse kan lumayan banyak tuh yang pernah akting di SHT. Selain itu, gue juga lagi bosen-bosennya dengan drama atau kartun. Lagi nggak ada yang menarik untuk ditonton lah kira-kira. Alhasil gue mulai melirik serial super hero.


Target pertama adalah Den-O, karena ada Dori dan Momotaros. Karena Momo tuh eksis banget di mana-manaaa. Bikin penasaran. Sembari nunggu ketemu temen yang punya pernak-pernik Den-O lengkap, pertama-tama gue coba jajal rider lain dulu, yaitu Fourze yang sedang tayang saat itu. Ini masih mode males-malesan. Belum on fire karena saat itu Oryo masih belum eksis. Baru beritanya doang kalau second rider di serial Fourze diperankan oleh Oryo.

Eh, ujug-ujug malah Mano-chan bakal jadi Nadeshiko di film. Semangat deh nonton serialnya biar ngerti pas nonton filmnya. Kemudian? Jadi lah bocah panda yang sekarang. Hahahahahah. Langsung maraton deh nonton serial apapun yang bisa gue donlod. Indahnya masa kuliah, punya waktu banyak untuk sekadar maraton donlod dan nonton serial super hero.


Gue bukan tipe penggemar berat yang nonton semua serial. Apalagi tipe yang serius banget ampe jurus-jurusnya, mecha, senjata, apapun itu lah pokoknya ampe detil-detilnya pun dia ngerti. Gua cuma menikmati ceritanya yang sesuai dengan selera gue.

Sejauh ini, serial yang paling gue suka adalah Gobusters dari Super Sentai dan Fourze dari Kamen Rider. Eh, tapi gue juga suka banget dengan Den-O sih... OOO juga. Gaim juga. Build apalagi hahahahaah. Gregetan tiap minggu nonton Build.

Kalau diambil persamaannya sih ya, gue suka tipe cerita yang rada lawak. Den-O juara lah ya masalah lawak XD Tapi gue lebih suka Fourze karena ada Kamen Rider Club. Paling lemah lah dengan cerita persahabatan. Selain itu gue suka dengan tema luar angkasanya. Btw gue masih nggak ngerti lho Presenter itu apaan sih? Tuhan? /plak


Bagaimana dengan Zi-O? Nggak ngikutin euy~ Nonton bagian Fourze (yang nggak penting banget astaga), Den-O dan OOO doang. Apalagi pas Shu Eiji muncul. Teriak-teriak gue nontonnya hahhaha.

Sebenernya mulai tertarik ketika terkuak fakta kalau Tsukuyomi dan Swartz bersaudara. Asa cerita intinya mulai keliatan. Tapi ujung-ujungnya masih tetap kurang menarik perhatian gue. Disamping perkembangan karakter Sougo yang okeeee banget. Nontonnya jadi kayak skip-skip bagian bego doang haha.

Kalau Zero-One? Yaelah, baru juga dua episode. Masih belum tau bakal ngikutin atau nggak, walau memang sejauh ini sih baik-baik aja. ARUTOOOO JANAI TOOOOOO!!!! Pak CEO ini kenapa sih wajahnya nggak bisa dikontrol sedikit gitu lho.


Di lini Sentai, Gobusters masih tak tergantikan. Gue juga nggak ngerti kenapa bisa jadi suka banget dengan Gobusters, tapi kalau mau bilang poin-poin Gobusters yang lebih dibanding Sentai lain, gue bisa sebut banyak karena Gobusters emang rada antimainsetrum.


Contoh gampangnya, kostum. Bahan yang digunakan untuk kostum Gobusters bukanlah bahan spandex yang biasa digunakan dalam serial Super Sentai, tapi yang dipakai adalah kulit sintetis. Desainnya pun simpel, tapi nggak monoton.

Contoh yg lain adalah para monsternya. Dalam dunia Sentai, ketika monster dikalahkan, biasanya akan diberi kekuatan baru yang dapat membuat mereka menjadi raksasa. Tapi kalau di Gobusters, ketika seekor monster diciptakan, yang akan muncul terlebih dahulu adalah monster biasa. Beberapa saat kemudian, barulah monster raksasa akan muncul. Jadi disaat bersamaan akan ada dua monster yang harus dibasmi oleh Gobusters. Bukan ngalahin monster biasa dulu, setelah mnnster tersebut kalah, baru berhadapan dengan versi raksasanya.

Poin lain yang bisa bikin gue suka banget Gobusters dibanding Sentai-sentai yang lain adalah, karakter villain yang beneran menggunakan otak. Nggak hanya, "lu maju! Sekarang lu yang maju! Ganti, lu maju! Yaelah, kalah muluk. Gue dah yang maju." Ya udah, last boss pun kalah, selesai deh ceritanya. Persis kayak lagi main game. Karakter villain di Gobusters, bernama Enter, akalnya banyak banget astaga. Jadinya tuh bikin cerita seru banget.


Selain Gobusters, sentai yang gue suka adalah Shinkenger, Gokaiger, Toqger, dan--bagi yang kenal gue pasti udah paham banget--Lupapato! Shinkenger, plot twist-nya indah sekali~ Karakternya pun oke punya semua. Gokaiger, suka dengan keenam karakter utama. Selain itu heroine yang paling gue suka adalah Gokai Yellow! Toqger, suka banget liatin Raito makan mulu kerjaannya hahahhaah.

Lupapato?

HAHAHAHHAAHAHHAHAAHAH. Iya, karena Duu. Sekian.

Nggak gitu jugaaaaaaa. Dari segi cerita cukup menarik, walau memang sayang banget hanya terfokus ke satu tim doang. Padahal udah sok-sok revolusioner gitu ada dua tim sentai di satu serial, tapi ujung-ujungnya hanya menceritakan satu tim doang ==a Dibikin kayak Hurricanger dan Gouraiger aja kalau gitu mah.


Unyu banget kan? Wohhooooooo, pacarnya Maachan tuh~ << MaaDuu loss tiada akhir

Kalau Ryusoulger memang nggak ngikutin. Entah lah, gue udah mencoba nonton berkali-kali, tetap aja hasilnya malah asyik baca novel atau komik, mengabaikan Ryusoulger. Bener-bener nggak tertarik dengan sentai tema dinosaurus sepertinya.

Tapi jogetnya mah apal dong!

Jadi, begitu lah kisah gue dengan Tokusatsu Jepang. Nggak penting banget kan ya? Memang! Ini lagi pengen ngetik sesuatu aja karena akhir-akhirnya nggak begitu nge-post u_u
Newer Posts Older Posts Home

pandamusume

Chikaです♪
Full Time Fangirl

Harowota yang doyan banget makan.
Tabe-aruki is life! Menulis tentang hal
apapun yang dia suka.
Read More

POPULAR POSTS

  • Komik: Fruits Basket Another
  • Apabila Bertemu Diri Sendiri Sepuluh Tahun yang Lalu
  • Libur Paskah: Bandung

recent post

Recent Posts Widget

Categories

  • blabberings 27
  • burari 19
  • fandom 40
  • nikki 63
  • tabearuki 13
  • tabi 19
Powered by Blogger.

Blog Archive

  • ▼  2020 (6)
    • ▼  June (1)
      • Jalan Depan? Jalan Belakang?
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (20)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  July (3)
    • ►  June (6)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (4)
  • ►  2017 (39)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  May (6)
    • ►  April (1)
    • ►  March (3)
    • ►  February (4)
    • ►  January (5)

Followers

itadaikimassu

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates